Aksi HKAN 2026 di Telaga Warna Puncak Bogor, Bersihkan Kawasan Hutan hingga Lepas Burung

Septi Nulawam Harahap • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 22:08 WIB
Taman Wisata Alam (TWA) Telaga Warna Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor menjadi salah satu lokasi aksi Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026. (Dok. BBKSDA)
Taman Wisata Alam (TWA) Telaga Warna Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor menjadi salah satu lokasi aksi Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026. (Dok. BBKSDA)

RADAR BOGOR - Taman Wisata Alam (TWA) Telaga Warna Puncak di Cisarua, Kabupaten Bogor menjadi salah satu lokasi aksi Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026.

Tidak hanya sekadar diisi dengan kegiatan seremonial,  pemerintah terkait bersama masyarakat, perusahaan, komunitas dan pengelola wisata turun langsung membersihkan kawasan hutan, melepas burung serta menanam pohon.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Gerakan Nasional 81 Aksi Kehutanan untuk Kemerdekaan Indonesia” dengan tema “Dari Hutan Indonesia – Serentak Bergerak, Hutan Lestari, Indonesia Maju.”

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Haidir mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bentuk kolaborasi berbagai pihak untuk menjaga kawasan konservasi.

Baca Juga: Kota Bogor Siap Gelar Drum Band Porprov Jabar 2026, Ini 3 Venue yang Ditetapkan

"Kita bersama seluruh unsur pemerintah, masyarakat, perusahaan dan komunitas bahu-membahu melaksanakan peringatan Hari Konservasi Alam Nasional,” ujarnya, Senin, 10 Agustus 2026.

Aksi dimulai dengan membersihkan lingkungan di kawasan TWA Telaga Warna. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelepasan burung dan penanaman pohon.

Keberadaan kawasan konservasi, kata Haidir, harus tetap dijaga agar manfaat ekologisnya dapat dirasakan masyarakat, sekaligus mendukung aktivitas wisata yang berkelanjutan.

"Ini adalah langkah dan upaya kita bersama untuk menjaga lingkungan tetap lestari dan masyarakat bisa menikmati keberadaan Taman Wisata Alam Telaga Warna ini untuk ekonomi dan lainnya," katanya.

Aksi penanaman pohon ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang diinisiasi Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE).

Dilaksanakan secara serentak melalui 74 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Besar/Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan Taman Nasional di berbagai wilayah Indonesia.

"Ada 74 UPT, dan kegiatan pemulihan ekosistem akan terus kita lakukan di semua lokasi yang memang memerlukan pemulihan," jelas Haidir.

Di tempat yang sama, Pengelola Wisata Alam Telaga Warna Puncak, Opik Pikal menuturkan bahwa pihaknya ingin menjadikan kawasan wisatanya sebagai ruang edukasi konservasi, di samping sebagai tempat menikmati keindahan alam.

"Kami ingin setiap wisatawan yang datang juga bisa mendapatkan edukasi konservasi, sehingga punya kesadaran untuk menjaga lingkungan," tukas Opik.(cok)

Editor : Eka Rahmawati
HKAN bogor puncak telaga warna