RADAR BOGOR – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DiskopUKM) Kabupaten Bogor, Iman Wahyu Budiana, dinobatkan sebagai Tokoh Penggerak Koperasi Jawa Barat pada peringatan Hari Koperasi ke-79 tingkat Jawa Barat.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian kegiatan yang diselenggarakan Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Barat bersama Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat.
Dalam agenda itu, dilakukan penilaian terhadap kinerja Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) serta kepala dinas yang membidangi koperasi di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Proses penilaian mencakup berbagai indikator, mulai dari pembinaan koperasi, penguatan kelembagaan, hingga inovasi program yang dijalankan pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan koperasi.
Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, Iman Wahyu Budiana ditetapkan sebagai Tokoh Penggerak Koperasi Jawa Barat atas kontribusinya dalam memperkuat ekosistem koperasi di Kabupaten Bogor.
Iman mengungkapkan, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat peran koperasi sebagai salah satu pilar utama ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Daftar Terbaru Wilayah yang Sudah Cair Bansos PKH Tahap 3 2026, Cek Daerahmu
Sejak dipercaya memimpin DiskopUKM Kabupaten Bogor pada 2023, birokrat senior Pemkab Bogor itu memanfaatkan pengalaman panjangnya di berbagai sektor pemerintahan untuk membangun sistem pembinaan koperasi yang lebih kolaboratif.
Menurutnya, koperasi tidak cukup hanya dibina melalui regulasi, tetapi juga harus diperkuat dari sisi tata kelola, akuntabilitas, kepatuhan pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT).
Kemudian peningkatan kemampuan pengurus, digitalisasi, penguatan akuntansi, integrasi dengan UMKM, hingga perluasan akses pasar.
"Kami mendorong koperasi menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Pemerintah berperan sebagai fasilitator, koperasi menjadi motor penggerak, UMKM menjadi bagian dari rantai nilai, sementara desa dan kelurahan menjadi basis pengembangan ekonomi kerakyatan," ujar Iman, Jumat 7 Agustus 2026.
Ia menambahkan, pendekatan yang diterapkan selama ini berfokus pada pembangunan ekosistem yang mampu menyatukan koperasi, pelaku UMKM, pemerintah desa, kecamatan, perangkat daerah, hingga dunia usaha dalam satu tujuan bersama.
"Kami berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung agar seluruh pemangku kepentingan dapat bergerak bersama memperkuat ekonomi rakyat melalui koperasi," katanya.
Selama memimpin DiskopUKM Kabupaten Bogor, Iman juga dinilai berhasil mempercepat pelaksanaan program prioritas nasional, yakni pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Sejumlah capaian berhasil direalisasikan, di antaranya pembentukan 435 KDKMP yang telah rampung pada 2025.
Seluruh koperasi telah memperoleh badan hukum, koperasi desa dan kelurahan mulai aktif beroperasi, serta berkembangnya sedikitnya 65 jenis gerai usaha di bawah naungan koperasi.
Baca Juga: Prediksi Skor Burnley vs Notts County EFL Cup 2026, Misi Bangkit The Clarets
Ke depan, Iman menargetkan sinergi antara koperasi dan UMKM semakin kuat sehingga pelaku usaha mikro memiliki akses pembiayaan yang lebih sehat sekaligus memperluas jaringan pemasaran produknya.
Menurut dia, ketika UMKM bergabung sebagai anggota koperasi, kebutuhan permodalan dapat dipenuhi melalui lembaga koperasi sehingga ketergantungan terhadap pinjaman online ilegal maupun praktik bank emok dapat ditekan.
"Harapannya semakin banyak UMKM yang menjadi anggota koperasi. Dengan begitu, mereka memiliki akses pembiayaan yang lebih aman dan terjangkau, sekaligus terhindar dari jeratan pinjaman online maupun bank emok," pungkasnya. (abl)
Editor : Yosep Awaludin