Anak Penjual Jamu Jadi Lulusan Terbaik IPB, IPK 3,99

Lucky Lukman Nul Hakim • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 13:35 WIB
Nabil Bintang Prayoga, lulusan Program Studi Statistika dan Sains Data IPB University.
Nabil Bintang Prayoga, lulusan Program Studi Statistika dan Sains Data IPB University.

RADAR BOGOR - Perjuangan dan kerja keras mampu mengalahkan keterbatasan ekonomi.

Kisah itulah yang dibuktikan Nabil Bintang Prayoga, mahasiswa Program Studi Statistika dan Sains Data IPB University, yang berhasil meraih predikat Lulusan Terbaik Program Sarjana IPB University dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) hampir sempurna, 3,99.

Prestasi tersebut diumumkan pada Wisuda Tahap VIII Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar pada Juli 2026.

Selain menjadi lulusan terbaik tingkat universitas, Bintang juga dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika (SSMI) Institut Pertanian Bogor (IPB) University.

Berawal dari Keluarga Sederhana, Berbekal Beasiswa KIP Kuliah

Di balik pencapaian luar biasa itu, tersimpan kisah perjuangan seorang anak dari keluarga sederhana asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Baca Juga: Musim Kemarau, Dinkes Kabupaten Bogor Ingatkan Warga Ancaman Penyakit Ini

Lulusan SMAN 1 Subah tersebut merupakan penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) setelah diterima di IPB University melalui jalur SNMPTN yang kini dikenal sebagai SNBP.

Ayah dan ibunya menjalankan usaha salon serta depot jamu untuk menghidupi keluarga.

Kondisi ekonomi tersebut justru menjadi motivasi bagi Bintang untuk memanfaatkan kesempatan kuliah sebaik mungkin.

Dalam keterangannya, Nabil Bintang Prayoga, Lulusan Terbaik Program Sarjana IPB University 2025/2026, mengaku pencapaian itu dipersembahkan khusus bagi kedua orang tua dan keluarganya.

"Saya sangat bersyukur dapat menyelesaikan perjalanan ini sebagai lulusan terbaik. Pencapaian ini saya persembahkan untuk kedua orang tua dan kakak saya yang selalu memberikan doa, dukungan, dan semangat. Mama selalu mengatakan bahwa warisan terbaik yang dapat diberikan orang tua adalah pendidikan," ujar Bintang dikutip dari laman resmi IPB.

Ia juga mengungkapkan, rasa bangganya terhadap kedua orang tua yang mampu mengantarkan anak-anaknya menempuh pendidikan tinggi meski hanya berlatar pendidikan hingga jenjang SLTA.

"Meskipun kedua orang tua saya hanya lulusan SLTA, mereka berhasil mengantarkan kedua anaknya menempuh pendidikan tinggi, dan kami berdua sama-sama menjadi lulusan terbaik di kampus masing-masing. Bagi saya, pencapaian ini adalah hasil dari doa, kerja keras, dan dukungan keluarga," tambahnya.

Tertarik Dunia Data dan Analitik Sejak Awal Kuliah

Bintang memilih Program Studi Statistika dan Sains Data karena melihat besarnya peran data dalam mendukung pengambilan keputusan di berbagai sektor.

Menurutnya, kurikulum yang menggabungkan ilmu statistika dan data science menjadi salah satu alasan utama memilih IPB University.

Baca Juga: Adiezty Fersa Raih Gelar S.I.Kom Setelah 18 Tahun, Gilang Dirga Ungkap Rasa Bangga dan Haru

"Saya tertarik pada bagaimana data dapat diolah menjadi informasi yang bermanfaat untuk mendukung pengambilan keputusan. Selain itu, program studi ini memiliki reputasi yang sangat baik di Indonesia dengan kurikulum yang memadukan statistika dan data science," jelasnya.

Aktif Berorganisasi, Magang hingga Juara Olimpiade

Tak hanya berprestasi di ruang kuliah, Bintang juga aktif mengikuti berbagai organisasi kemahasiswaan.

Ia pernah menjadi Staf Biro Internal Ormawa Eksekutif PKU, Staf HRD Pionir Muda, Direktur Departemen Data Analytics Gamma Sigma Beta, serta Komti Statistika dan Sains Data Angkatan 59.

Pengalamannya semakin lengkap setelah dipercaya menjadi asisten dosen, menjalani program magang di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, hingga meraih prestasi dalam berbagai kompetisi Olimpiade Statistika.

Sukses Menyelesaikan Skripsi di Tengah Segudang Aktivitas

Perjalanan akademik Bintang tidak selalu berjalan mulus.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapinya adalah membagi waktu antara magang, mengikuti kompetisi, mengerjakan proyek freelance, sekaligus menyelesaikan skripsi.

Berkat disiplin dan manajemen waktu yang baik, ia mampu melewati seluruh tantangan tersebut.

Bahkan, Bintang menjadi mahasiswa pertama di Program Studi Statistika dan Sains Data IPB University yang memperoleh Surat Keterangan Lulus (SKL) hanya tiga hari setelah seminar hasil skripsi selesai dilaksanakan.

Siap Memulai Karier di PT Indomarco Prismatama

Usai menyelesaikan pendidikan sarjana, Bintang kini bersiap memasuki dunia profesional melalui Management Development Program (MDP)  Location di PT Indomarco Prismatama.

Dalam program tersebut, ia akan mengemban peran sebagai Static and Instrument Analyst, sekaligus memulai langkah awal untuk mengembangkan kompetensi sebagai calon pemimpin di dunia industri.

Baca Juga: BRI Dukung Twilite Orchestra 35th Anniversary Concert, Tiket Eksklusif Bisa Dibeli Lewat BRImo

Perjalanan Nabil Bintang Prayoga menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk meraih prestasi.

Dengan dukungan keluarga, beasiswa, serta kerja keras yang konsisten, ia berhasil mengubah peluang menjadi pencapaian yang membanggakan dan menjadi inspirasi bagi banyak generasi muda Indonesia. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
ipb Nabil Bintang Prayoga bogor institut pertanian bogor