RnD Teh Daun Ubi Dorong Lahirnya Produk Herbal Bernilai Tambah untuk UMKM Desa Cinangka 

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 12:00 WIB
LPAAI IPB University bersama IAAS LC IPB melakukan kegiatan riset dan pengembangan (Research and Development/RnD) terhadap produk teh daun ubi.
LPAAI IPB University bersama IAAS LC IPB melakukan kegiatan riset dan pengembangan (Research and Development/RnD) terhadap produk teh daun ubi.

RADAR BOGOR - Pemanfaatan daun ubi yang selama ini belum banyak dimaksimalkan kini mulai diarahkan menjadi produk bernilai ekonomi melalui pengembangan teh herbal daun ubi. 

Inisiatif daun ubi ini menjadi salah satu langkah inovatif dalam meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus membuka peluang usaha baru bagi UMKM Desa Cinangka.

Melalui Program UMKM Product Development 2026, Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPAAI) IPB University bersama IAAS LC IPB melakukan kegiatan riset dan pengembangan (Research and Development/RnD) terhadap produk teh daun ubi. 

Fokus kegiatan bukan sekadar menghasilkan produk baru, tetapi memastikan produk yang dikembangkan memiliki cita rasa yang dapat diterima konsumen, kualitas yang konsisten, serta prospek pasar yang menjanjikan sebelum memasuki tahap produksi dan komersialisasi.

Proses pengembangan diawali dengan pengujian dua varian, yaitu Original dan Sereh, melalui evaluasi organoleptik yang mencakup aspek rasa, aroma, warna seduhan, hingga penampilan produk. 

Hasil pengujian menunjukkan kedua varian memiliki karakter rasa yang ringan, nikmat, dan tidak meninggalkan rasa getir yang umumnya menjadi tantangan pada minuman berbahan dasar daun. 

Baca Juga: Resep Brownies Ketan Hitam Gluten Free, Lembut, Legit, dan Moist Tanpa Oven

Temuan ini menunjukkan bahwa daun ubi memiliki potensi untuk diolah menjadi minuman herbal yang dapat diterima oleh berbagai segmen konsumen.

Selain menghasilkan formulasi produk yang lebih baik, kegiatan RnD juga memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan inovasi berikutnya. 

Tim merencanakan penambahan varian Melati dan Rosela sebagai strategi diversifikasi produk agar pilihan rasa semakin beragam sekaligus meningkatkan daya tarik di pasar. 

Diversifikasi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan konsumen dan memperkuat daya saing UMKM melalui portofolio produk yang lebih variatif.

Pengembangan teh daun ubi juga menjadi contoh bagaimana komoditas yang selama ini memiliki nilai ekonomi rendah dapat ditingkatkan melalui inovasi berbasis riset. 

Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada penciptaan produk, tetapi juga mendorong lahirnya model usaha yang memanfaatkan sumber daya lokal secara lebih optimal, sehingga mampu meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat desa.

Dengan demikian, teh daun ubi diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu produk unggulan UMKM Desa Cinangka. (***)

Editor : Yosep Awaludin
Daun Ubi ipb university Desa Cinangka