Keseharian Susanah Warga Cileungsi Bogor yang Disapa Presiden Prabowo di Gedung DPR

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:08 WIB
Susanah penerima PKH asal Cileungsi, Bogor saat menjahit. (Badan Komunikasi Pemerintah RI)
Susanah penerima PKH asal Cileungsi, Bogor saat menjahit. (Badan Komunikasi Pemerintah RI)

RADAR BOGOR - Tak pernah terbayang bagi Susanah, warga Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor bisa berdiri di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. 

Pada Jumat, 14 Agustus 2026, perempuan berusia 38 tahun itu hadir dalam momen penting kenegaraan dan mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Susanah diperkenalkan Presiden Prabowo Subianto di hadapan anggota dewan dalam rangkaian Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR-DPD RI.

Di tengah suasana sidang yang penuh perhatian, nama Susanah disebut sebagai salah satu penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH). 

Baca Juga: Dikukuhkan Jadi Paskibraka, Bupati Bogor Rudy Susmanto: Kibarkan Merah Putih dengan Penuh Kebanggaan

Presiden juga menyampaikan, Susanah sehari-hari bekerja sebagai buruh harian untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.

Dari Rumah, Menjahit hingga Membantu Ekonomi Keluarga

Keseharian Susanah jauh dari sorotan. 

Sebagai ibu rumah tangga, ia harus membagi waktu antara mengurus anak, mendampingi keluarga, dan bekerja untuk menambah pemasukan.

Dalam keterangannya yang dikutip dari YouTube Badan Komunikasi Pemerintah, Susanah menceritakan rutinitasnya yang dimulai sejak dini hari.

“Saya usia 38 tahun. Pekerjaan saya sehari-hari ibu rumah tangga,” kata Susanah sambil tersenyum.

Hari Susanah biasanya dimulai sekitar pukul 04.00 WIB. 

Setelah menyiapkan kebutuhan keluarga dan membangunkan anak-anak untuk bersekolah sekitar pukul 05.00 WIB. 

Ia mulai mengerjakan, pekerjaan menjahit sejak pukul 07.00 WIB hingga siang.

Baca Juga: Ada 3 KKS Bansos PKH yang Masih Belum Cair, Cek Apakah Kartu Anda Sama

Setelah urusan rumah dan anak-anak selesai, Susanah kemudian melanjutkan aktivitas untuk bekerja pada siang hari.

Rutinitas tersebut menjadi bagian dari perjuangannya bersama sang suami, Didim, dalam mencukupi kebutuhan keluarga.

Suami Bekerja sebagai Kuli Bangunan

Di rumah, Susanah juga harus memahami kondisi pekerjaan suaminya yang tidak selalu tersedia. 

Didim sehari-hari bekerja sebagai pekerja bangunan dengan penghasilan yang bergantung pada ada atau tidaknya pekerjaan.

“Sehari-hari kerja bangunan,” ujar Didim.

Menurut Didim, aktivitasnya pada pagi hari juga diisi dengan mengurus sejumlah pekerjaan rumah, termasuk memberi makan ayam. 

Jika memiliki kesempatan, ia mengantar anak-anaknya ke sekolah. 

Setelah itu, ia berangkat mencari pekerjaan bangunan.

Namun, pekerjaan tidak selalu datang setiap hari. 

Ada kalanya Didim harus berada di rumah hingga 2 atau 3 minggu ketika tidak mendapatkan pekerjaan.

“Kalau lagi ada pekerjaan ya ada, kalau lagi enggak ada ya sampai dua minggu, tiga minggu di rumah,” tutur Didim.

Baca Juga: Cek Bansos KKS BNI Area Bekasi: PKH Sudah Cair, BPNT Masih Kosong

Kondisi tersebut membuat Susanah ikut berusaha mendapatkan penghasilan agar kebutuhan keluarga tetap terpenuhi.

PKH Membantu Kebutuhan Keluarga

Bagi keluarga Susanah, bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi salah satu dukungan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bantuan tersebut juga digunakan untuk menunjang pendidikan ketiga anaknya. 

Ketiga anak Susanah turut menerima Program Indonesia Pintar (PIP).

Di tengah keterbatasan ekonomi, pendidikan anak menjadi salah satu harapan terbesar Susanah. 

Ia ingin ketiga anaknya bisa terus bersekolah dan memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.

Harapan itu pula yang membuat Susanah terus menjalani rutinitasnya setiap hari. 

Bangun sebelum matahari terbit, mengurus keluarga, menjahit, hingga bekerja menjadi bagian dari perjuangannya agar kebutuhan anak-anak tetap terpenuhi.

Pesan Sederhana Susanah untuk Keluarganya

Ketika berbicara mengenai harapan, Susanah tidak banyak meminta. 

Ia hanya ingin suami dan anak-anaknya selalu sehat, sehingga kehidupan keluarga dapat terus berjalan.

“Yang paling penting itu terutama suami sehat buat cari nafkah, anak-anak sehat, saya juga sehat buat ngurusin anak-anak,” ujar Susanah.

Baca Juga: Info Bansos 16 Agustus 2026: PKH Tahap 3 Cair di KKS Bank Ini

Lebih dari itu, Susanah memiliki satu keinginan sederhana: anak-anaknya tidak perlu menjalani kehidupan yang sama seperti dirinya dan suaminya.

Ia berharap, anak-anaknya dapat menempuh pendidikan setinggi mungkin dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Kisah Susanah kemudian menjadi bagian dari momen yang tidak biasa dalam hidupnya. 

Dari keseharian sebagai ibu rumah tangga dan pekerja yang berjuang membantu keluarga, ia tiba-tiba hadir di Gedung Nusantara dan diperkenalkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di hadapan para anggota dewan pada Jumat, 14 Agustus 2026. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
Susanah bogor cileungsi presiden prabowo subianto pkh