RADAR BOGOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus memperkuat langkah mitigasi bencana atas arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto melalui kegiatan normalisasi Kali Cibeuteung di Desa Candali, Kecamatan Rancabungur, pada Kamis, 30 Juli 2026.
Upaya tersebut dilakukan sebagai tindakan preventif untuk mengurangi potensi banjir yang dipicu pendangkalan sungai, penumpukan sedimen, hingga hambatan aliran air akibat sampah dan tumbuhan liar.
Camat Rancabungur, Dita Aprillia, menjelaskan bahwa normalisasi sungai merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga fungsi Kali Cibeuteung agar tetap mampu menampung dan mengalirkan debit air secara maksimal, terutama ketika curah hujan meningkat.
Baca Juga: Ngariung Series 4 Bapperida Kabupaten Bogor Bahas Inovasi Berbasis Produk Unggulan Daerah
Ia menerangkan, kegiatan tersebut menjadi langkah antisipasi yang dilaksanakan secara berkala agar aliran sungai kembali normal. Dengan kondisi sungai yang lebih optimal, risiko meluapnya air ke kawasan permukiman maupun lahan pertanian di sekitar daerah aliran sungai diharapkan dapat ditekan.
"Normalisasi ini dilakukan sebagai langkah tanggap dan pencegahan berkala agar aliran Kali Cibeuteung kembali optimal, sehingga potensi banjir akibat luapan sungai dapat diminimalkan, sekaligus melindungi pemukiman warga dan lahan pertanian yang berada di sekitar daerah aliran sungai," ujar Dita dalam keterangannya melalui laman resmi Pemerintah Kabupaten Bogor.
Pelaksanaan normalisasi melibatkan berbagai unsur, mulai dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor, UPT Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah VIII Parung, UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah II Parung, TNI, Polri, Pemerintah Kecamatan Rancabungur, Pemerintah Desa Candali, perangkat RT/RW, hingga masyarakat yang bergotong royong membersihkan bantaran sungai.
Dalam prosesnya, sedimentasi di dasar sungai dikeruk menggunakan alat berat berupa ekskavator. Sementara itu, pembersihan sampah dan vegetasi liar di sepanjang tepi sungai dilakukan secara manual bersama warga.
Dita mengungkapkan, pekerjaan normalisasi sejauh ini telah menjangkau sekitar satu kilometer. Sungai yang ditangani memiliki lebar sekitar lima hingga delapan meter dengan kedalaman antara satu hingga satu setengah meter.
Material yang berhasil diangkat bukan hanya endapan lumpur, tetapi juga batang kayu, bambu, serta berbagai jenis sampah yang selama ini menghambat kelancaran aliran air.
Menurutnya, hasil pekerjaan tersebut mulai terlihat karena aliran sungai kini lebih lancar dan kapasitas tampung air meningkat. Kondisi itu dinilai menjadi langkah penting dalam mengurangi risiko banjir ketika musim hujan tiba.
Selain melakukan penanganan fisik, Pemerintah Kecamatan Rancabungur bersama Pemerintah Desa Candali juga terus mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan dan fungsi daerah aliran sungai.
Lebih lanjut, Dita menilai masih diperlukan koordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk merealisasikan pembangunan turap atau tembok penahan tanah (TPT) permanen di sejumlah lokasi yang rawan longsor. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memberikan perlindungan lebih baik bagi kawasan di sepanjang bantaran sungai.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pengendalian banjir tidak hanya bergantung pada kegiatan normalisasi sungai, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Dengan kolaborasi yang terus terjalin, fungsi Kali Cibeuteung diharapkan tetap terpelihara dan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Editor : Eka Rahmawati