
RADAR BOGOR – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 3,4 mengguncang wilayah Kabupaten Bogor, pada Jumat, 7 Agustus 2026, dini hari.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif.
Berdasarkan informasi BMKG, gempa terjadi pada pukul 03.42.56 WIB. Hasil analisis terbaru menunjukkan gempa memiliki magnitudo 3,4 dengan pusat gempa berada di koordinat 6,72 Lintang Selatan dan 106,69 Bujur Timur.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Tangerang, Hartanto, menjelaskan episenter gempa berada di darat sekitar 18 kilometer barat daya Kota Bogor, dengan kedalaman hiposenter mencapai 4 kilometer.
Menurut Hartanto, karakteristik lokasi pusat gempa dan kedalamannya mengindikasikan bahwa peristiwa tersebut termasuk gempa bumi dangkal yang dipicu oleh pergerakan sesar aktif di wilayah tersebut.
"Analisis kami menunjukkan gempa ini merupakan gempa dangkal yang dipengaruhi aktivitas sesar aktif, berdasarkan posisi episenter dan kedalaman hiposenternya," ujar Hartanto.
Baca Juga: BPNT Tahap 3 Telah Disalurkan ke Lebih 12 Juta KPM, Ini Cara Cek Penerima dan Saldo Bantuan Sosial
Getaran gempa dilaporkan dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor, antara lain Pamijahan, Leuwiliang, Ciomas, Cigombong, dan Cijeruk.
Intensitas gempa di daerah tersebut mencapai skala III MMI, yang berarti getaran terasa jelas di dalam rumah dan menyerupai truk besar yang sedang melintas.
Sementara itu, masyarakat di wilayah Cicurug, Kabupaten Sukabumi, serta Cipanas, Kabupaten Cianjur, juga merasakan guncangan dengan intensitas II hingga III MMI.
Pada skala tersebut, getaran masih dapat dirasakan secara nyata oleh warga yang berada di dalam bangunan.
Meski getaran dirasakan di beberapa daerah, hingga berita ini diturunkan belum terdapat laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut.
BMKG juga mengungkapkan bahwa hingga pukul 04.18 WIB, hasil pemantauan menunjukkan telah terjadi tiga kali gempa susulan (aftershock) setelah gempa utama mengguncang wilayah Kabupaten Bogor. (***)
Editor : Yosep Awaludin