Pertandingan Sepak Bola Tarkam di Sukajaya Bogor Berakhir Ricuh

Septi Nulawam Harahap • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:11 WIB
Ilustrasi: Keributan terjadi di lapangan. (Diolah dengan Gemini AI)
Ilustrasi: Keributan terjadi di lapangan. (Diolah dengan Gemini AI)

RADAR BOGOR - Pertandingan sepak bola antar kampung atau tarkam di Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor berakhir ricuh. Seorang wasit dan anggota Linmas setempat dikabarkan menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Dari informasi yang diterima, pertandingan semifinal sepak bola dalam rangka Pekan Olahraga Desa (Pordes) Urug tersebut berlangsung pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Pertandingan yang mempertemukan Kampung Urug Tengah dengan Kampung Pabuaran itu memanas setelah terjadi insiden pelanggaran pada menit-menit akhir pertandingan.

Wasit pertandingan yang juga korban, Asep Usyana mengatakan bahwa saat itu Kampung Pabuaran tengah unggul 1-0.

Baca Juga: Penataan Angkot Tua Kota Bogor Tembus 820 Unit, Masih Ada 960 yang Belum Ditindak

Namun pelanggaran yang berujung tendangan bebas memicu protes keras dari pihak Kampung Pabuaran.

Dari tendangan bebas tersebut, Kampung Urug Tengah mencetak gol sehingga kedudukan berubah menjadi 1 -1, dan pertandingan dilanjutkan melalui adu penalti.

"Dalam pertandingan itu, kami sudah bekerja maksimal dan seadil-adil mungkin," kata Asep usai melakukan pelaporan Polsek Cigudeg, Rabu, 12 Agustus 2026.

Situasi kembali memanas saat memasuki babak adu pinalti. Menurut Asep, salah satu pemain gagal mencetak gol dalam eksekusi penalti yang kemudian diprotes oleh kiper.  

Aksi penyerangan terjadi terhadap hakim garis termasuk wasit, yang tidak hanya dilakukan oleh pemain, tetapi juga melibatkan tim official.

"Salah satu pemain gagal mencetak gol yang kemudian diprotes oleh kiper, setelah itu terjadi penyerangan terhadap kami," beber Asep.

Peristiwa tersebut bahkan terekam dalam sebuah video dan beredar di media sosial. Dalam videonya, terlihat situasi di sekitar lapangan berubah ricuh dan sejumlah orang terlibat dalam keributan.

Asep yang berperan sebagai wasit meluruskan informasi yang beredar terkait dirinya yang meninggal dunia akibat insiden tersebut.

"Saya pastikan itu hoaks," tegasnya.

Saat ini, pihaknya telah menempuh jalur hukum dengan melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Cigudeg. Ia juga mengaku telah menjalani proses pemeriksaan dan melakukan visum.(cok)

Editor : Eka Rahmawati
bogor sepak bola tarkam Sukajaya