Mahasiswa Unida Bogor dan Warga Cinagara Bangun Ekosistem Peduli Lingkungan Berbasis Nilai Keimanan

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:01 WIB
Program pengabdian masyarakat Unida Bogor di Desa Cinagara, Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor.
Program pengabdian masyarakat Unida Bogor di Desa Cinagara, Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor. 

RADAR BOGOR – Upaya menjaga kelestarian lingkungan di Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, mendapat dukungan dari puluhan mahasiswa Unida bersama masyarakat setempat.

Selama sepekan, mahasiswa dari Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru serta Fakultas Ekonomi Bisnis Unida melaksanakan program pengabdian masyarakat.

Program itu bertajuk “Sinergi Iman dan Lingkungan: Mahasiswa Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru dan Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Djuanda Bangun Ekosistem Peduli Bumi di Cinagara.”

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Unida sebagai Kampus Bertauhid untuk menghubungkan nilai-nilai keimanan dengan kepedulian terhadap lingkungan melalui aksi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sejumlah kegiatan lingkungan digelar selama program berlangsung. Di antaranya penghijauan dengan menanam puluhan bibit pohon di kawasan yang memiliki potensi longsor.

Kemudian edukasi pengelolaan sampah rumah tangga melalui pembuatan eco enzyme, hingga penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan sanitasi kandang ternak bagi warga yang memiliki usaha peternakan.

Baca Juga: Mural Presiden Prabowo dan Bupati Bogor di Cileungsi Jadi Sasaran Vandalisme, Pelaku Diburu

Berbagai kegiatan itu dirancang sebagai upaya memberikan solusi terhadap persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Program pengabdian tersebut secara khusus berkaitan dengan sejumlah target SDGs, yakni SDG 13 mengenai penanganan perubahan iklim, SDG 15 tentang perlindungan ekosistem daratan.

Kemudian SDG 12 terkait konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta SDG 17 yang menekankan pentingnya kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan.

Kepala Desa Cinagara, Burhanuddin, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa Unida dalam membantu masyarakat membangun kepedulian terhadap lingkungan.

Menurutnya, program tersebut memiliki keterkaitan erat dengan arah pembangunan desa yang mengedepankan keberlanjutan.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Unida yang telah menjadikan Desa Cinagara sebagai lokasi pelaksanaan pengabdian masyarakat.

Burhanuddin menilai kegiatan tersebut memiliki makna yang lebih luas dibandingkan sekadar aktivitas penghijauan maupun pengolahan sampah.

Program itu dinilai turut mendorong tumbuhnya kesadaran warga bahwa merawat lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama yang juga berkaitan dengan nilai moral dan keimanan.

Ia berharap semangat yang dibawa mahasiswa Unida dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya, khususnya di wilayah Kecamatan Caringin, untuk mengembangkan kegiatan lingkungan yang sejalan dengan nilai keagamaan dan target pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga: Kurir Paket Diduga Dianiaya di Puncak Cisarua Bogor, Korban Luka di Kepala

“Semoga gerakan ini bisa menjadi contoh bagi desa lain di Caringin bahwa kepedulian terhadap bumi dan pencapaian SDGs dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai keimanan. Lingkungan merupakan rumah bersama yang harus kita jaga dan rawat,” kata Burhanuddin dalam keterangan tertulis, Selasa 18 Agustus 2026.

Pengabdian Masyarakat Unida Didukung Hibah Diktisaintek Berdampak

Ketua Pelaksana sekaligus dosen pembimbing lapangan Unida, Radif Khotamir Rusli, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program Hibah Diktisaintek Berdampak yang mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Radif menegaskan, kegiatan pengabdian tersebut tidak diarahkan sekadar menjadi agenda formalitas.

