RADAR BOGOR – Yayasan Kampoong Ecopreneur resmi membuka pendaftaran Program Santri Ecopreneur 2026, sebuah pendidikan bisnis tanpa biaya yang dirancang untuk mencetak wirausahawan berbasis lingkungan atau ecopreneur.
Program yang berpusat di Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, ini mendapat sambutan positif.
Hingga awal Agustus 2026, lebih dari 100 orang telah mendaftarkan diri sebagai calon peserta.
Pendiri Kampoong Ecopreneur, Jamil Azzaini, mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi sejak pendaftaran dibuka.
"Saat ini pendaftaran Santri Ecopreneur masih berlangsung dan jumlah pendaftar sudah melampaui 100 orang. Kami berharap semakin banyak anak muda yang bergabung untuk belajar membangun usaha yang berdampak bagi lingkungan dan masyarakat," ujarnya, Kamis 6 Agustus 2026.
Menurut Jamil, lahirnya program ini didorong oleh tiga tantangan besar yang tengah dihadapi Indonesia, yakni kerusakan lingkungan, lemahnya ekonomi pedesaan, serta meningkatnya persoalan kesehatan mental.
Baca Juga: Kebakaran Bromo Meluas, 51 Hektare Lahan Terbakar hingga Masuk Wilayah Malang
Ia menjelaskan, dalam sekitar 15 tahun terakhir Indonesia kehilangan kurang lebih 18 juta hektare kawasan hutan.
Di sisi lain, banyak desa yang memiliki potensi sumber daya alam melimpah, tetapi belum mampu mengubahnya menjadi sumber kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, persoalan kesehatan mental juga menjadi perhatian karena diperkirakan dialami sekitar 31 juta penduduk Indonesia.
Berangkat dari kondisi tersebut, Yayasan Kampoong Ecopreneur membangun pusat pendidikan sekaligus pemberdayaan masyarakat di atas lahan wakaf seluas 1,7 hektare di Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.
Melalui pusat pembelajaran ini, yayasan berupaya melahirkan pelaku usaha yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memberi dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Salah satu inisiatif yang dijalankan adalah program One Family One Ecopreneur, sebuah gerakan yang menargetkan hadirnya minimal satu pengusaha berbasis lingkungan di setiap keluarga.
Program tersebut tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga pendampingan berkelanjutan agar peserta mampu mengembangkan usaha sesuai potensi daerah masing-masing.
Implementasi program itu telah dimulai di Desa Sadeng Kolot, Kecamatan Leuwisadeng.
Kampoong Ecopreneur bekerja sama dengan para petani untuk mengembangkan budidaya ubi, mulai dari proses penanaman hingga pemasaran hasil panen.
Jamil mengatakan pihaknya juga membantu membuka akses pasar internasional sehingga produk pertanian masyarakat memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.
Baca Juga: Remaja di Tanah Baru Kota Bogor Berjenis Kelamin Ganda, Butuh Bantuan Biaya Pengobatan
"Kami ingin petani tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga memiliki akses menuju pasar ekspor seperti Singapura dan Malaysia. Pada Agustus ini kami mulai mengelola lahan sekitar 1,5 hektare sebagai tahap awal," jelasnya.
Program pemberdayaan tersebut turut didukung oleh DT Peduli dan Center for Islamic Business and Economic Studies (CIBEST) IPB University.
Penggagas CIBEST IPB, Irfan Syauqi Beik, berharap program ini mampu menciptakan keseimbangan antara peningkatan kesejahteraan ekonomi dan penguatan nilai spiritual masyarakat.
"Harapan kami, para petani tidak hanya semakin sejahtera secara ekonomi, tetapi juga memiliki kualitas spiritual yang terus bertumbuh," katanya.
Dalam Program Santri Ecopreneur, peserta akan mendapatkan pembinaan keislaman, pelatihan kewirausahaan, hingga pendampingan langsung dari para praktisi berpengalaman.
Sejumlah mentor yang akan terlibat antara lain Jamil Azzaini, mantan praktisi Astra Group Atok Aryanto, mantan jurnalis Tempo sekaligus salah satu pendiri Hara Chicken Burhan Sholihin, serta para pelatih dan coach profesional Kampoong Ecopreneur.
Melalui pembelajaran tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman Al-Qur'an yang kuat, tetapi juga mampu membangun usaha yang mandiri, berkelanjutan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Pendaftaran Program Santri Ecopreneur dibuka hingga 20 Agustus 2026. Seleksi administrasi akan diumumkan pada 25 Agustus.
Baca Juga: Bansos PKH Tahap 3 Cair Lagi 6 Agustus 2026, KKS Lama dan Baru Mulai Terima Saldo
Dilanjutkan kelas daring selama September hingga Oktober, wawancara pada 25–30 Oktober, serta kelas tatap muka yang dimulai pada November 2026.
Jamil menegaskan, tujuan utama program ini adalah mencetak generasi yang memiliki keseimbangan antara kualitas spiritual dan kemampuan membangun bisnis.
"Kami ingin peserta mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sekaligus sukses membangun usaha. Harapannya, spiritual mereka semakin baik, bisnis berkembang, dan kesejahteraan ekonomi juga meningkat," tutupnya. (***)
Editor : Yosep Awaludin