RADAR BOGOR - Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 yang mengusung tema “Sayang Anak, Sayang Indonesia”, RSUD R. Moh. Noh. Nur Leuwiliang menggelar kegiatan edukasi kesehatan bagi orang tua. Kegiatan yang mengangkat topik “Pencegahan Dehidrasi Saat Anak Diare” tersebut berlangsung di Poli Rawat Jalan Anak.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya rumah sakit dalam memperluas pemahaman masyarakat mengenai kesehatan anak. Melalui edukasi tersebut, para orang tua dibekali informasi yang dapat membantu mereka melakukan penanganan awal ketika anak mengalami diare sekaligus mengenali kondisi yang membutuhkan pertolongan medis.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan proses registrasi, kemudian dilanjutkan sambutan Direktur RSUD R. Moh. Noh. Nur Leuwiliang, pemaparan materi, diskusi bersama peserta, hingga pembagian suvenir.
Materi kesehatan disampaikan oleh tiga Dokter Spesialis Anak, yakni dr. Desak Gede Arie Yudharti, Sp.A., dr. Nandia Permata Rahma A., Sp.A., dan dr. Ammar Fauzan Islami, Sp.A.
Dalam pemaparannya, tim dokter mengingatkan pentingnya bagi orang tua untuk memahami tanda-tanda dehidrasi pada anak yang mengalami diare. Selain itu, dijelaskan pula tindakan awal yang dapat dilakukan di rumah serta kondisi tertentu yang mengharuskan anak segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Sesi diskusi berlangsung cukup aktif. Para orang tua memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai sejumlah persoalan kesehatan anak, mulai dari tata cara menyiapkan susu formula, berat badan anak yang belum meningkat setelah operasi usus buntu, hingga kondisi diare yang disertai muntah.
Pertanyaan lain yang muncul berkaitan dengan penggunaan obat lambung ketika anak mengalami diare serta anggapan mengenai kualitas ASI sebagai penyebab berat badan anak sulit bertambah.
Menjawab berbagai pertanyaan tersebut, para dokter menekankan bahwa kondisi setiap anak tidak dapat disamaratakan dan perlu dilihat melalui pemeriksaan medis secara menyeluruh.
Terkait pemberian susu formula, orang tua disarankan mengikuti petunjuk penggunaan yang tercantum pada kemasan. Kebersihan peralatan serta penggunaan air matang yang aman juga perlu diperhatikan dalam proses penyiapannya.
Sementara bagi anak yang mengalami kesulitan menambah berat badan, termasuk setelah menjalani tindakan operasi, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut. Evaluasi dapat mencakup kecukupan nutrisi, kondisi pemulihan, serta kemungkinan adanya faktor medis lain yang memengaruhi pertumbuhan.
Untuk anak yang mengalami diare bersamaan dengan muntah, pencegahan dehidrasi menjadi perhatian utama. Pemberian cairan, termasuk oralit sesuai petunjuk tenaga kesehatan, dapat dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan. Apabila anak menunjukkan tanda-tanda bahaya, orang tua dianjurkan segera mencari pertolongan medis.
Tim dokter juga menjelaskan bahwa obat lambung bukanlah pengobatan utama untuk diare. Penggunaannya perlu mempertimbangkan indikasi medis dan sebaiknya dilakukan berdasarkan rekomendasi dokter.
Adapun terkait berat badan anak yang tidak mengalami peningkatan, kondisi tersebut tidak dapat secara langsung dikaitkan dengan kualitas ASI. Berbagai faktor perlu diperiksa, termasuk kecukupan asupan, teknik menyusui, kondisi kesehatan, serta status gizi anak.
Rangkaian peringatan HAN 2026 di RSUD R. Moh. Noh. Nur Leuwiliang berlanjut pada Jumat, 24 Juli 2026. Rumah sakit mengadakan kegiatan berbagi makanan ringan kepada pasien anak yang tengah menjalani perawatan di ruang rawat inap.
Kegiatan tersebut turut dihadiri dokter spesialis anak, dr. Firman Sah Anthonius, Sp.A dan dr. Nandia Permata Rahma A., Sp.A. Pelaksanaan kegiatan juga didampingi Kepala Ruangan Rawat Inap Matahari beserta tim PKRS.
Pemberian snack kepada pasien anak menjadi bentuk perhatian dan dukungan moril dari rumah sakit. Kehadiran kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan suasana yang lebih hangat dan menyenangkan bagi anak selama menjalani proses perawatan.
"Melalui rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 ini, RSUD R. Moh. Noh. Nur Leuwiliang berharap semakin banyak orang tua yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menjaga kesehatan anak sejak dini," demikian keterangan tertulis RSUD R. Moh. Noh. Nur.
Edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, ditambah pelayanan kesehatan yang mengedepankan sisi humanis, diharapkan dapat membantu menciptakan generasi Indonesia yang sehat, berkembang secara optimal, dan memiliki kualitas hidup yang baik.
Editor : Eka Rahmawati