Susanah Warga Bogor yang Diperkenalkan Presiden Prabowo di DPR Kini Kehidupannya Terbantu Berkat PKH

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:56 WIB
Susanah (kanan) warga Cileungsi, Kabupaten Bogor saat salat bersama keluarganya. (Badan Komunikasi Pemerintah RI)
Susanah (kanan) warga Cileungsi, Kabupaten Bogor saat salat bersama keluarganya. (Badan Komunikasi Pemerintah RI)

RADAR BOGOR - Nama Susanah, warga Cileungsi, Kabupaten Bogor, mendadak menjadi perhatian setelah diperkenalkan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Ya Susanah, salah satu penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) yang masih berjuang memenuhi kebutuhan keluarganya di tengah penghasilan suami sebagai buruh bangunan yang tidak menentu.

Di balik bantuan sosial (Bansos) yang diterimanya, tersimpan cerita tentang perjuangan sebuah keluarga untuk bertahan sekaligus memastikan anak-anak tetap mendapatkan pendidikan.

Bantuan PKH untuk Kebutuhan Sehari-hari

Bagi Susanah, bantuan PKH bukan sekadar bantuan yang diterima secara berkala.

Uang tersebut segera dialokasikan untuk kebutuhan pokok rumah tangga.

Baca Juga: Desa Bojongrangkas Borong 3 Prestasi di Perayaan HUT ke-81 RI Kecamatan Ciampea Bogor

Mulai dari beras, minyak goreng, sabun, hingga telur untuk kebutuhan makan anak-anak sebelum berangkat sekolah.

“Alhamdulillah, setiap mendapat bantuan langsung saya belikan beras, minyak untuk stok di rumah, sabun, dan telur untuk anak-anak yang sekolah,” ujar Susanah dikutip dari YouTube Badan Komunikasi Pemerintah RI.

Menurutnya, bantuan tersebut cukup membantu meringankan beban ekonomi keluarga.

Apalagi, kata dia, penghasilan suaminya sebagai kuli bangunan tidak selalu ada setiap hari.

Susanah juga turut bekerja sebagai penjahit kain perca, untuk membantu menambah pemasukan keluarga. 

Penghasilan yang diperolehnya, digunakan untuk menopang kebutuhan rumah tangga ketika pendapatan suami tidak mencukupi.

Anak Tetap Didukung untuk Sekolah

Selain memenuhi kebutuhan sehari-hari, bantuan yang diterima Susanah juga ikut menopang pendidikan ketiga anaknya.

Ketiga anak Susanah diketahui, turut menerima Program Indonesia Pintar (PIP).

Ia berharap, dukungan tersebut dapat membantu anak-anaknya menyelesaikan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.

Baca Juga: KPM di 10 Daerah Ini Segera Cek Saldo KKS, Pencairan PKH-BPNT Tahap 3 Masih Terus Berjalan

Bagi Susanah, pendidikan menjadi salah satu harapan agar kehidupan anak-anaknya kelak bisa lebih baik dibandingkan kondisi keluarga mereka saat ini.

Karena itu, setiap bantuan yang diterima sebisa mungkin dikelola untuk kebutuhan yang benar-benar penting, termasuk makanan dan keperluan sekolah anak.

Kondisi Rumah dan Penghasilan Suami Jadi Pertimbangan

Pendamping PKH sekaligus PSNK Kementerian Sosial (Kemensos), Popi Nopianti menjelaskan, kondisi Susanah memang memenuhi kriteria untuk mendapatkan bantuan sosial.

Popi mengatakan, kondisi rumah Susanah menjadi salah satu hal yang terlihat ketika dilakukan kunjungan langsung.

Rumah tersebut dinilai masuk dalam kategori tidak layak huni.

Selain kondisi tempat tinggal, pekerjaan suami Susanah sebagai kuli bangunan juga menjadi pertimbangan.

Pekerjaan tersebut, bersifat tidak tetap sehingga penghasilan yang diperoleh tidak selalu tersedia.

“Ketika kami melakukan kunjungan, memang terlihat layak mendapatkan bantuan. Kondisi rumah termasuk tidak layak huni. Kemudian pekerjaan suami sebagai kuli bangunan juga tidak selalu ada,” kata Popi Nopianti.

Sebelum menjadi penerima PKH, Susanah telah lebih dulu mendapatkan bantuan sosial melalui Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Baca Juga: KPM PKH Lansia di Jawa Barat Cek Saldo KKS, Bansos Rp600 Ribu Cair Hari Ini

Menurut Popi, saat itu Susanah menerima BPNT senilai Rp200.000 per bulan, dengan pencairan yang dilakukan setiap tiga bulan.

Nama Susanah Masuk Penerima PKH pada 2024

Perubahan terjadi pada 2024 ketika nama Susanah tercatat sebagai penerima manfaat PKH.

Popi menjelaskan, setelah nama Susanah muncul sebagai penerima PKH, pendamping melakukan kunjungan ke rumah atau home visit.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi dan kelayakan penerima bantuan.

Kunjungan itu sekaligus menjadi bagian dari proses pendampingan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

Bagi Susanah, kehadiran PKH memberikan ruang untuk sedikit bernapas di tengah kondisi ekonomi keluarga yang masih terbatas.

Dari Cileungsi hingga Berdiri di Gedung DPR

Kisah perjuangan Susanah, kemudian membawanya ke Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Pada Jumat, 14 Agustus 2026, ia hadir dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI.

Di hadapan para anggota DPR dan DPD, Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan Susanah sebagai salah satu penerima manfaat PKH.

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut Susanah sebagai buruh harian.

Baca Juga: Meski Hari Minggu, Bansos Tetap Cair! Simak Update Penyaluran PKH BPNT Tahap 3

Kehadiran Susanah di forum kenegaraan tersebut, menjadi gambaran bagaimana program perlindungan sosial bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Dari rumah sederhana di Cileungsi, Susanah menjalani keseharian dengan bekerja dan mengatur penghasilan keluarga.

Bantuan PKH yang diterimanya digunakan untuk kebutuhan paling dasar.

Sementara, harapannya tetap sederhana yakni anak-anaknya bisa terus sekolah dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Bagi Susanah, bantuan tersebut bukan hanya soal nominal yang diterima, tetapi juga menjadi penopang agar kebutuhan keluarga tetap terpenuhi ketika penghasilan tidak menentu. (*)

Editor : Siti Dewi Yanti
Susanah bogor cileungsi presiden prabowo subianto pkh