Hijaukan Lahan Hutan : Tim PKM UNB Lakukan Pendampingan Budidaya Kopi Berbasis Agroforestry

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 17:16 WIB
Kegiatan penanaman 500 bibit kopi arabika di area lahan kelola KTH Pabangbon Sejahtera bersama Tim PKM UNB.
Kegiatan penanaman 500 bibit kopi arabika di area lahan kelola KTH Pabangbon Sejahtera bersama Tim PKM UNB.

RADAR BOGOR - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Nusa Bangsa (UNB) melaksanakan program pendampingan budidaya kopi berbasis agroforestry bagi Kelompok Tani Hutan (KTH) Pabangbon Sejahtera, Desa Wisata Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. 

Kegiatan ini diarahkan untuk mendongkrak produktivitas komoditas kopi lokal sekaligus menjaga kelestarian ekosistem hutan di kawasan TNGHS.

Sebagai bentuk aksi nyata dari program pendampingan ini, sebanyak 500 bibit kopi arabika telah ditanam bersama di area lahan kelola KTH Pabangbon Sejahtera. 

Pemilihan varietas arabika didasarkan pada kesesuaian iklim dan ketinggian wilayah Desa Malasari yang potensial untuk menghasilkan cita rasa kopi yang khas dan bernilai ekonomi tinggi.

Area ini juga sebagai demplot percontohan penanaman kopi pola agroforestry untuk kegiatan Hibah Program Pemberdayaan berbasis kewilayahan lingkup Pemberdayaan Desa Binaan tahun 2026, yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Menurut Anggota Tim PKM, Rahman, Sistem agroforestry diterapkan sebagai solusi budidaya yang berkelanjutan. 

Baca Juga: Cek Saldo Bansos BPNT Per Hari Ini: Sebagian Besar KKS Hasilnya Masih Nihil

Melalui metode ini, tanaman kopi dikombinasikan dengan tanaman kehutanan untuk menjaga kelembapan tanah serta mencegah bahaya erosi pada lahan miring. 

Sementara Ketua Tim, Karmanah, menjelaskan bahwa pendampingan ini baru tahun pertama kegiatan dan direncanakan selama 3 tahun. 

Para petani hutan dibekali pemahaman mendalam mengenai pemilihan bibit kopi unggul, teknik budidaya di lahan miring, serta manajemen pemupukan yang ramah lingkungan. 

Tidak hanya berfokus pada hulu, anggota KTH Pabangbon Sejahtera juga akan diberikan pelatihan penanganan pasca-panen demi mendongkrak nilai jual produk biji kopi yang dihasilkan

Kehadiran program ini disambut baik oleh masyarakat setempat. Ketua KTH Pabangbon Sejahtera, Rasman, mengungkapkan bahwa edukasi serta bantuan bibit ini memberikan wawasan dan semangat baru bagi para petani dalam mengelola lahan hutan secara legal dan produktif. 

Menurutnya, pemahaman mengenai teknik budidaya yang benar dan ramah lingkungan sangat dibutuhkan agar komoditas kopi Malasari dapat bersaing di pasar tanpa merusak hutan yang menjadi ruang hidup mereka.

Melalui sinergi intensif ini, UNB berharap anggota KTH Pabangbon Sejahtera tidak sekadar meraup keuntungan ekonomi dari optimalisasi panen kopi di masa depan.

Program ini juga ditargetkan mampu memperkuat kesadaran bersama masyarakat dalam merawat keanekaragaman hayati dan menjaga kelestarian kawasan hutan demi masa depan kelestarian lingkungan yang berkelanjutan. (***)

Editor : Yosep Awaludin
universitas nusa bangsa malasari budidaya kopi