RADAR BOGOR – Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Kapolres Bogor, Wikha Ardilestanto meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Bogor 6 Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Kamis, 13 Agustus 2026.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Kepala SPPG Polres Bogor 6 Klapanunggal, Roji Adrial mengatakan, SPPG tersebut telah beroperasi sejak awal Maret 2026.
Menurutnya, selama menjalankan operasional hingga saat ini tidak terdapat kendala berarti. Namun, memasuki musim kemarau, ketersediaan air menjadi salah satu perhatian karena debit air mengalami penurunan.
Baca Juga: Jembatan Cibarengkok Klapanunggal Rampung, Polri Bangun 11 Jembatan di Kabupaten Bogor
"Kendala tidak ada, cuma paling sekarang musim kemarau, air jadi kering," ujarnya kepada Radar Bogor, Kamis, 13 Agustus 2026.
Dalam sehari, SPPG tersebut mampu menyediakan sekitar 2.700 porsi makanan bergizi, layanan tersebut mencakup enam sekolah dan tiga posyandu di wilayah Klapanunggal.
Sementara itu, Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, peninjauan dilakukan untuk memastikan dapur SPPG menjalankan seluruh proses sesuai ketentuan.
Ia menjelaskan, program MBG tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
"Semangatnya sama, dengan semangat Pak Presiden, ekonomi harus bergerak, ekonomi harus berputar dan anak-anak diberikan cakupan gizi yang cukup," katanya.
Ia menegaskan, operasional dapur SPPG harus mengikuti SOP yang telah ditentukan BGN, mulai dari standar perlengkapan hingga pelaksanaan pelayanan.
"Kita ingin program yang baik dan sudah dicetuskan oleh Pak Presiden RI diimplementasikan juga dengan cara baik. Hari ini standarisasi perlengkapan, lalu SOP-nya dijalankan dengan baik," imbuhnya.
Rudy berharap pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bogor dapat terus berjalan dengan baik dan tidak kembali menimbulkan persoalan yang dapat mengganggu kepercayaan masyarakat.
"Kita tidak ingin ada kejadian-kejadian yang kurang baik lagi terulang di Kabupaten Bogor terkait program makan bergizi yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia," pungkasnya. (Cr1)
Editor : Eka Rahmawati