DLH Temukan Lebih dari 10 Perusahaan Diduga Picu Sungai Cileungsi Bogor Menghitam dan Bau Menyengat

Muhammad Ali • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:12 WIB
DLH Kabupaten Bogor saat melakukan susur Sungai Cileungsi, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. (DLH Kabupaten Bogor)
DLH Kabupaten Bogor saat melakukan susur Sungai Cileungsi, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. (DLH Kabupaten Bogor)

RADAR BOGOR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor mengungkap hasil pemeriksaan laboratorium terkait pencemaran Sungai Cileungsi, Kecamatan Gunung Putri yang sempat menghitam dan mengeluarkan bau menyengat.

Kepala DLH Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan adanya sejumlah indikator pencemaran yang melampaui ambang batas pada sampel yang diperiksa dari beberapa perusahaan.

“Kita akan panggil perusahaan-perusahaan tersebut untuk kita periksa secara detail,” ujar Teuku Mulya kepada Radar Bogor, Kamis, 13 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, perusahaan nantinya akan dikategorikan berdasarkan tingkat kepatuhan terhadap ketentuan lingkungan. 

“Kita akan kategorikan perusahaan-perusahaan yang bandel atau yang sangat melanggar, dan tidak melanggar,” katanya.

Baca Juga: Balai Besar TNGGP Ungkap Kondisi Terkini Penanganan Kebakaran di Kawah Wadon Gunung Gede Pangrango

Ia menegaskan, perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran akan diberikan sanksi sesuai ketentuan. Bahkan, untuk pelanggaran berat, sanksi dapat berupa pencabutan izin.

Berdasarkan hasil uji laboratorium yang telah keluar beberapa hari lalu, jumlah perusahaan yang terindikasi berkontribusi terhadap kondisi sungai tersebut juga bertambah.

Teuku menyebut, saat ini terdapat lebih dari 10 perusahaan yang terindikasi menjadi penyebab sungai berbau dan menghitam, jumlah tersebut bertambah dari temuan sebelumnya yang mencatat lima perusahaan.

Meski demikian, DLH Kabupaten Bogor akan tetap melakukan pemeriksaan dan pemanggilan terlebih dahulu sebelum menjatuhkan sanksi.

“Kita panggil dulu, nanti kita kasih sanksi, kita kan harus jaga juga iklim ekonomi, jadi enggak bisa sembarangan juga,” pungkasnya. (Cr1)

Editor : Eka Rahmawati
bogor DLH sungai cileungsi