Sekolah Film Desa Hadir di Cigombong Bogor, Buka Ruang Pemuda Belajar Sinema

Septi Nulawam Harahap • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 13:34 WIB
Ilustrasi Sekolah Film Desa di Cigombong Bogor
Ilustrasi Sekolah Film Desa di Cigombong Bogor

RADAR BOGOR - Sebanyak 25 pemuda terpilih dari Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor mendapatkan kesempatan mengikuti Sekolah Film Desa.

Sekolah Film Desa merupakan sebuah program pelatihan film partisipatif yang diselenggarakan melalui Program Dosen Pulang Kampung IPB University. 

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara IPB University, Pemerintah Kecamatan Cigombong, DPK KNPI Kecamatan Cigombong, dan Kolektips Cinema Cigombong.

Program Sekolah Film Desa ini sebagai bagian dari upaya mendorong pengembangan kapasitas generasi muda melalui pendidikan kreatif berbasis potensi lokal.

Pelatihan akan dilaksanakan dalam dua kelas dasar, yakni pada 1 Agustus 2026 dan 9 Agustus 2026.

Selama pelatihan, peserta akan mempelajari dasar-dasar penulisan skenario, penyutradaraan, sinematografi, tata suara, penyuntingan, hingga produksi film partisipatif yang berangkat dari realitas sosial dan budaya masyarakat desa.

Baca Juga: Musim Kemarau, Dinkes Kabupaten Bogor Ingatkan Warga Ancaman Penyakit Ini

Dari pihak Kolektips Cinema Cigombong, proses pelatihan akan didampingi oleh Moch Aldy MA, Dandy Vieri, dan Agung Firmansyah.

Kolektips Cinema merupakan komunitas film asal Cigombong yang berhasil meraih Juara 1 Festival Film Kabupaten Bogor 2025 melalui film Mulih Ka Jati, Mulang Ka Asal. 

Atas capaian tersebut, Moch Aldy MA juga memperoleh nominasi Sutradara Terbaik, sementara Dandy Vieri meraih penghargaan Kameramen Terbaik pada festival yang sama. 

Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi para peserta Sekolah Film Desa dalam memahami proses kreatif sekaligus teknis produksi film.

Sementara dari IPB University, program ini dipimpin oleh Rajib Gandi selaku Ketua Tim Program Dosen Pulang Kampung Sekolah Film Desa. 

Bersama tim yang terdiri atas Lukman Hakim, Diadji Kuntoro, Diki Akhwan Mulya, Fajar Cakrawinata, Rifaldi Cahyanto, Azka Wahyu Dzikrilah, Muhammad Ikbal, dan Ratu Anna Rufaida, mereka akan mendampingi peserta melalui pendekatan akademik sekaligus praktik lapangan selama pelaksanaan pelatihan.

Rajib Gandi mengatakan, Sekolah Film Desa dirancang untuk memperluas akses pendidikan perfilman bagi pemuda desa sekaligus mendorong lahirnya karya-karya audio-visual yang mampu mengangkat potensi lokal.

"Melalui Sekolah Film Desa, kami ingin membuka ruang belajar yang inklusif bagi generasi muda agar mampu memproduksi film yang berangkat dari realitas masyarakatnya sendiri. Film bukan hanya media hiburan, tetapi juga medium pendidikan, dokumentasi, dan pemberdayaan masyarakat desa," ujar Rajib.

Program ini juga disambut baik Camat Cigombong, R.E. Irwan Soemantri. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, organisasi kepemudaan, dan komunitas kreatif merupakan langkah penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia di tingkat desa.

"Kami menyambut baik hadirnya Sekolah Film Desa di Cigombong. Program ini menjadi kesempatan berharga bagi pemuda untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengenalkan potensi daerah melalui karya film. Semoga dari kegiatan ini lahir sineas-sineas muda yang mampu membawa nama Cigombong ke tingkat yang lebih luas," kata Irwan.

Baca Juga: Adiezty Fersa Raih Gelar S.I.Kom Setelah 18 Tahun, Gilang Dirga Ungkap Rasa Bangga dan Haru

Sekolah Film Desa terbuka bagi remaja dan pemuda berusia 15–30 tahun yang berdomisili atau aktif berkegiatan di wilayah Kecamatan Cigombong.

Peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, anggota karang taruna, pegiat seni dan budaya, hingga komunitas kreatif. 

Selain memiliki minat di bidang film dan media digital, peserta juga diharapkan bersedia mengikuti seluruh rangkaian pelatihan serta proses produksi pasca-pelatihan.

Program ini diselenggarakan secara gratis tanpa dipungut biaya dengan kuota terbatas sebanyak 25 peserta.

Melalui Sekolah Film Desa, penyelenggara berharap program ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem perfilman desa yang berkelanjutan. 

Sinergi antara IPB University, Pemerintah Kecamatan Cigombong, DPK KNPI Kecamatan Cigombong, dan Kolektips Cinema Cigombong diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya terampil memproduksi film, tetapi juga menjadikan sinema sebagai medium untuk merawat budaya. (cok)

Editor : Yosep Awaludin
Sekolah Film Desa bogor Cigombong