PRB Minta Masyarakat Dukung Bupati Bogor Menyapa Warga, Teguran Soal Bendera Dinilai Positif

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:31 WIB
Ketua LSM PRB, M. Johan Pakpahan dan Bupati Bogor Rudy Susmanto.
Ketua LSM PRB, M. Johan Pakpahan dan Bupati Bogor Rudy Susmanto.

RADAR BOGOR – Ketua LSM PRB Johan Pakpahan mengajak masyarakat melihat secara utuh langkah Bupati Bogor dalam berinteraksi langsung dengan warga.

Menurutnya, aktivitas menyapa sekaligus mengingatkan masyarakat terkait pemasangan bendera Merah Putih merupakan bagian dari upaya pemimpin membangun kedekatan dengan masyarakat.

Johan menilai teguran Bupati kepada seorang tukang cukur yang belum memasang bendera Merah Putih tidak semestinya dipandang secara negatif.

Ia menyebut tindakan tersebut lebih tepat dimaknai sebagai bentuk komunikasi langsung sekaligus ajakan untuk menghormati simbol negara menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut Johan, pemasangan bendera Merah Putih selama momentum Agustus merupakan salah satu bentuk sederhana dari kecintaan masyarakat terhadap bangsa dan negara.

“Jangan disalahartikan, menyapa dan menegur itu dua hal yang berbeda. Bisa jadi masyarakat yang mengunggah momen tersebut justru merasa senang melihat pemimpinnya turun langsung menyapa warga,” ujar Johan.

Baca Juga: Kapal Kargo Tihamah Diserang Rudal di Laut Merah, 6 Orang Meninggal Termasuk WNI

Ajak Masyarakat Hayati Makna Kemerdekaan

Memasuki momentum 17 Agustus, Johan juga mengajak masyarakat untuk kembali menghayati sejarah perjuangan bangsa, terutama peristiwa Proklamasi Kemerdekaan yang dibacakan Soekarno bersama Mohammad Hatta pada 17 Agustus 1945.

Menurutnya, mengingat kembali sejarah kemerdekaan penting dilakukan agar masyarakat memahami bahwa tanggal 17 Agustus 1945 merupakan tonggak lahirnya Indonesia sebagai bangsa yang merdeka.

Ia berharap peringatan HUT Kemerdekaan RI tidak justru diwarnai polemik yang berlarut-larut.

Bulan Agustus, kata Johan, sebaiknya menjadi momentum untuk membangun semangat kebangsaan sekaligus mengingat kembali perjuangan para pendahulu.

“Dengan merenungkan kembali sejarah dan proklamasi, kita bisa memahami makna 17 Agustus 1945 sebagai sejarah penting bangsa Indonesia. Karena itu, suasana bulan kemerdekaan sebaiknya diisi dengan hal-hal positif dan tidak perlu diperpanjang dengan polemik,” tuturnya.

Johan kembali menegaskan bahwa tindakan menyapa dan mengingatkan masyarakat merupakan bagian dari peran seorang pemimpin dalam menjalin silaturahmi dengan warga.

Baca Juga: Valencia Kepincut Kiper Juventus Michele Di Gregorio, Siap Tebus Rp310 Miliar 

Ia pun mengajak masyarakat untuk melihat setiap tindakan tersebut dari sisi positif selama bertujuan membangun kedekatan antara pemerintah dan masyarakat.

“Kita harus melihat persoalannya secara menyeluruh. Menyapa maupun memberikan teguran dengan cara yang baik merupakan bagian dari kepemimpinan untuk membangun silaturahmi dengan masyarakat,” pungkasnya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
bupati bogor bendera merah putih Johan Pakpahan