Floaters Bukan Akibat Main Gadget, Dokter IPB Ungkap Penyebabnya

Lucky Lukman Nul Hakim • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 15:58 WIB
ILUSTRASI: Floaters sering kali dikaitkan dengan kebiasaan menggunakan gadget.
ILUSTRASI: Floaters sering kali dikaitkan dengan kebiasaan menggunakan gadget.

RADAR BOGOR - Munculnya bayangan hitam, benang atau titik-titik yang melayang di penglihatan atau dikenal sebagai floaters belakangan ramai menjadi perbincangan. 

Banyak yang menduga kondisi ini dipicu oleh terlalu lama menatap layar gadget.

Namun, benarkah demikian?

Floaters Umumnya Terjadi karena Perubahan Alami pada Mata

Belakangan ini, semakin banyak masyarakat yang mengeluhkan munculnya bayangan hitam, titik-titik kecil, benang, hingga menyerupai jaring laba-laba yang tampak melayang mengikuti arah pandangan. 

Baca Juga: Kebakaran Lahap 9,7 Hektare Lahan Alang-alang di Cileungsi Bogor, Nyaris Merembet ke Perumahan

Kondisi yang dikenal sebagai floaters ini sering kali dikaitkan dengan kebiasaan menggunakan gadget dalam waktu lama.

Namun, anggapan tersebut diluruskan oleh dokter spesialis mata sekaligus dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) University, dr Drasthya Zarisha, SpM. Menurutnya, penggunaan gadget bukanlah penyebab utama munculnya floaters.

dr Drasthya menjelaskan, floaters terbentuk akibat adanya kumpulan serabut kolagen berukuran mikroskopis di dalam gel vitreous, yaitu gel bening yang mengisi sebagian besar rongga bola mata. 

Serabut-serabut tersebut kemudian membentuk bayangan pada retina sehingga terlihat seperti titik hitam, benang, atau jaring laba-laba yang seolah bergerak mengikuti arah pandangan.

"Pada sebagian besar kasus, floaters merupakan bagian dari proses penuaan yang normal. Seiring bertambahnya usia, gel vitreous mengalami pencairan dan penyusutan sehingga membentuk bayangan yang terlihat saat mata bergerak," ujar dr Drasthya.

Gadget Tidak Menyebabkan Floaters Secara Langsung

Meski sering dikaitkan, dr Drasthya menegaskan bahwa penggunaan gadget dalam waktu lama tidak secara langsung menyebabkan floaters.

Menurutnya, terlalu lama menatap layar digital memang dapat membuat mata mengalami kelelahan.

Kondisi tersebut membuat seseorang menjadi lebih peka terhadap keberadaan floaters yang sebenarnya sudah ada sebelumnya.

"Penggunaan gadget yang terlalu lama tanpa jeda memang dapat menyebabkan mata cepat lelah. Akibatnya, seseorang menjadi lebih menyadari atau merasa terganggu dengan floaters yang sudah dimiliki," jelasnya.

Dengan kata lain, gadget bukan penyebab munculnya floaters, melainkan hanya membuat gejalanya terasa lebih mengganggu ketika mata berada dalam kondisi lelah.

Waspadai Floaters yang Muncul Mendadak

Meski sebagian besar floaters tergolong normal, dr Drasthya mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala yang muncul secara tiba-tiba.

Ia mengatakan, pemeriksaan mata perlu segera dilakukan apabila jumlah floaters bertambah dengan cepat, disertai munculnya kilatan cahaya (photopsia), atau terjadi gangguan pada bagian tepi penglihatan. 

Baca Juga: Teuku Ryan Rayakan Ultah ke-4 Moana dengan Cara Sederhana tapi Bermakna 

Kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan pada retina yang membutuhkan penanganan medis secepatnya.

Karena itu, siapa pun yang baru pertama kali mengalami floaters atau merasa keluhannya semakin berat disarankan segera berkonsultasi dengan dokter spesialis mata.

"Pemeriksaan retina, saraf optik, serta gel vitreous penting dilakukan untuk memastikan tidak terdapat kelainan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut," kata dr Drasthya.

Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami Floaters?

dr Drasthya menjelaskan, terdapat beberapa kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami floaters, antara lain:

Lansia atau orang berusia lanjut.

Penderita rabun jauh, terutama dengan minus tinggi.

Orang yang pernah menjalani operasi mata atau memiliki kelainan pada lensa mata.

Individu yang memiliki riwayat keluarga maupun pernah mengalami ablasio retina.

Baca Juga: Sulap Jajanan Jadul Jadi Kekinian, Ini Resep Kue Talam Ubi Ungu Cantik Mirip Cupcake

Ia menegaskan, deteksi dini merupakan langkah penting untuk mencegah gangguan retina berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

"Deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah gangguan retina yang lebih serius. Karena itu, jangan ragu memeriksakan mata apabila muncul gejala yang tidak biasa," tutup dr Drasthya. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
ipb Floaters bogor institut pertanian bogor