Jembatan Perintis Garuda Cimatuk Bogor Berfungsi Lagi, Warga Tak Lagi Harus Memutar

Lucky Lukman Nul Hakim • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:10 WIB
Jembatan Perintis Garuda Cimatuk di Parungpanjang, Bogor diresmikan.  (Nasir/ Radar Bogor)
Jembatan Perintis Garuda Cimatuk di Parungpanjang, Bogor diresmikan. (Nasir/ Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Warga Kampung Sangereng, Desa Lumpang, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor kini kembali memiliki akses penghubung menuju Kampung Gitung Cilejet. 

Jembatan Perintis Garuda Cimatuk yang sebelumnya rusak parah, telah selesai diperbaiki dan kembali dapat digunakan masyarakat.

Jembatan gantung sepanjang 42 meter dengan lebar 1,5 meter tersebut dibangun kembali oleh jajaran TNI atas perintah Presiden. 

Baca Juga: Rumah Maggot Rancage di Sukajadi Bogor Jadi Solusi Kelola Sampah Organik

Perbaikan dilakukan, untuk menghidupkan kembali akses warga yang sempat terganggu akibat kondisi jembatan yang tidak layak dilalui.

Danramil Parungpanjang, Kapten Inf Junaedi menjelaskan, pekerjaan perbaikan dimulai pada 13 Juli 2026 dan rampung 100 persen pada 3 Agustus 2026. Pengerjaan berlangsung sekitar 22 hari.

Plat Besi Diganti, Jembatan Kembali Bisa Dilalui

Sebelum diperbaiki, kondisi Jembatan Perintis Garuda Cimatuk cukup memprihatinkan. 

Kerusakan membuat masyarakat kesulitan menggunakan akses tersebut untuk beraktivitas sehari-hari.

Menurut Kapten Inf Junaedi, perbaikan dilakukan dengan mengganti seluruh plat besi pada bagian jembatan. 

Langkah tersebut membuat jembatan kembali aman digunakan untuk aktivitas masyarakat dengan tetap memperhatikan batas kapasitas dan fungsi jembatan.

"Jembatan ini hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki dan sepeda motor," jelasnya. 

Kendaraan roda empat, tidak dapat melintas karena lebar jembatan hanya 1,5 meter.

Pangkas Jarak dan Bantu Aktivitas Warga

Keberadaan jembatan ini, memiliki arti penting bagi warga di dua kampung yang selama ini membutuhkan akses penghubung. 

Dengan jembatan kembali berfungsi, masyarakat tidak perlu memutar melewati kawasan Hutan Perhutani untuk menuju wilayah seberang.

Baca Juga: Padat Karya di Kota Bogor Libatkan 1.727 Warga, Ini Sasarannya

Akses tersebut juga membantu mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat. 

Anak-anak sekolah turut mendapat manfaat karena perjalanan menuju SD di Gitung Cilejet dan Sekolah Satu Atap menjadi lebih mudah.

Kepala Desa Lumpang, Muhamad Rodis Faisal, menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, khususnya Babinsa dan Koramil, yang telah membantu memperbaiki jembatan tersebut.

Menurutnya, kerusakan jembatan sebelumnya terjadi setelah kawasan tersebut diterjang banjir sebanyak dua kali. Dampaknya, papan atau bagian lantai jembatan terlepas dan hanya menyisakan konstruksi besi.

“Alhamdulillah, diganti semua besi plat dan sekarang baru semua,” ujar Muhamad Rodis Faisal.

Warga Diminta Ikut Merawat Jembatan

Muhamad Rodis Faisal menegaskan, jembatan tersebut difungsikan secara terbatas untuk sepeda motor dan pejalan kaki. 

Jembatan menjadi penghubung Kampung Sangereng, RT 02/RW 08, Desa Lumpang, dengan Kampung Gitung Cilejet.

Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas tersebut secara bijak sekaligus ikut menjaga kondisinya agar tetap dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Harapannya ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh warga masyarakat,” katanya.

Menurut dia, kepedulian warga terhadap keberadaan jembatan menjadi bagian penting dalam menjaga fasilitas umum tersebut. 

Dengan adanya rasa memiliki, masyarakat diharapkan turut memastikan jembatan tetap terawat.

Pembangunan Jembatan Gantung Dilakukan Bertahap

Kapten Inf Junaedi juga menjelaskan, pembangunan jembatan gantung di wilayah tersebut merupakan program yang dilakukan secara bertahap.

Pada 2025, telah dibangun jembatan gantung di kawasan Cilangkap–Lumpang. 

Baca Juga: PKH BNI dan BRI Cair Serentak di Berbagai Daerah 13 Agustus 2026, Ini Bukti Saldonya

Jembatan tersebut menghubungkan tiga desa, yakni Desa Pingku, Desa Parungpanjang, dan Desa Lumpang.

Kemudian pada 2026, pembangunan dilanjutkan melalui revitalisasi Jembatan Perintis Garuda Cimatuk yang menghubungkan Kampung Sangereng dan Gitung Cilejet.

Dengan kembali berfungsinya jembatan tersebut, akses masyarakat di wilayah Parungpanjang diharapkan semakin lancar. 

Selain memperpendek perjalanan warga, keberadaan jembatan juga membuka akses yang lebih mudah bagi aktivitas pendidikan dan perekonomian masyarakat di kedua wilayah. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
bogor parungpanjang tni jembatan