Mahasiswa dan akademisi Unida ingin membangun kesadaran masyarakat bahwa berbagai tindakan sederhana terhadap lingkungan dapat memberikan kontribusi terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan dalam skala yang lebih luas.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga memastikan ilmu yang dimiliki dapat diterapkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pengabdian ini kami rancang agar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kami ingin mendorong masyarakat memahami bahwa tindakan sederhana yang dilakukan sehari-hari juga memiliki arti dalam mendukung target SDGs," tutur Radif.

"Akademisi memiliki tanggung jawab untuk membagikan pengetahuan sekaligus mengajak masyarakat bergerak bersama,” ujar Radif.

Ia menambahkan, pelaksanaan program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa dukungan melalui Hibah Diktisaintek Berdampak dapat mendorong lahirnya berbagai inovasi yang memberikan manfaat secara langsung di tingkat masyarakat.

Di lingkungan Unida, riset dan kegiatan pengabdian masyarakat diarahkan untuk menggabungkan nilai tauhid dalam proses pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan kontribusi terhadap pencapaian berbagai indikator SDGs.

Selama kegiatan berlangsung, respons masyarakat Desa Cinagara disebut cukup tinggi.

Baca Juga: Bansos BPNT Tahap 3 Diprediksi Cair 20 Agustus 2026, Status SI Jadi Sinyal Kuat Pencairan

Warga tidak hanya mengikuti penyuluhan, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pembuatan eco enzyme menggunakan sisa kulit buah dan sayuran dari aktivitas rumah tangga.

Bagi sebagian warga, kegiatan tersebut membuka wawasan baru. Sampah organik dapur yang selama ini hanya dibuang ternyata masih dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi cairan serbaguna yang lebih ramah lingkungan.

Selain pengelolaan sampah, masyarakat juga ikut menentukan lokasi yang dinilai tepat untuk kegiatan penghijauan.

Langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geografis Desa Cinagara yang memiliki wilayah berbukit serta sejumlah area yang rentan mengalami erosi dan longsor.

Radif berharap program yang telah dijalankan bersama masyarakat tidak berakhir setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian dan kembali ke kampus.

Ia menilai keberlanjutan program justru menjadi bagian terpenting dari kegiatan tersebut.

Masyarakat, terutama generasi muda Desa Cinagara, diharapkan dapat meneruskan sekaligus mengembangkan berbagai kegiatan peduli lingkungan secara mandiri.

“Peran kami adalah menjadi pemicu awal. Keberhasilan sesungguhnya akan terlihat ketika masyarakat, khususnya anak-anak muda di Cinagara, mampu meneruskan dan mengembangkan gerakan ini. Nilai keimanan menjadi landasan, sedangkan SDGs dapat menjadi arah dalam menjalankan program,” tutur Radif.

Ia meyakini perpaduan antara kepedulian lingkungan dan nilai keimanan dapat menjadi fondasi untuk menciptakan desa yang lebih hijau, sehat, serta memiliki kesejahteraan yang berkelanjutan.

Menurut Radif, dukungan pendanaan melalui Hibah Diktisaintek Berdampak juga memperlihatkan bahwa riset dan pengabdian perguruan tinggi yang diarahkan secara tepat dapat menghasilkan solusi konkret terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat desa.

Baca Juga: SMPN 1 Citeureup Bogor Hadirkan Ekstrakulikuler Jurnalistik, Kembangkan Bakat Siswa

Ketika nilai iman dan kepedulian lingkungan berjalan bersama, cita-cita mewujudkan desa yang hijau, sehat, dan sejahtera dapat diwujudkan.

"Program ini juga menjadi bukti bahwa dukungan terhadap riset dan pengabdian yang tepat sasaran mampu menghadirkan solusi nyata untuk kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut pun mendapat sambutan positif dari warga. Mereka mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga.

Khususnya sisa bahan makanan dari dapur, yang ternyata dapat diolah menjadi produk cair serbaguna dan lebih ramah lingkungan. (***)

Editor : Yosep Awaludin
UNIDA Caringin pengabdian masyarakat