Pemkab Dorong Petani Beralih ke Durian, Permintaan Bibit di Wilayah Bogor Timur Meningkat saat Kemarau

Muhammad Ali • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 21:32 WIB
Kepala Distanhornun Kabupaten Bogor, Entis Sutisna. (Muhammad Ali/Radar Bogor)
Kepala Distanhornun Kabupaten Bogor, Entis Sutisna. (Muhammad Ali/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) mencatat tingginya permintaan bibit pohon durian dari kelompok tani (poktan) di wilayah Bogor Timur.

Meningkatnya permintaan tersebut dipicu oleh dampak musim kemarau yang membuat sebagian petani kesulitan mengandalkan budidaya padi.

Kepala Distanhorbun Kabupaten Bogor, Entis Sutisna mengatakan, kondisi kekeringan mendorong para petani mengusulkan bantuan bibit tanaman perkebunan, khususnya durian, sebagai alternatif untuk menjaga produktivitas lahan.

"Kita menerima usulan dari para petani karena terkendala di musim kemarau, maka kita alihkan para petani padi ini menjadi petani lainnya dan di timur itu banyak permintaan pohon-pohon durian," ujar Entis, Selasa, 4 Agustus 2026.

Baca Juga: Euforia Kemenangan Persib di Kota Bogor, Tugu Kujang dan Jalan Sholeh Iskandar adi Lautan Bobotoh

Menurutnya, wilayah Kecamatan Jonggol dan Cariu menjadi daerah dengan permintaan bibit durian paling tinggi, hal itu tidak terlepas dari keberhasilan para petani di kawasan tersebut yang telah membudidayakan durian sejak beberapa tahun lalu.

"Delapan tahun lalu para petani di sana berhasil membudidayakan durian, jadi tidak mengandalkan lahan pertanian padi atau apapun," jelasnya.

Entis menuturkan, jenis durian yang banyak diusulkan kelompok tani antara lain varietas Bawor dan Mesofit. Kedua varietas tersebut dinilai cocok dikembangkan di wilayah timur Kabupaten Bogor dan mampu memberikan nilai ekonomi bagi petani, terutama saat musim kemarau.

"Ternyata dengan menanam durian itu sangat membantu para petani terutama di musim kemarau," ungkapnya.

Ia menambahkan, setiap kelompok tani dapat mengusulkan hingga sekitar 4.000 bibit durian. Program tersebut kini tidak hanya diminati di wilayah Bogor Timur, tetapi mulai menyebar ke berbagai kecamatan di Kabupaten Bogor.

"Setiap poktan itu mengusulkan bisa mencapai 4.000-an bibit untuk di wilayah timur dan kondisi sekarang sudah menyebar hingga penjuru wilayah Kabupaten Bogor," paparnya.

Selain untuk mendukung ketahanan petani menghadapi musim kemarau, program pengembangan durian juga sejalan dengan keinginan Bupati Bogor Rudy Susmanto agar Kabupaten Bogor mampu memenuhi kebutuhan durian dari hasil produksi daerah sendiri.

"Alhamdulillah sekarang sudah menyebar. Citeureup pertama kali ekspor ke Cina, ternyata duren itu bukan dari Bogor saja," pungkasnya.(Cr1)

Editor : Eka Rahmawati
bogor pemkab durian