RADAR BOGOR – RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang terus memperkuat upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan kepada pasien serta keluarga.
Kali ini, RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang menggelar penyuluhan mengenai pencegahan demam tifoid (tipes) sebagai langkah meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penyakit infeksi yang masih sering ditemukan.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 22 Juli 2026, di Ruang Rawat Inap Alamanda RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang itu, diselenggarakan oleh Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) bekerja sama dengan Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) serta perawat Ruang Rawat Inap Alamanda.
Sebelum memasuki materi utama, peserta terlebih dahulu mendapatkan edukasi mengenai pentingnya hand hygiene melalui praktik enam langkah mencuci tangan yang benar sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran pasien dan keluarga bahwa kebiasaan mencuci tangan dengan benar merupakan salah satu cara paling efektif untuk memutus rantai penularan berbagai penyakit infeksi, termasuk demam tifoid.
Materi penyuluhan disampaikan oleh Agung Rahman Nugraha, Amd.Kep, Ulfah Eka Viani Agustin, Amd.Kep selaku anggota Komite PPI, bersama tim Promosi Kesehatan (Promkes).
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan berbagai aspek mengenai demam tifoid, mulai dari pengertian penyakit, penyebab infeksi oleh bakteri Salmonella Typhi, faktor-faktor yang meningkatkan risiko penularan, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta juga diingatkan untuk selalu menjaga kebersihan diri, membiasakan mencuci tangan sebelum makan, memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi dalam kondisi bersih dan higienis, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Suasana edukasi berlangsung interaktif. Pasien dan anggota keluarga yang hadir tampak antusias mengikuti pemaparan materi dan aktif mengajukan pertanyaan kepada narasumber.
Salah seorang peserta menanyakan apakah seseorang yang telah sembuh dari demam tifoid masih berisiko mengalami penyakit yang sama di kemudian hari.
Menjawab pertanyaan tersebut, Agung Rahman Nugraha menjelaskan bahwa seseorang tetap memiliki kemungkinan terinfeksi kembali.
Hal itu dapat terjadi akibat paparan infeksi baru ataupun karena pada kondisi tertentu bakteri masih dapat bertahan di dalam tubuh.
"Karena itu, upaya pencegahan tetap harus dilakukan secara konsisten. Menjaga kebersihan diri, rutin mencuci tangan sebelum makan, serta mengonsumsi antibiotik hingga tuntas sesuai petunjuk dokter menjadi langkah penting untuk menurunkan risiko infeksi maupun kekambuhan," jelasnya.
Baca Juga: Resep Kue Gabin Tape yang Renyah dan Lumer, Camilan Sederhana Teman Ngopi
Melalui kegiatan edukasi ini, RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang berharap pasien dan keluarga semakin memahami pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Langkah sederhana tersebut dinilai berperan besar dalam mencegah demam tifoid maupun berbagai penyakit infeksi lainnya, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan rumah sakit yang aman serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. (***)
Editor : Yosep Awaludin