2 Desa Wisata di Kabupaten Bogor Masuk Top 15 Wisata Terbaik Jabar, Siap Melaju ke Tingkat Nasional

Abilly Muhamad • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 11:20 WIB
Kepala Disparekraf Kabupaten Bogor, Ria Marlisa. Dua desa wisata di Kabupaten Bogor masuk top 15 wisata di Jawa Barat.
Kepala Disparekraf Kabupaten Bogor, Ria Marlisa. Dua desa wisata di Kabupaten Bogor masuk top 15 wisata di Jawa Barat.

RADAR BOGOR - Dua desa wisata di Kabupaten Bogor kembali menunjukkan prestasi di tingkat Jawa Barat. 

Desa Wisata Gunung Malang dan Tugu Utara berhasil menembus jajaran Top 15 Desa/Kampung Wisata Terbaik dalam ajang Smiling West Java Integrated Tourism Destination Management Award (SWJ ITDMA) 2026.

Prestasi tersebut diumumkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat setelah kedua desa wisata berhasil melewati proses seleksi portofolio digital yang cukup ketat.

Dalam ajang tersebut, Gunung Malang dan Tugu Utara harus bersaing dengan puluhan desa wisata lainnya dari total 44 peserta yang mengikuti kompetisi.

Keberhasilan dua desa wisata Kabupaten Bogor tersebut tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak melalui pendekatan pentahelix, yang melibatkan pemerintah, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), masyarakat, serta berbagai elemen pendukung lainnya.

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan (Disparekraf) Kabupaten Bogor, Ria Marlisa, mengapresiasi capaian yang berhasil diraih Desa Wisata Gunung Malang dan Desa Wisata Tugu Utara.

Baca Juga: Update PIP dan BPNT 10 Agustus 2026, Sejumlah Penerima Laporkan Dana Cair

Menurut Ria, keberhasilan masuk Top 15 SWJ ITDMA 2026 menjadi bukti bahwa destinasi wisata berbasis desa di Kabupaten Bogor memiliki kemampuan bersaing di tingkat Provinsi Jawa Barat.

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendorong pengembangan sektor pariwisata agar tidak hanya menjadi daya tarik wisatawan, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Gabungkan Standar 5A dengan Kearifan Lokal 5K

Salah satu kekuatan Desa Wisata Gunung Malang dan Tugu Utara terdapat pada pengelolaan destinasi yang menggabungkan standar pariwisata 5A, yakni Administrasi, Atraksi, Amenitas, Aksesibilitas, dan Advertising.

Konsep tersebut kemudian dipadukan dengan kearifan lokal khas Jawa Barat melalui pendekatan 5K, yaitu Kadeuleu, Kaambeu, Kadangu, Karaba, dan Karasa.

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Disparekraf Kabupaten Bogor, Yuliana Idrus, menjelaskan bahwa perpaduan antara tata kelola pariwisata dengan kearifan lokal tersebut mampu menciptakan pengalaman wisata yang lebih lengkap bagi pengunjung.

Menurut Yuliana, kedua desa tidak hanya memperhatikan aspek pengelolaan, fasilitas, dan tata kelola destinasi.

Keduanya juga mampu menghadirkan pengalaman wisata yang autentik dengan mengangkat nilai-nilai budaya Sunda.

Pendekatan tersebut membuat wisatawan tidak sekadar datang untuk melihat objek wisata, tetapi juga dapat merasakan pengalaman yang berkaitan dengan budaya dan kehidupan masyarakat setempat.

Gunung Malang dan Tugu Utara Siap Dibina Menuju Tingkat Nasional

Sebagai bagian dari Top 15 SWJ ITDMA 2026, Desa Wisata Gunung Malang dan Desa Wisata Tugu Utara selanjutnya akan mendapatkan coaching clinic secara intensif dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan kedua desa menghadapi tahapan selanjutnya.

Baca Juga: Terbaru, 5 Sebab KPM Dicoret dari Daftar Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 3

Disparekraf Kabupaten Bogor juga menyatakan siap memberikan pendampingan kepada Gunung Malang dan Tugu Utara agar keduanya semakin siap melangkah ke kompetisi tingkat nasional melalui ajang Wonderful Indonesia Tourism Award (WITA) 2026.

Capaian tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai prestasi dalam sebuah kompetisi.

Pengembangan desa wisata juga diharapkan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.

Mulai dari meningkatnya omzet pelaku UMKM, terbukanya lapangan pekerjaan, hingga bertumbuhnya aktivitas ekonomi lokal di sekitar destinasi wisata.

Keberhasilan Gunung Malang dan Tugu Utara juga diharapkan menjadi contoh atau role model bagi desa wisata lainnya di Kabupaten Bogor agar terus berinovasi, memperkuat potensi lokal, dan meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi.

Dengan demikian, perkembangan desa wisata tidak hanya memperkuat sektor pariwisata Kabupaten Bogor, tetapi juga dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (abl)

Editor : Yosep Awaludin
Gunung Malang jawa barat desa wisata kabupaten bogor