Musim Kemarau, Dinkes Kabupaten Bogor Ingatkan Warga Ancaman Penyakit Ini

Abilly Muhamad • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 13:21 WIB
Sejumlah warga Bojongengsel, Citeureup,  Bogor memanfaatkan aliran Sungai Cileungsi untuk mencuci dan mandi akibat musim kemerau. Foto : Hendi Novian / Radar Bogor
Sejumlah warga Bojongengsel, Citeureup,  Bogor memanfaatkan aliran Sungai Cileungsi untuk mencuci dan mandi akibat musim kemerau. Foto : Hendi Novian / Radar Bogor

RADAR BOGOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang berpotensi muncul maupun meningkat selama musim kemarau.

Kondisi cuaca panas, udara yang lebih kering, serta berkurangnya ketersediaan air bersih saat musim kemarau dinilai dapat memicu gangguan kesehatan apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul penetapan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi kekeringan di Kabupaten Bogor  melalui Surat Keputusan Bupati Bogor Nomor 300.2/11/KEP-TD/BPBD.

Status tersebut berlaku mulai 21 Juli hingga 3 Agustus 2026 sebagai respons terhadap dampak musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty, mengatakan pihaknya telah meminta seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya puskesmas, untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi peningkatan kasus penyakit selama musim kemarau.

Menurutnya, langkah tersebut juga diperkuat melalui Surat Edaran Nomor 400.7.7.1/24741-P2P tertanggal 24 Juli 2026 tentang kewaspadaan penyakit akibat kekeringan yang telah disampaikan kepada seluruh puskesmas di Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Kolaborasi IFACE dan ICMI Kota Bogor, Rahasia Besar Gen Z Siap Kuasai Industri Halal

Fusia menjelaskan, sejumlah penyakit yang berpotensi meningkat pada musim kemarau antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan debu dan polusi udara, diare karena menurunnya kualitas air bersih dan sanitasi.

Kemudian Demam Berdarah Dengue (DBD) yang masih dapat terjadi apabila terdapat tempat berkembang biaknya nyamuk, penyakit kulit, hingga dehidrasi dan heat exhaustion akibat suhu udara yang tinggi.

"Kami meminta seluruh puskesmas meningkatkan kewaspadaan melalui penguatan surveilans terhadap penyakit yang berpotensi menjadi kejadian luar biasa, seperti diare, kolera, demam tifoid, ISPA, hepatitis, DBD, penyakit kulit, dan penyakit lainnya. Selain itu, kesiapan logistik maupun sumber daya manusia di fasilitas kesehatan juga harus dipastikan tetap optimal," ujar Fusia, Jumat 31 Juli 2026.

Untuk mengurangi risiko terkena penyakit selama musim kemarau, Dinkes Kabupaten Bogor mengimbau masyarakat menerapkan berbagai langkah pencegahan.

Di antaranya memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih yang cukup setiap hari, menjaga kebersihan diri, makanan, dan lingkungan, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

Selain itu, masyarakat juga disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di area berdebu, menghindari paparan sinar matahari secara langsung pada siang hari, serta rutin melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus.

"Masyarakat juga perlu segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan seperti demam tinggi, batuk yang tidak kunjung membaik, sesak napas, diare, muntah, maupun tanda-tanda dehidrasi agar bisa segera mendapatkan penanganan medis yang tepat di puskesmas, klinik, atau rumah sakit terdekat," jelasnya.

Baca Juga: Adiezty Fersa Raih Gelar S.I.Kom Setelah 18 Tahun, Gilang Dirga Ungkap Rasa Bangga dan Haru

Fusia menambahkan, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi salah satu langkah paling efektif dalam mencegah berbagai penyakit selama musim kemarau.

Musim kemarau bukan hanya identik dengan cuaca yang panas, tetapi juga meningkatkan potensi munculnya berbagai gangguan kesehatan.

Karena itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk membiasakan PHBS, menjaga kecukupan cairan tubuh, memelihara kebersihan lingkungan, dan segera memanfaatkan layanan kesehatan apabila merasakan gejala penyakit.

"Upaya pencegahan sejak dini merupakan cara terbaik untuk melindungi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar," pungkasnya. (abl)

Editor : Yosep Awaludin
musim kemarau kabupaten bogor penyakit