RADAR BOGOR – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor masa khidmat 2025-2030 melakukan gebrakan dalam tata kelola organisasi. Di bawah kepemimpinan Rais Syuriyah KH Romdhon dan Ketua Tanfidziyah Gus Abdul Somad, NU Bogor mengusung visi transparansi untuk memperkuat kiprah pengabdian di tengah masyarakat.
Gebrakan tersebut ditandai dengan open khidmah calon ketua dan pengurus lembaga di bawah naungan PCNU Kabupaten Bogor. Untuk pertama kali kader, kalangan profesional atau masyarakat luas yang ingin menjadi sebagai pengurus lembaga NU diseleksi secara terbuka.
Ada 18 lembaga khusus yang menangani setiap sektor pengabdian NU, yakni Lembaga Pendidikan Ma’arif, Lembaga Dakwah, Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia, Lembaga Kesehatan, dan Lembaga Bahsul Masail.
Selanjutnya, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (bidang pesantren), Lembaga Perekonomian, Lembaga Pengembangan Pertanian, Lembaga Tamir Masjid, Lembaga Ta’lif wan Nasyr (kehumasan), Lajnah Falakiyah, dan Lembaga Wakaf.
Berikutnya, Lembaga Penyuluhan Bantuan Hukum, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim, Lembaga Kajian Pengembangan Sumberdaya Manusia, Lembaga Kemaslahatan Keluarga, dan Lembaga Pendidikan Tinggi.
Pada pertengahan Juni hingga Juli, PCNU Kabupaten Bogor mengadakan open khidmah calon pengurus 18 lembaga secara terbuka lewat registrasi online aplikasi Google Form.
Open Khidmah ditangani oleh tim ad hoc sebagai panitia pelaksana seleksi. Terdiri dari 7 orang anggota dari jajaran syuriyah dan tanfidziyah, yakni KH Ahmad Ikrom, KH Kholil Khoerudin, dan Ustadz Ahmad Fahir dari unsur syuriyah. Kemudian, Gus Ubadillah, Ustadz Zaini, Ustadz Dawud Muslim, dan KH Waspada dari unsur tanfidziyah.
Sedangkan pengelolaan teknis registrasi Google Form dan IT panitia ditangani oleh Ustadz Dede M Isnaeni Abidullah Alwahdi.
Pada Sabtu, 24 Juli 2026 digelar pertemuan secara online (zoom meeting) para pendaftar calon pengurus Lembaga PCNU dengan tim ad hoc panitia seleksi, Rais Syuriyah Dr KH Romdhon, dan Ketua Tanfidziyah Gus Abdul Somad.
Zoom meeting dimoderatori oleh KH Waspada, yang disiarkan dari Gedung PCNU Kabupaten Bogor, Cibinong, Diikuti oleh ratusan orang peserta.
Ketua Tim Ad Hoc Open Khidmah Pengurus Lembaga PCNU, KH Ahmad Ikrom mengatakan, pihaknya menggelar pendfataran secara terbuka bagi kader NU yang ingin mengabdi sebagai pengurus Lembaga selama sekitar satu bulan. Hingga Sabtu (24/7), total pendaftar mencapai 180 orang lebih.
Setelah digelar silaturrahmi secara online, tim ad hoc Lembaga PCNU Kabupaten Bogor akan melakukan pertrmuan tatap muka dan wawancara dengan semua peserta pada awal Agustus mendatang. Setiap peserta wajib mengisi rekam jejak pengabdian di NU, biodata, dan esai mengani visi dan gagasan program lembaga yang ingin ditangani.
Ketua Tanfidziyh PCNU Kabupaten Bogor, Abdul Somad mengatakan, open khidmah digagas sebagai komitmen melakukan yang terbaik dengan membuka seluas-luasnya bagi setiap kader NU yang ingin mengabdi di PCNU.
“Sebetulnya kami memiliki ribuan kader yang sudah mengikuti penggemblengan pendidikan kaderiasasi NU, baik yang ada di bawah PCNU langsung maupun yang tersebar di belasan organisasi badan otonom NU. Kalau nggak mau repot, tinggal diambikll dari yang sudah ada. Sengaja digelar open khidmah ini, sebagai bentuk keterbukaan pengelolaan organisasi,” kata Gus Abdul Somad.
Sementara itu Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Bogor, Kiai Romdhon mengungkapkan, open khdimah bagian dari komitmen nyata pengurus PCNU periode ini untuk mewujudkan keterbukaan pengelolaan program dan profesionalisme organsasi.
Kiai Romdhon berhatap, pelaksanaan open Khidmah tersebut mendorong partisipasi luas dan dukungan kuat publik pada berbagai kegiatan yang digagas PCNU Kabupaten Bogor ke depan.
“Kami berharap dan akan bekerja keras agar keberadaan 18 lembaga di bawah naungan PCNU dapat bekerja secara maksimal, untuk berkhidmah pada Nahdliyin dan warga Bogor. Manfaat dan maslahat keberadaan NU harus semakin dirasakan oleh masyaratat Bogor, karena NU lahir dan hadir sebagai rahmat untuk semua,” demikian Kiai Romdhon.
Editor : Eka Rahmawati