Jalan Provinsi Penuh Debu Imbas Pembangunan, Siswa SD di Parung Panjang Bogor Kena Dampak

Septi Nulawam Harahap • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 17:02 WIB
Sejumlah murid di SDN Jagabaya 1 mengikuti kegiatan belajar mengajar menggunakan masker akibat polusi udara. Sejumlah murid lainnya dilaporkan mengalami gangguan pernapasan.(Dok. SDN Jagabaya)
Sejumlah murid di SDN Jagabaya 1 mengikuti kegiatan belajar mengajar menggunakan masker akibat polusi udara. Sejumlah murid lainnya dilaporkan mengalami gangguan pernapasan.(Dok. SDN Jagabaya)

RADAR BOGOR - Polusi udara di Jalan Raya Parung Panjang Kabupaten Bogor berdampak pada kesehatan masyarakat sekitar.

Sejumlah murid di SDN Jagabaya 1 dilaporkan mengalami gangguan pernapasan sehingga absen dari kegiatan belajar mengajar.

Indah, salah seorang guru di sekolah tersebut membenarkan sejumlah anak didiknya tidak masuk sekolah karena sakit pada Jumat, 31 Juli 2026.

"Banyak anak-anak yang sakit. Setiap kelas itu ada enam sampai tujuh orang, akibat polusi, tenggorokan sakit, sampai batuk," tuturnya.

Baca Juga: Kebakaran Lahap 9,7 Hektare Lahan Alang-alang di Cileungsi Bogor, Nyaris Merembet ke Perumahan

Menurut Indah, kondisi Jalan Parun Panjang yang saat ini masih dalam tahap rekonstruksi penuh dengan debu sehinggu udara di sekitar berpolusi.

Hal itu berimbas pada kegiatan belajar di sekolahnya lantaran kesulitan bernapas.

"Debunya bahkan tebal, meja-meja ditinggal sebentar langsung penuh debu. Termasuk lapangan sekolah juga tertutup debu," bebernya.

Oleh karenanya, pihak sekolah berharap adanya penanganan dari pihak terkait seperti penyiraman air untuk meminimalisir polusi udara dari debu jalan.

Sempat, lanjut Indah, penyiraman air dilakukan setelah warga setempat menggelar aksi unjuk rasa blokade jalan dengan keluhan yang sama beberapa waktu lalu.

"Tapi sekarang belum ada lagi, kami berharap pemerintah melakukan penyiraman terus, dan berharap pembangunan jalannya cepat selesai," tukasnya.(cok)

Editor : Eka Rahmawati
bogor debu parung panjang