Rumah Susanah di Cileungsi Bogor Dikabarkan Dipasang Garis Polisi Usai Viral, Ini Faktanya

Muhammad Ali • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:17 WIB
Polsek Cileungsi saat mengantar Nurhasanah pulang ke rumahnya di Kampung Ciuncal, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Selasa, 18 Agustus 2026. (Dok. Polsek Cileungsi)
Polsek Cileungsi saat mengantar Nurhasanah pulang ke rumahnya di Kampung Ciuncal, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Selasa, 18 Agustus 2026. (Dok. Polsek Cileungsi)

RADAR BOGOR – Rumah Nurhasanah atau Susanah, warga Kampung Ciuncal, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor dikabarkan dipasangi garis polisi usai viral karena disebut Presiden Prabowo Subianto sebagai buruh pengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram.

Terkait kabar tersebut Kapolsek Cileungsi Kompol Edison menegaskan bahwa informasi tersebut hokas alias tidak benar.

Kompol Edison memastikan tidak ada pemasangan garis polisi di rumah warga tersebut, ia juga menyebut anggota Polsek Cileungsi telah mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi rumah.

“Hoaks, nggak ada, nggak bener itu, anggota saya sudah ke sana kok,” ujar Kompol Edison saat dikonfirmasi Radar Bogor, Selasa, 18 Agustus 2026.

Baca Juga: Mural Presiden Prabowo dan Bupati Bogor di Cileungsi Jadi Sasaran Vandalisme, Pelaku Diburu

Ia menegaskan, apabila benar terdapat garis polisi, pemasangannya harus dilakukan oleh pihak kepolisian. Namun, berdasarkan pengecekan di lapangan, tidak ditemukan adanya pemasangan garis polisi dari Polsek Cileungsi maupun kepolisian lainnya.

“Yang masang garis polisi kan polisi, gak ada, polisi mana, Polsek Cileungsi, Mabes atau Polres kan nggak ada,” katanya.

Sementara itu, Kompol Edison menjelaskan, pada Selasa, 18 Agustus 2026 sekitar pukul 11.00 WIB, tim Polsek Cileungsi mendampingi kepulangan Nurhasanah ke rumahnya di Kampung Ciuncal, Desa Situsari.

"Nurhasanah terpilih dari perwakilan Jawa Barat untuk menghadiri acara HUT RI di Istana Jakarta," tuturnya.

Menurutnya, pemilihan tersebut dilakukan melalui proses seleksi Kementerian Sosial berdasarkan data penerima Program Keluarga Harapan (PKH), survei rumah tidak layak huni, serta kondisi faktual di lapangan.

Nurhasanah sendiri diketahui bekerja di salah satu SPPG di wilayah Klapanunggal sejak Januari 2026 sebagai petugas cuci piring. 

Selain itu, di rumahnya ia membuat jahitan majun atau keset dari kain dengan upah sekitar Rp700 per kilogram.

Pada 12 Agustus 2026, Nurhasanah dijemput tim Bakom Istana untuk berangkat ke Jakarta guna mengikuti upacara HUT ke-81 RI.

Nurhasanah kemudian menjadi perhatian setelah disebut Presiden Prabowo Subianto sebagai buruh pengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram.

Saat diantar kembali ke rumah pada Selasa, 18 Agustus 2026, terlihat mesin jahit serta tumpukan kain yang digunakan sebagai bahan pembuatan keset di halaman rumahnya.

Dalam pengecekan tersebut, tidak ditemukan garis polisi di halaman maupun rumah Nurhasanah. Hal itu sekaligus membantah pemberitaan yang menyebut rumah warga tersebut telah dipasangi police line setelah namanya viral.

"Di halaman rumahnya tidak ditemukan adanya garis polisi line sebagaimana adanya berita online dengan judul ada garis polisi di rumah Nurhasanah usai disebut Prabowo pengupas bawang berupah Rp700 Ribu/kg edisi selasa 18 Agustus 2026," tutupnya. (Cr1)

Editor : Eka Rahmawati
Susanah bogor cileungsi viral