RADAR BOGOR – Potensi ikan nila hasil budidaya di Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, terus didorong agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Salah satunya melalui pelatihan pengolahan produk turunan ikan nila sekaligus pemasaran digital berbasis kecerdasan buatan (AI) yang digelar tim Program BIMA IPB University.
Kegiatan yang dikoordinasikan Dr. Meti Ekayani, S.Hut., M.Sc., tersebut berlangsung di Rumah Kopi Sanggabuana, Desa Cibanteng.
Pelatihan menjadi bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Desa Binaan (PDB).
Pelatihan ikan nila ini memperoleh pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun Anggaran 2026.
Memasuki tahun ketiga, Program BIMA IPB University diarahkan pada penguatan hilirisasi inovasi.
Baca Juga: Kebakaran Dapur SPPG Mojokerto Jadi Sorotan, Pengelola MBG di Bogpr Diminta Perkuat Manajemen Risiko
Fokusnya yakni mengembangkan berbagai kreasi pangan berbahan baku ikan nila hitam dan nila merah yang dibudidayakan dengan sistem bioflok tanpa molase.
Pengembangan tersebut dilakukan dengan mengedepankan konsep ekonomi sirkular.
Melalui pendekatan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan alternatif cara mengonsumsi ikan nila, tetapi juga memiliki kesempatan menciptakan produk bernilai tambah yang dapat dipasarkan.
Warga Cibanteng Didorong Kembangkan Produk Turunan Ikan Nila
Sebanyak 35 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur masyarakat.
Mulai dari Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Kelompok Tani Kebon Kopi Mandiri (KKM), Komunitas Pabuaran Hijau (KPH), Pemerintah Desa Cibanteng, ketua RT/RW, penyuluh perikanan, santri Pondok Pesantren Darut Tafsir, hingga tim pelaksana Program BIMA IPB University.
Ketua Pelaksana Program BIMA IPB University, Dr. Meti Ekayani, S.Hut., M.Sc., mengatakan pelaksanaan tahun ketiga menjadi tahapan penting untuk memperkuat keberlanjutan program yang telah berjalan selama dua tahun sebelumnya.
Menurutnya, ikan nila merah maupun nila hitam memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi beragam produk bernilai ekonomi.
Olahan ikan nila bisa dikembangkan untuk berbagai kebutuhan, misalnya sebagai buah tangan saat hajatan, produk untuk acara wisuda, maupun komoditas yang dapat menjadi peluang bisnis masyarakat Desa Cibanteng.
"Karena itu, akan sangat disayangkan jika ikan nila hasil budidaya hanya dijual atau dikonsumsi tanpa dikembangkan menjadi produk turunan yang memiliki nilai tambah,” ujar Meti.
Ia berharap pelatihan tersebut mampu memperluas pengetahuan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran untuk lebih kreatif dalam mengolah ikan nila yang telah dibudidayakan.
Baca Juga: Resep Dimsum Dada Ayam Bungkus Sawi, Tinggi Protein Juicy Cocok untuk Diet
Selain pengolahan produk, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai strategi pemasaran digital yang dapat diterapkan oleh pelaku usaha.
Materinya meliputi pembangunan branding, promosi melalui media sosial dan marketplace, hingga pemanfaatan teknologi AI sebagai pendukung kegiatan bisnis.
Pemdes Cibanteng Dukung Pengembangan Potensi Ikan Nila
Sekretaris Desa Cibanteng, Sakim Tarmizi, S.H., menyambut positif pelaksanaan pelatihan tersebut.
Menurutnya, kegiatan yang digelar IPB University dapat memberikan manfaat bagi perkembangan masyarakat sekaligus mendorong kemajuan desa.
Ia menilai pengolahan hasil budidaya ikan nila menjadi produk bernilai tambah dapat menjadi langkah lanjutan dari aktivitas budidaya yang telah dilakukan masyarakat selama bertahun-tahun.
Pemerintah Desa Cibanteng akan terus memberikan dukungan terhadap program dari IPB yang dapat meningkatkan produktivitas masyarakat.
"Hasil budidaya ikan nila akan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi apabila diolah dengan teknik yang tepat. Pengetahuan seperti itulah yang bisa diperoleh masyarakat melalui pelatihan ini,” kata Sakim.
Belajar Higiene hingga Kreasi Produk Ikan Nila
Untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menciptakan variasi produk, peserta mengikuti sesi Pelatihan Produk Turunan dari Ikan Nila yang diberikan Prof. Dr. Tati Nurhayati, S.Pi., M.Si.
Materi tersebut tidak hanya membahas kreativitas dalam mengolah ikan nila. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai aspek higiene dan sanitasi serta pentingnya memastikan kualitas bahan baku agar produk yang dihasilkan tidak gagal.
Pengetahuan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat menghasilkan lebih banyak variasi olahan ikan nila yang memiliki nilai jual dan berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga Desa Cibanteng.
Baca Juga: Resmi Diluncurkan Presiden Prabowo, MOLINAS Dorong Kemandirian Industri Otomotif
AI Jadi Alat Bantu Pemasaran Produk UMKM
Sementara itu, pada sesi pemasaran digital, Dr. Medhanita Dewi Renanti menekankan pentingnya membangun fondasi branding sebelum pelaku usaha menggunakan strategi promosi berbayar.
Pelaku usaha diperkenalkan dengan sejumlah cara untuk melakukan riset kata kunci, antara lain melalui Google Trends dan keywordtool.io.
Selain itu, peserta diarahkan membangun identitas merek yang konsisten serta memperkuat eksistensi produk di media sosial.
Materi kemudian berlanjut pada pemanfaatan AI generatif seperti Gemini dan ChatGPT untuk membantu berbagai aktivitas pemasaran.
Dr. Medhanita menjelaskan bahwa teknologi AI sebaiknya diposisikan sebagai alat pendukung, bukan sebagai pengganti pelaku usaha.
Teknologi tersebut dapat membantu mempercepat riset tren, membuat ide caption, menghasilkan konsep visual, hingga menyusun kalender kampanye pemasaran.
Peserta juga diperkenalkan dengan formula penyusunan prompt yang mencakup peran, konteks, target audiens, bentuk output, serta batasan.
Formula tersebut diharapkan membantu pelaku usaha memperoleh hasil dari AI yang lebih sesuai kebutuhan dan siap diterapkan.
Dorong Desa Cibanteng Lebih Mandiri Secara Ekonomi
Melalui Program BIMA tahun ketiga, IPB University berharap inovasi pengolahan ikan nila berbasis ekonomi sirkular dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Cibanteng.
Pengembangan produk turunan ikan nila diharapkan tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi hasil budidaya dan memperkuat kemandirian masyarakat desa.
Baca Juga: Lontong Kupang Ning Astravio, Kuliner Tersembunyi di Gang yang Jadi Langganan Katering Pejabat
Para pelaku UMKM juga diharapkan semakin percaya diri mengembangkan produk berbahan ikan nila dengan memanfaatkan pemasaran digital serta teknologi AI.
Dengan strategi tersebut, produk lokal diharapkan mampu meningkatkan omzet, menjangkau konsumen yang lebih luas, sekaligus membangun merek yang dapat berkembang secara berkelanjutan.
Tim Pelaksana Program BIMA IPB University pun menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan.
Kemudian Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia atas dukungan pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Desa Binaan Tahun Anggaran 2026.
Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor penting sehingga rangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi ikan nila di Desa Cibanteng dapat terlaksana dengan baik. (***)
Editor : Yosep Awaludin