Rahasia Pasir Putih Pantai, Ternyata Berasal dari Ikan Kakatua

Lucky Lukman Nul Hakim • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 14:25 WIB
Dosen IPB menjelaskan soal ikan kakatua.
Dosen IPB menjelaskan soal ikan kakatua.

RADAR BOGOR - Selama ini banyak orang mengira ikan kakatua menjadi ancaman bagi terumbu karang karena terlihat menggigit permukaan karang saat mencari makan. 

Namun di balik kebiasaan tersebut, tersimpan peran penting yang justru membantu menjaga keseimbangan ekosistem laut sekaligus berkontribusi dalam pembentukan pasir putih di pantai.

Fakta menarik ini dijelaskan oleh Dr. Adriani Sunuddin, Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) University. 

Baca Juga: Chelsea Datangkan Mantan Kapten Liverpool dengan Status Bebas Transfer

Menurutnya, aktivitas ikan kakatua yang terlihat merusak karang sebenarnya merupakan bagian dari proses alami yang bermanfaat bagi lingkungan pesisir.

Ikan Kakatua Menghasilkan Pasir Putih Secara Alami

Dr. Adriani menjelaskan, saat mencari makan ikan kakatua memang menggigit lapisan kapur pada terumbu karang. 

Material tersebut kemudian melewati sistem pencernaannya sebelum dikeluarkan kembali dalam bentuk butiran pasir yang sangat halus.

"Setelah melewati sistem pencernaan, sisa material tersebut dikeluarkan dalam bentuk butiran pasir yang sangat halus dan perlahan mengendap di pesisir sehingga berkontribusi terhadap pembentukan pasir putih di pantai," jelas Dr. Adriani dikutip dari laman resmi IPB.

Meski demikian, ia menegaskan, target utama ikan kakatua bukanlah memakan karang, melainkan alga serta mikroorganisme yang tumbuh di permukaan terumbu karang.

Menurutnya, aktivitas tersebut justru membantu menjaga kesehatan ekosistem laut karena membersihkan permukaan karang dari alga yang dapat menghambat pertumbuhan karang baru.

Dijuluki Insinyur Ekosistem Terumbu Karang

Dr. Adriani menyebut, ikan kakatua sebagai "insinyur ekosistem terumbu karang" karena memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan bawah laut.

"Ikan kakatua berperan sebagai insinyur ekosistem terumbu karang. Aktivitas mengikis maupun mengunyah karang memberikan manfaat ekologis yang jauh lebih besar dibandingkan kerusakan fisik yang ditimbulkannya," ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan cara makannya ikan kakatua terbagi menjadi dua kelompok, yaitu scrapers atau pengikis dan excavators atau pengeruk.

Baca Juga: Ketiak Dikompres Es Bisa Redakan Cemas? Ini Kata Psikiater IPB

Kelompok pengikis berfungsi membersihkan alga yang tumbuh cepat sehingga larva karang memiliki ruang untuk menempel dan berkembang menjadi koloni baru. 

Sementara, kelompok pengeruk membantu menyebarkan fragmen karang maupun alga endosimbion yang masih hidup sehingga proses regenerasi terumbu karang berlangsung secara alami.

Populasi Menurun, Terumbu Karang Ikut Terancam

Dr. Adriani mengingatkan, penurunan populasi ikan kakatua akibat penangkapan berlebihan maupun kerusakan habitat dapat memicu berbagai persoalan ekologis.

Jika jumlah ikan kakatua terus berkurang, pertumbuhan alga berpotensi mendominasi permukaan karang sehingga menghambat regenerasi terumbu karang. 

Selain itu, produksi pasir alami juga akan menurun dan ketahanan terumbu karang terhadap pemutihan (coral bleaching), penyakit, serta perubahan lingkungan menjadi semakin lemah.

Satu Ekor Bisa Menghasilkan Ratusan Kilogram Pasir Setiap Tahun

Salah satu fakta yang paling mengejutkan, kata Dr. Adriani, adalah kemampuan ikan kakatua menghasilkan pasir dalam jumlah besar.

"Seekor ikan kakatua dewasa bahkan dapat menghasilkan sekitar 90 hingga 450 kilogram pasir setiap tahun, sedangkan ikan kakatua kepala benjol (Bolbometopon) mampu menghasilkan lebih dari lima ton pasir dalam setahun. Pasir tersebut menjadi salah satu penyusun pulau-pulau kecil dan pantai berpasir putih di kawasan terumbu karang," ungkapnya.

Data tersebut menunjukkan bahwa keberadaan ikan kakatua memiliki kontribusi nyata terhadap pembentukan bentang alam pesisir di berbagai wilayah tropis.

Konservasi Jadi Kunci Menjaga Ekosistem Laut

Untuk mempertahankan fungsi ekologis ikan kakatua, Dr. Adriani mendorong adanya pengelolaan sumber daya laut yang melibatkan masyarakat pesisir.

Menurutnya, penguatan hukum adat, penerapan aturan penangkapan yang berkelanjutan, serta edukasi mengenai pentingnya ikan kakatua perlu terus dilakukan agar populasi spesies ini tetap terjaga.

Baca Juga: Sedan Listrik RWD dengan Jarak Tempuh 560 Km, Mazda 6e Fastback Ramaikan Pasar EV Indonesia

"Konservasi ikan kakatua bukan hanya menjaga satu jenis ikan, tetapi juga mempertahankan kemampuan terumbu karang untuk pulih, melindungi keanekaragaman hayati laut, dan menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir," pungkas Dr. Adriani.

Peran ikan kakatua membuktikan bahwa setiap makhluk di laut memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan alam. 

Di balik kebiasaannya menggigit terumbu karang, ikan ini justru menjadi salah satu penjaga kesehatan ekosistem sekaligus 'pabrik alami' pembentuk pasir putih yang mempercantik pantai-pantai tropis. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
ipb ikan kakatua karang institut pertanian bogor pasir