Soal Tukang Cukur Viral Ditegur Karena Tak Pasang Bendera, Ini Respons Bupati Bogor

Muhammad Ali • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:06 WIB
Bupati Bogor Rudy Susmanto menanggapi terkait video viral tukang cukur di Rancabungur. (Muhammad Ali/Radar Bogor)
Bupati Bogor Rudy Susmanto menanggapi terkait video viral tukang cukur di Rancabungur. (Muhammad Ali/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Bupati Bogor Rudy Susmanto menanggapi terkait video viral seorang tukang cukur di kawasan Bantar Kambing, Kecamatan Rancabungur, yang sempat menjadi sorotan setelah ditegur karena tidak memasang bendera Merah Putih.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bogor telah mengeluarkan surat edaran yang mewajibkan masyarakat memasang dan mengibarkan bendera Merah Putih dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menanggapi kejadian tersebut, Rudy mengatakan hal yang lebih penting bukan hanya mengenai kewajiban memasang bendera, tetapi bagaimana masyarakat dapat memaknai kemerdekaan secara bersama-sama.

“Buat kami, hal yang penting adalah kita memaknai kemerdekaan hari ini bersama-sama,” ujarnya kepada Radar Bogor, Rabu, 12 Agustus 2026.

Baca Juga: 12 Penari Asal Kabupaten Bogor Akan Kenalkan Tarian Talas Bogor di Hungaria dan Serbia

Ia mengingatkan masyarakat bahwa bendera Merah Putih yang berkibar saat ini memiliki makna besar karena di baliknya terdapat pengorbanan para pahlawan dan pejuang bangsa.

“Kita hanya bisa menyampaikan kepada semua pihak bahwa bendera yang berkibar hari ini, saya selalu menyampaikan, di situ ada jutaan tetesan keringat, ada tetesan darah, ada nyawa para pahlawan, para pejuang kita yang mendahului gugur,” katanya.

Menurutnya, perjuangan menuju kemerdekaan harus menjadi pengingat bagi generasi saat ini. Sebelum Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, banyak orang tua yang kehilangan putra-putri terbaiknya karena berjuang di medan pertempuran.

Ia menilai, jasa masyarakat saat ini tidak akan sebanding dengan pengorbanan para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan.

“Sepintar apa pun diri kita, sekaya apa pun diri kita, sehebat apa pun diri kita, jasa kita tidak ada apa-apanya dibandingkan jasa para pejuang, para pahlawan yang sudah berjuang untuk kemerdekaan bangsa Indonesia,” imbuhnya.

Rudy juga mengingatkan bahwa perjuangan bangsa Indonesia tidak berhenti setelah proklamasi kemerdekaan, para pejuang masih harus mempertahankan kemerdekaan dari berbagai ancaman.

“Sesulit apa pun hidup kita hari ini, lebih sulit perjuangan para pahlawan kita. Berjuang 350 tahun melawan Belanda, tiga setengah tahun melawan Jepang,” ungkapnya.

“17 Agustus 1945 bangsa ini mendeklarasikan kemerdekaan, kita pun masih berjuang. Berjuang sampai dengan tahun 1948-1949, bahkan di tahun 60-an pun masih berjuang,” sambungnya.

Ia kemudian mengajak masyarakat untuk terus menebar kebaikan sesuai kemampuan masing-masing.

“Kalau tidak bisa berbuat baik untuk 100 orang, berbuat baiklah untuk 10 orang. Jika tidak bisa berbuat baik untuk 10 orang, berbuat baiklah untuk satu orang,” lanjutnya.

“Kalaupun kita tidak bisa berbuat baik untuk satu orang, minimal kita tidak membuat gaduh dan mendukung apa yang sedang dikerjakan, apa yang sedang dilaksanakan,” tambahnya.

Ia menjelaskan, pembangunan bangsa membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota hingga masyarakat.

“Kunci keberhasilan membangun bangsa hanya satu, kami selalu menyampaikan benteng pertahanan terakhir bangsa kita adalah persatuan, musuh utama bangsa kita adalah perpecahan,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu membangun bangsa serta menjaga kerukunan di tengah berbagai perbedaan.

“Mari bersatu padu membangun bangsa, merajut segala perbedaan, merajut kerukunan bersama-sama. Kekuatan bangsa kita cukup besar,” tuturnya.

Rudy menambahkan, kekuatan Indonesia dibangun dari masyarakat di tingkat paling bawah, mulai dari RT, RW, desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi. (Cr1)

Editor : Eka Rahmawati
tukang cukur bogor bendera bupati viral