Mengulik Asal Usul Nama Gunung Putri Bogor, dari Gunung yang Kini Tinggal Bukit

Muhammad Ali • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 20:59 WIB
Gunung yang kini menjadi sebuah bukit atau daratan tertinggi di Gunung Putri yang berada di Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor. (Azis/Radar Bogor)
Gunung yang kini menjadi sebuah bukit atau daratan tertinggi di Gunung Putri yang berada di Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor. (Azis/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Nama Gunung Putri yang kini menjadi salah satu kecamatan di Kabupaten Bogor ternyata menyimpan sejarah panjang. 

Di balik nama tersebut, terdapat sebuah gunung yang dahulu berdiri megah, tetapi kini bentuknya telah berubah menjadi bukit akibat aktivitas penambangan batu yang berlangsung selama puluhan tahun.

Pegiat Kebudayaan Gunung Putri, Naudy, mengungkapkan masih banyak masyarakat dari luar daerah yang mempertanyakan keberadaan gunung yang menjadi asal mula nama wilayah tersebut.

"Memang Gunung itu memang ada di situ," ujar Naudy kepada Radar Bogor, Jumat, 31 Juli 2026.

Menurutnya, keberadaan Gunung Putri bukan sekadar cerita turun-temurun, ia mengaku memperoleh informasi tersebut dari para juru kunci yang selama ini menjaga kawasan itu. 

Naudy sendiri merupakan salah satu pengembang kelompok budaya Mandala Gunung Putri yang aktif menggali sejarah dan budaya lokal.

Baca Juga: Waspada Ceceran Minyak di Jalan Ahmad Yani Bogor, Sejumlah Pengendara Motor Tergelincir

Ia menjelaskan, dahulu Gunung Putri memiliki ukuran yang jauh lebih besar dibandingkan sekarang, tetapi penambangan batu yang berlangsung selama puluhan tahun membuat bentuknya terus menyusut hingga kini lebih menyerupai bukit.

Perubahan itu juga terlihat dari waktu tempuh menuju puncaknya, jika saat ini perjalanan hanya memakan waktu sekitar 15 menit, dahulu masyarakat membutuhkan waktu berjam-jam untuk mencapai bagian atas gunung.

Selain kondisi fisiknya, Naudy juga menjelaskan asal usul nama Putri dari Kata Gunung Putri, menurut cerita yang ia terima, nama tersebut berkaitan dengan Ambu Mayang Sari, nenek dari Prabu Siliwangi.

"Memang ada beberapa versi mengenai asal usul Gunung Putri, yang saya ketahui, dahulu lokasi itu merupakan tempat bersemayam Ambu Mayang Sari, neneknya Prabu Siliwangi," tuturnya.

Ia menyebut Gunung Putri pada masa lampau juga diyakini menjadi sebuah mandala, yakni tempat penempaan atau pendidikan bagi calon-calon raja Kerajaan Pajajaran sebelum memimpin kerajaan.

Naudy juga menuturkan bahwa di kawasan puncak Gunung Putri terdapat sebuah pertilasan yang diyakini berkaitan dengan Raden Jaya Lakana atau Mbah Jago. Namun, ia menegaskan lokasi tersebut bukan merupakan makam.

"Yang ada di atas itu pertilasan Mbah Jago atau kita sebut keramat, kalau makam Mbah Jago berada di daerah Kujang, Jonggol, memang ada beberapa orang yang kemudian membangun musala di kawasan pertilasan itu," katanya.

Secara administratif, Gunung Putri merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Sebelum tahun 1963, wilayah tersebut merupakan bagian dari Kawedanan Jonggol. 

Setelah terbit Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 1963, struktur pemerintahan tingkat karesidenan dan kawedanan dihapus, sehingga Gunung Putri berkembang menjadi kecamatan seperti yang dikenal saat ini.

Bagi Naudy, sejarah Gunung Putri menjadi bagian penting dari identitas masyarakat yang perlu terus dijaga. Meski gunungnya kini telah banyak berubah akibat aktivitas manusia, kisah di balik nama Gunung Putri tetap hidup melalui tradisi lisan dan upaya pelestarian yang dilakukan para pegiat budaya.(Cr1)

Editor : Eka Rahmawati
bogor asal usul Gunung Putri