Perkuat Komunikasi Publik, DPRD Banten Jadikan Radar Bogor Benchmark Bangun Kemitraan Media

Fikri Rahmat Utama • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 12:40 WIB
Rombongan Komisi I DPRD Provinsi Banten saat melakukan kunjungan kerja ke Graha Pena Radar Bogor. (Foto: Aziz/Radar Bogor)
Rombongan Komisi I DPRD Provinsi Banten saat melakukan kunjungan kerja ke Graha Pena Radar Bogor. (Foto: Aziz/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Komisi I DPRD Provinsi Banten menjadikan Radar Bogor sebagai benchmark dalam memperkuat kemitraan dengan media massa.

Mereka datang mempelajari pola komunikasi dan kolaborasi Radar Bogor dengan pemerintah daerah, DPRD, serta berbagai stakeholder.

Hal itu disampaikan saat rombongan Komisi I DPRD Provinsi Banten melakukan kunjungan kerja ke Graha Pena Radar Bogor, Senin 10 Agustus 2026.

Kunjungan tersebut mengusung agenda studi banding penguatan strategi komunikasi dan kemitraan media.

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Banten Pinan mengatakan, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk mempelajari pola komunikasi dan kolaborasi yang dibangun Radar Bogor. Pola tersebut mencakup komunikasi dengan pemerintah daerah dan DPRD.

Dalam kunjungan tersebut, Pinan memboyong sejumlah anggota Komisi I DPRD Banten, termasuk Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten Yudi Budi Wibowo.

Baca Juga: SDN 01 Lumpang Bogor 4 Kali Dibobol Maling, Kerugian Capai Rp70 Juta

Kunjungan ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi anggota DPRD dalam membangun komunikasi publik.

“Kami ingin berdiskusi terkait sinergi dan kolaborasi antara DPRD dengan media massa,” kata Pinan.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten Yudi Budi Wibowo menilai pola komunikasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan media di Bogor berjalan terbuka.

Menurutnya, kondisi tersebut penting di tengah cepatnya arus informasi melalui platform digital.

“Kita menghadapi tantangan pesatnya disrupsi teknologi. Berita benar, berita bohong atau hoaks, serta informasi yang belum terkonfirmasi berseliweran dan langsung dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Yudi, informasi yang belum terverifikasi dapat memicu kesalahpahaman di masyarakat.

Karena itu, media massa memiliki peran penting dalam menjaga kualitas informasi publik.

“Di sinilah peran penting jurnalis dan media yang sehat untuk menjaga demokrasi dengan menyajikan informasi yang terverifikasi dan akurat,” katanya.

Yudi mengatakan, pengalaman Radar Bogor dalam membangun komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan di Bogor menjadi hal yang ingin dipelajari. Pengalaman tersebut dinilai dapat menjadi referensi bagi DPRD Banten.

“Kami melihat model kolaborasi dan pengelolaan media yang diterapkan oleh Radar Bogor sangat baik untuk diserap dan diaplikasikan di Provinsi Banten,” ucapnya.

Baca Juga: Lalin Simpang Jalan Mawar Kota Bogor Dikaji Ulang, dari RSUD Bisa Langsung ke Pasar Merdeka

CEO Radar Bogor Nihrawati menjelaskan, komunikasi dengan lembaga legislatif selama ini dibangun di berbagai tingkatan. Mulai dari DPR RI, DPRD provinsi, hingga DPRD kabupaten dan kota.

Menurut dia, kemitraan dengan DPRD tidak sebatas kerja sama publikasi atau iklan.

Radar Bogor juga membangun komunikasi strategis untuk memastikan informasi mengenai program dan kebijakan dapat diterima masyarakat secara lebih lengkap.

“Kami membangun kerja sama tidak hanya dalam pembuatan iklan, tetapi juga komunikasi strategis lainnya. Hal ini untuk memastikan informasi yang diterima masyarakat bisa lebih dalam dan lengkap,” kata Nihrawati.

Ia mengatakan, Radar Bogor berupaya menyampaikan berbagai program DPRD kepada masyarakat.

Informasi tersebut disampaikan dengan cara yang mudah dipahami agar masyarakat lebih dekat dengan lembaga legislatif.

Pelibatan stakeholder juga diterapkan dalam berbagai program publik yang digelar Radar Bogor. Salah satunya program Bogorku Bersih yang telah berjalan selama 11 tahun.

Program tersebut rutin digelar setiap Oktober dengan melibatkan masyarakat tingkat RT.

Kegiatannya mencakup peningkatan kesadaran lingkungan, pengelolaan bank sampah, hingga TPS 3R.

“Penilaian program juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari perguruan tinggi, Forkopimda, tokoh masyarakat, hingga pemuda,” jelasnya.

Baca Juga: SMAN 5 Kota Bogor Umumkan Raih Juara 2 Futsal Piala Kemerdekaan hingga Kelas Terbersih

Selain Bogorku Bersih, Radar Bogor juga melibatkan berbagai elemen dalam kegiatan Kirab Merah Putih.

Kegiatan tersebut digelar dengan panjang kirab mencapai 500 meter dan melibatkan partisipasi masyarakat.

Pengalaman tersebut diharapkan menjadi model kolaborasi yang bisa dibangun oleh Komisi I DPRD Banten.

Kolaborasi antara DPRD, media, dan berbagai stakeholder dinilai dapat memperkuat komunikasi publik serta kemitraan media di Banten. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
kemitraan radar bogor Banten dprd