RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali memberikan perhatian terhadap kondisi fasilitas pendidikan saat mengunjungi SMAN 1 Babakanmadang, Kabupaten Bogor.
Dalam kunjungan tersebut, KDM (sebutan kang Dedi Mulyadi) didampingi Kepala SMAN 1 Babakanmadang, R. Sopian Nirwan, untuk melihat langsung kondisi lingkungan sekolah.
Ketika memasuki salah satu ruang kelas, Dedi Mulyadi langsung memperhatikan warna cat pada bagian bawah dinding yang masih didominasi warna hijau.
Baca Juga: Dimsum Tahu Sayur Saus Bangkok, Camilan Sehat yang Gurih, Mudah Dibuat di Rumah
Menurutnya, pemilihan warna tersebut sebaiknya diubah agar ruangan terlihat lebih terang dan nyaman digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Minta Seluruh Dinding Dicat Putih
Di hadapan para siswa dan pihak sekolah, Dedi Mulyadi menyampaikan arahannya agar seluruh dinding kelas dicat menggunakan warna putih.
"Ini nanti catnya enggak usah dikasih bawah hijau. Semuanya putih biar terang," ujar Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat.
Untuk membuktikan pendapatnya, KDM kemudian meminta lampu di dalam kelas dimatikan. Ia ingin memastikan apakah pencahayaan alami di ruangan tersebut tetap memadai meski tanpa bantuan lampu.
"Coba matiin lampunya, masih terang enggak? Perasaan masih terang. Lumayan kan listrik. Benar enggak?" kata Dedi Mulyadi kepada para siswa.
Pertanyaan tersebut, langsung disambut jawaban kompak dari para siswa yang mengiyakan pendapat gubernur.
Ruang Terang Dinilai Lebih Nyaman dan Efisien
Menurut Dedi Mulyadi, penggunaan warna putih pada dinding kelas tidak hanya membuat ruangan tampak lebih bersih dan luas, tetapi juga mampu memantulkan cahaya dengan lebih baik.
Kondisi itu dinilai dapat mengurangi kebutuhan menyalakan lampu pada siang hari sehingga penggunaan energi listrik menjadi lebih efisien.
Arahan tersebut, menjadi bagian dari perhatian KDM terhadap peningkatan kualitas lingkungan belajar di sekolah-sekolah Jawa Barat.
Baca Juga: Empat Jabatan Tinggi di Pemkot Bogor Kosong, Dedie Masih Meraba Kandidatnya
Selain memperhatikan aspek kenyamanan, Dedi Mulyadi juga mendorong penerapan langkah-langkah sederhana yang dapat mendukung efisiensi energi di lingkungan pendidikan. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim