RADAR BOGOR – Penutupan total Jembatan Kedep atau Jembatan Wika yang menghubungkan Kecamatan Gunung Putri dan Klapanunggal, Kabupaten Bogor mendorong warga membuat penyeberangan sementara khusus sepeda motor.
Jalur swadaya tersebut kini menjadi andalan masyarakat untuk tetap beraktivitas tanpa harus memutar melalui Nambo atau Cikuda yang memakan waktu lebih lama.
Pengelola penyeberangan sepeda motor sementara, Jeni, mengatakan inisiatif tersebut muncul karena banyak warga kesulitan mengakses wilayah seberang setelah Jembatan Wika ditutup untuk proses rekonstruksi.
"Kalau untuk muter ke Nambo atau Cikuda lumayan jauh. Ini sementara saja karena kemarau, nanti kalau sudah musim hujan pasti ditutup," ujar Jeni kepada Radar Bogor, Rabu, 29 Juli 2026.
Menurutnya, penyeberangan sementara itu mulai beroperasi sekitar 10 hari lalu, tepat setelah akses Jembatan Wika ditutup total. Jalur tersebut hanya diperuntukkan bagi sepeda motor dan dikelola secara swadaya oleh masyarakat.
Untuk menjaga keamanan, pengelola menerapkan sistem buka tutup. Setiap giliran, sebanyak 30 sepeda motor diperbolehkan melintas dari satu arah sebelum bergantian dengan kendaraan dari arah sebaliknya.
Jeni menyebut waktu paling padat terjadi pada sore hari, yakni pukul 16.30 hingga 19.30 WIB, sedangkan pada pagi hari kepadatan berlangsung mulai pukul 05.30 hingga 08.00 WIB.
Mayoritas pengguna merupakan pekerja dan warga sekitar yang setiap hari beraktivitas melintasi wilayah Gunung Putri dan Klapanunggal.
"Saya juga termasuk karena tiap hari nganter anak sekolah ke Nambo," ucapnya.
Ia menjelaskan, keberadaan jalur sementara tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Selain memudahkan mobilitas, penyeberangan itu juga memangkas waktu perjalanan secara signifikan.
"Sangat mendukung (masyarakat), karena waktu itu kan belum ada, dia muter lewat Cikuda atau lewat Nambo itu agak jauh jaraknya. Jadi dia sangat mendukung dengan adanya jalan ini, mangkas waktunya bisa satu jam," katanya.
Ia mengungkapkan, meski dimanfaatkan banyak pengguna jalan tidak ada tarif yang diberlakukan.
"Sukarela enggak dipinta biaya, tapi kalau ada yang ngasih ya diambil, karena ini gorong-gorong beli, swadaya masyarakat," ungkapnya.
Ia menambahkan, selama beroperasi, penyeberangan sementara tersebut belum mengalami kendala berarti. Namun, operasional akan dihentikan apabila turun hujan karena mempertimbangkan faktor keselamatan pengguna. (Cr1)
Editor : Eka Rahmawati