Truk Tambang di Parung Panjang Bogor Nekat Melintas, Petugas Putar Balik Belasan Tronton

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:46 WIB
Petugas hentikan truk tambang di Parung Panjang Bogor nekat melintas.  (Nasir/ Radar Bogor)
Petugas hentikan truk tambang di Parung Panjang Bogor nekat melintas. (Nasir/ Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Aktivitas truk tambang kembali menjadi perhatian di wilayah Parung Panjang, Kabupaten Bogor.

Pada Sabtu, 15 Agustus 2026, petugas gabungan TNI dan Polri menindak sejumlah truk tronton tambang yang kedapatan melintas di Jalan Raya Parung Panjang di luar jam operasional.

Penertiban tersebut dilakukan di tengah berlangsungnya proyek perbaikan jalan provinsi di wilayah Parung Panjang.

Baca Juga: Keluarga Susannah di Bogor Bantah Disebut Buruh Pengupas Bawang, Ungkap Pekerjaan Sebenarnya

Untuk mendukung kelancaran pekerjaan, kendaraan tambang dialihkan agar tidak melintasi ruas Parung Panjang-Bunar yang sedang menjadi bagian dari penanganan infrastruktur.

Belasan truk tronton yang terjaring langsung dihentikan petugas. Kendaraan yang diketahui melanggar ketentuan kemudian diarahkan untuk putar balik.

Petugas Perketat Pengawasan Truk Tambang

Penyekatan dilakukan di sejumlah titik, yang menjadi jalur perlintasan kendaraan tambang.

Setiap truk yang ditemukan melintas di luar waktu operasional diperiksa, sebelum petugas mengarahkannya kembali.

Langkah ini juga menjadi respons aparat terhadap laporan dan keresahan masyarakat mengenai aktivitas kendaraan tambang di kawasan Parung Panjang.

Selain mengganggu kenyamanan warga, kendaraan berat tersebut dinilai meningkatkan risiko kecelakaan di jalan yang digunakan masyarakat sehari-hari.

Pengawasan semakin diperketat setelah kecelakaan kembali terjadi di kawasan Parung Panjang.

Sebelumnya, sebuah truk tronton dilaporkan tidak mampu menanjak di Jalan Raya Tonjong hingga menyebabkan seorang pengendara sepeda motor mengalami luka berat.

Korban disebut mengalami luka pada bagian kepala dan kaki.

Baca Juga: Puncak Gunung Putri Bogor Bakal Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata Budaya

Setelah kejadian, korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk memperoleh penanganan medis.

Warga Keluhkan Debu hingga Kecelakaan

Persoalan truk tambang bukan hanya berkaitan dengan keselamatan lalu lintas.

Warga juga mengeluhkan dampak aktivitas kendaraan berat tersebut, termasuk debu yang beterbangan dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan, kecelakaan yang melibatkan truk tambang sudah cukup sering terjadi.

Ia berharap pengawasan terhadap kendaraan tambang dilakukan lebih tegas dan konsisten.

“Sering kecelakaan, Bang. Warga sampai tertabrak truk tambang karena sopir tidak tahu aturan dan berkendara semaunya,” ujar warga tersebut kepada awak media.

Keresahan serupa sebelumnya juga disampaikan warga Jagabaya melalui aksi unjuk rasa.

Mereka meminta, pemerintah dan aparat memperketat pengawasan terhadap kendaraan tambang, terutama dalam memastikan kepatuhan terhadap aturan jam operasional.

Truk yang Melanggar Akan Diputarbalikkan

Kapolsek Parung Panjang, Kompol Muhammad Taufik menegaskan, pengawasan terhadap kendaraan tambang akan terus dilakukan.

Petugas gabungan TNI dan Polri akan ditempatkan di sejumlah titik penyekatan untuk mengantisipasi truk tambang yang melanggar ketentuan.

Baca Juga: PSG Capai Kesepakatan dengan Barcelona, Ferran Torres Segera Merapat ke Paris

“Petugas akan terus disiagakan di titik-titik penyekatan untuk memastikan kendaraan tambang tidak melintas di luar jam operasional. Truk yang melanggar akan ditindak dan diputarbalikkan,” tegas Kompol Muhammad Taufik, Kapolsek Parung Panjang.

Menurut Taufik, langkah tersebut bukan semata-mata untuk menertibkan kendaraan tambang, tetapi juga menjaga keselamatan pengguna jalan serta memastikan aturan mengenai operasional kendaraan berat dapat diterapkan.

Pengawasan di jalur-jalur yang biasa digunakan truk tambang pun akan ditingkatkan.

Dengan penertiban yang dilakukan secara konsisten, aparat berharap potensi kecelakaan dapat ditekan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan Parung Panjang.

Di sisi lain, pengalihan kendaraan tambang dari ruas Parung Panjang-Bunar diharapkan dapat membantu memperlancar pengerjaan perbaikan jalan provinsi yang tengah berlangsung.

Aspirasi warga terkait keselamatan dan kelancaran pembangunan pun, menjadi perhatian dalam penataan lalu lintas kendaraan tambang di kawasan tersebut. (sir)

Editor : Siti Dewi Yanti
bogor truk tambang parung panjang