Sekitar 200 orang mengikuti kegiatan tersebut. Peserta terdiri dari sekitar 100 anak yatim, piatu, dan dhuafa serta kurang lebih 100 warga Desa Sinarwangi. Acara dibuka Ketua Sahabat Al-Muttaqien Saepulloh bersama Pembina Yayasan Doa Yatim Abi Rahmat dan Muhammad Irfansyah Lubis.
Baca Juga: Perkuat Literasi Keuangan dan Pengembangan SDM, Bank Mandiri Taspen Jalin MoU dengan IPB University
Konsep kegiatan dibuat berbeda dari santunan yang hanya berorientasi pada pemberian bantuan. Para peserta tidak hanya mendapatkan santunan dan bingkisan, tetapi juga memperoleh sejumlah pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sejumlah agenda disiapkan panitia, mulai dari edukasi mengenai teknik menyikat gigi, pembekalan tentang batas aurat dan perlindungan diri bagi anak laki-laki serta perempuan, permainan edukatif, layanan pemeriksaan kesehatan tanpa biaya, hingga pembagian sembako bagi masyarakat.
Kegiatan juga diisi dengan makan bersama warga, bazar barang dengan harga terjangkau, serta kehadiran booth dari sejumlah pihak yang mendukung penyelenggaraan acara.
Materi mengenai perlindungan anak menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian edukasi. Panitia berupaya membekali anak-anak dengan pemahaman mengenai batasan tubuh, cara menjaga diri, serta keberanian untuk berbicara kepada orang tua atau orang dewasa yang dipercaya ketika menghadapi keadaan yang berisiko.
Dengan pendekatan tersebut, manfaat kegiatan diharapkan tidak berhenti pada bantuan berupa santunan maupun bingkisan. Anak-anak juga diharapkan membawa pulang pengetahuan yang dapat membantu mereka menjaga keselamatan dan melindungi diri di kemudian hari.
Pelaksanaan “Senyum Bersama” turut didukung sejumlah mitra yang memiliki perhatian terhadap kegiatan sosial. Dukungan datang antara lain dari Natur, Plaskita, Wings Indonesia, Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa, Kalbe Farma, serta Niat Umroh.
Ketua Sahabat Al-Muttaqien Saepulloh berharap kegiatan tersebut dapat berkembang menjadi program sosial yang dilakukan secara berkesinambungan sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.
Ia menekankan bahwa kegiatan santunan yang digagas tidak hanya bertujuan menghadirkan kebahagiaan dalam waktu singkat. Lebih dari itu, kegiatan diharapkan memberikan edukasi dan manfaat yang dapat terus dirasakan dalam jangka panjang.
"Kami ingin menghadirkan kegiatan santunan yang tidak hanya berbagi kebahagiaan sesaat, tetapi juga memberikan nilai edukasi dan manfaat jangka panjang, semoga setiap senyum yang terukir hari ini mampu menghadirkan harapan baru bagi anak-anak dan masyarakat Desa Sinarwangi," ujar Saepulloh.
Melalui semangat “Satu Senyum, Sejuta Harapan. Bersama Berbagi, Bersama Kebaikan.”, Sahabat Al-Muttaqien dan Yayasan Doa Yatim berkomitmen mendorong keberlanjutan program tersebut.
Ke depan, “Senyum Bersama” diharapkan dapat menjangkau wilayah yang lebih luas dan melibatkan semakin banyak pihak, sekaligus menjadi inspirasi untuk menghadirkan kegiatan sosial yang tidak hanya bersifat bantuan, tetapi juga memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.