RADAR BOGOR - Dari tangan-tangan terampil di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, anyaman bambu yang selama ini dikerjakan dalam lingkup sederhana mendapat kesempatan tampil di panggung yang lebih luas.
UMKM Istana Yatim Baitul Qurro, dipercaya menjadi instruktur pelatihan anyaman bambu dalam Jambore Nasional XII.
Keikutsertaan tersebut, menjadi catatan tersendiri bagi pelaku UMKM di Parung Panjang.
Baca Juga: Fakta Penghasilan Driver Ojol di Kota Bogor yang Banyak Diisukan Meningkat 3 Kali Lipat
Bukan hanya karena dapat memperkenalkan kerajinan lokal kepada peserta dari berbagai daerah, tetapi juga karena keterampilan yang selama ini dirawat secara turun-temurun bisa dibagikan dalam kegiatan berskala nasional.
Berbagi Keterampilan ke Peserta Jambore
Dalam kegiatan Jambore Nasional XII, tim Istana Yatim Baitul Qurro mengajarkan teknik dasar mengolah bambu menjadi berbagai bentuk kerajinan.
Bagi mereka, mengajar bukan sekadar memperkenalkan cara membuat anyaman.
Ada pesan yang ingin dibawa, yakni bahwa keterampilan sederhana dapat menjadi bekal untuk berkarya sekaligus membuka peluang pemberdayaan masyarakat.
Dengan telaten, para instruktur membimbing peserta selama proses pelatihan.
Setiap potongan bambu dipersiapkan, disusun, kemudian dianyam secara perlahan hingga membentuk karya yang memiliki nilai guna.
Momen tersebut terasa istimewa karena keterampilan yang berkembang dari lingkungan masyarakat Parung Panjang kini dapat dipelajari oleh generasi muda dari berbagai wilayah.
Mimpi UMKM Lokal yang Mulai Terwujud
Tim Istana Yatim Baitul Qurro menyampaikan, kesempatan menjadi instruktur di Jambore Nasional XII merupakan pengalaman yang membanggakan.
Mereka menjelaskan, sebelumnya terdapat harapan agar kerajinan anyaman bambu dari Parung Panjang tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk memberdayakan masyarakat.
Baca Juga: Randy Marion Radityatama Borong 3 Emas di Walikota Cup 2026
Kesempatan berbagi keterampilan di tingkat nasional dinilai, menjadi salah satu langkah untuk mewujudkan harapan tersebut.
Rasa syukur juga semakin terasa, karena karya yang selama ini dibuat dengan penuh ketekunan akhirnya mendapat ruang untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas.
Dorong Anyaman Bambu Terus Berkembang
Di balik pengembangan UMKM anyaman bambu tersebut terdapat sosok Susi Damayanti, Founder UMKM Anyaman Bambu sekaligus Ketua KNPI Parung Panjang.
Perempuan yang akrab disapa Ayya ini menilai, keberadaan UMKM tidak semata-mata berkaitan dengan kegiatan ekonomi atau penjualan produk.
Menurutnya, UMKM juga memiliki peran dalam menjaga keterampilan tradisional agar tetap hidup dan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.
Melalui kerajinan anyaman bambu, masyarakat tidak hanya menghasilkan produk bernilai, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan kreativitas dan membuka peluang pemberdayaan ekonomi.
Bambu Sederhana, Karya dengan Nilai Besar
Bambu yang mudah ditemukan di sekitar masyarakat selama ini sering dipandang sebagai material sederhana.
Namun, melalui keterampilan para pengrajin di Parung Panjang, bahan tersebut dapat diolah menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai estetika sekaligus ekonomi.
Keikutsertaan Istana Yatim Baitul Qurro dalam Jambore Nasional XII menjadi bukti bahwa karya dari daerah memiliki peluang untuk dikenal lebih luas.
Bagi tim, membawa kerajinan anyaman bambu ke tingkat nasional bukan tentang membuktikan siapa yang paling unggul.
Baca Juga: Breaking News: Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Timur Laut Ruteng NTT Malam Ini
Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa masyarakat daerah juga mampu menghasilkan karya, berbagi pengetahuan, dan memberikan inspirasi.
Membawa Nama Bogor ke Panggung Lebih Luas
Partisipasi dalam Jambore Nasional XII juga menjadi kebanggaan bagi masyarakat Parung Panjang dan Kabupaten Bogor.
Dari sebuah usaha yang tumbuh di lingkungan lokal, muncul kesempatan untuk memperkenalkan potensi kerajinan daerah kepada peserta dari berbagai wilayah Indonesia.
"Harapannya, semakin banyak generasi muda yang tertarik mempelajari kerajinan tradisional, sekaligus semakin banyak UMKM lokal yang mampu berkembang dengan memanfaatkan potensi di sekitarnya," jelas dia.
Bagi Istana Yatim Baitul Qurro, perjalanan tersebut baru menjadi awal.
Dari Parung Panjang, anyaman bambu kini membawa cerita tentang kerja keras, pelestarian tradisi, pemberdayaan, dan keberanian untuk membawa karya lokal ke panggung nasional. (sir)
Editor : Siti Dewi Yanti