Sehari Susanah Warga Cileungsi Bogor Dapat Rp14 Ribu

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:35 WIB
Susanah warga asal Cileungsi, Kabupaten Bogor saat menjahit.  (Badan Komunikasi Pemerintah RI)
Susanah warga asal Cileungsi, Kabupaten Bogor saat menjahit. (Badan Komunikasi Pemerintah RI)

RADAR BOGOR - Perjalanan Susanah warga asal Cileungsi, Kabupaten Bogor, dari pekerjaan sederhana hingga hadir di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta menjadi perhatian dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI, Jumat, 14 Agustus 2026.

Susanah disapa langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di hadapan para anggota dewan. 

Di balik momen tersebut, tersimpan cerita tentang perjuangan Susanah dan suaminya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menjahit untuk Menambah Penghasilan

Susanah mengaku, pekerjaan menjahit yang dilakukannya bukan menjadi sumber penghasilan utama keluarga. 

Ia mengerjakannya, untuk mendapatkan uang tambahan sekaligus menyisihkan sedikit demi sedikit sebagai tabungan.

Baca Juga: Resep Roti Sobek Coklat Lumer Pakai Teflon, Tetap Empuk Tanpa Oven

Dalam sehari, Susanah biasanya mampu menyelesaikan sekitar 20 ikat jahitan. 

Setiap ikat dihargai Rp700. Jika seluruh pekerjaan selesai, penghasilan yang diterimanya sekitar Rp14.000 per hari.

Meski jumlahnya tidak besar, Susanah tetap bersyukur. 

Baginya, uang tersebut bisa digunakan ketika membutuhkan uang untuk keperluan sehari-hari.

“Alhamdulillah, buat hitung-hitung uang, ditaruh untuk simpanan,” kata Susanah.

Ia juga bercerita, ketika membutuhkan uang untuk jajan atau kebutuhan lain, dirinya dapat meminta kepada pemilik pekerjaan. 

Menurut Susanah, permintaan tersebut biasanya diberikan sesuai kebutuhan.

“Kalau lagi butuh uang, tinggal bilang ke yang punya. Ditanya berapa, nanti dikasih,” ujarnya.

Saat Libur, Jahitan Bisa Lebih Banyak

Jumlah pekerjaan yang diterima Susanah tidak selalu sama. 

Pada hari-hari biasa, ia mengerjakan sekitar 20 ikat. 

Baca Juga: Dikukuhkan Jadi Paskibraka, Bupati Bogor Rudy Susmanto: Kibarkan Merah Putih dengan Penuh Kebanggaan

Namun, ketika sedang libur dan pekerjaan menumpuk, jumlahnya bisa meningkat drastis.

Susanah mengatakan dalam kondisi tertentu, ia bahkan dapat mengerjakan hingga 50 ikat dalam sehari. 

Pekerjaan tersebut biasanya sudah tersedia dalam karung dan tinggal dikerjakan secara bertahap.

Dikutip dari YouTube Badan Komunikasi Pemerintah RI, Susanah menyebut, banyaknya pekerjaan saat hari libur membuat jumlah jahitan yang dapat diselesaikannya menjadi lebih banyak.

Suami Susanah Mengandalkan Pekerjaan Harian

Sementara itu, suami Susanah, Didim, bekerja sebagai kuli bangunan. 

Penghasilannya, bergantung pada pekerjaan yang diperoleh setiap hari.

Didim mengatakan, tidak ada nominal pendapatan yang selalu sama. 

Dalam satu hari, ia terkadang mendapatkan bayaran sekitar Rp150.000. 

Baca Juga: Ada 3 KKS Bansos PKH yang Masih Belum Cair, Cek Apakah Kartu Anda Sama

Namun, ketika pekerjaan atau pemberi kerja memberikan upah lebih rendah, ia tetap menerimanya.

“Kalau masalah gaji, paling seikhlasnya saja. Ada yang memberi Rp150 ribu per hari. Kalau tidak ada yang memberi segitu, ada juga yang memberi Rp120 ribu,” ujar Didim.

Bagi Didim, berapa pun rezeki yang diterima tetap harus disyukuri. 

Ia meyakini, penghasilan tersebut merupakan bagian dari rezeki yang diberikan Tuhan.

“Memang rezekinya mungkin segitu dari Allah Subhanahu wa ta'ala,” katanya.

Kisah Susanah dan Didim memperlihatkan, bagaimana keluarga sederhana tetap berusaha mencukupi kebutuhan dengan pekerjaan yang mereka miliki. 

Dari jahitan yang dikerjakan satu per satu hingga pekerjaan bangunan yang mengandalkan panggilan harian, keduanya menjalani kehidupan dengan penuh rasa syukur. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
Susanah bogor cileungsi presiden prabowo subianto