Sungai Keruh dan Bau, LAZ Rabbani Hadirkan Solusi Air Bersih untuk 3.000 Warga Tarikolot Bogor

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:55 WIB
Metode sedimentasi untuk mengolah air sungai yang sebelumnya keruh menjadi air di Tarikolot, Citeureup Bogor oleh LAZ Rabbani.
Metode sedimentasi untuk mengolah air sungai yang sebelumnya keruh menjadi air di Tarikolot, Citeureup Bogor oleh LAZ Rabbani.

RADAR BOGOR – Krisis air bersih yang dialami warga Kampung Bojong Engsel, Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, mendapat perhatian dari LAZ Rabbani.

Warga yang selama ini terpaksa memanfaatkan air Sungai Kali Citeureup yang keruh dan berbau kini mulai mendapatkan akses air bersih melalui program Rabbani Water for Life.

Sebelum adanya program tersebut, kondisi air Sungai Kali Citeureup membuat warga menghadapi keterbatasan sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Meski kualitas airnya kurang layak, sebagian warga tetap menggunakannya untuk mencuci, mandi, dan keperluan lainnya karena tidak memiliki pilihan sumber air lain.

Acep, salah seorang warga RW 08, Desa Tarikolot, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat.

Menurutnya, warga tetap memanfaatkan air sungai meski mengetahui kondisinya keruh lantaran keterbatasan sumber air bersih di wilayah tersebut.

Baca Juga: Terima Kartu KKS Baru Tapi Saldo Bansos Belum Ada? Ini Penyebab dan Solusinya

“Airnya memang terlihat keruh, tetapi warga masih terpaksa menggunakannya karena tidak ada sumber air lain yang bisa diandalkan,” ujar Acep.

Melihat kondisi tersebut, LAZ Rabbani kemudian menghadirkan fasilitas pengolahan air bersih melalui program Rabbani Water for Life di Kampung Bojong Engsel.

Sistem yang digunakan memanfaatkan metode sedimentasi untuk mengolah air sungai yang sebelumnya keruh menjadi air yang lebih jernih dan dapat dimanfaatkan masyarakat.

Humas LAZ Rabbani, Muslim, menjelaskan bahwa sistem sedimentasi tersebut dirancang untuk melakukan proses penyaringan dan pengendapan terhadap kotoran maupun partikel yang terdapat di dalam air sungai.

Proses pengolahan diawali dengan mengambil air dari sungai menggunakan pompa submersible.

Air tersebut kemudian dialirkan menuju static mixer untuk menjalani tahapan pencampuran dengan bahan koagulan.

Pada tahap tersebut, PAC atau bahan koagulan dimasukkan menggunakan dosing pump.

Proses ini bertujuan membantu mengikat kotoran dan partikel yang terkandung dalam air sehingga membentuk gumpalan dan lebih mudah dipisahkan.

Setelah proses pencampuran, air selanjutnya melewati klorinator sebelum masuk ke rangkaian tangki pengendapan.

Pengendapan dilakukan secara bertahap melalui tiga tangki. Dalam tahapan ini, kotoran dan partikel yang masih terbawa air dipisahkan secara perlahan sehingga air yang dihasilkan menjadi semakin jernih.

Baca Juga: Guru PPPK Paruh Waktu Diminta Bersabar, Pengangkatan 2027 Masih Tunggu Aturan

Setelah melewati seluruh rangkaian pengolahan, air kemudian ditampung di tangki air hasil.

Air tersebut selanjutnya dapat disalurkan ke tangki maupun shelter air yang disediakan untuk warga.

Selain memenuhi kebutuhan masyarakat di Kampung Bojong Engsel, air hasil pengolahan juga dapat diangkut menggunakan kendaraan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah lain.

Muslim mengatakan, fasilitas pengolahan air bersih yang dihadirkan LAZ Rabbani memiliki kapasitas produksi antara 4.000 hingga 6.000 liter air per jam.

“Alhamdulillah, upaya menghadirkan solusi air bersih bagi masyarakat Kampung Bojong Engsel, Desa Tarikolot, sudah dapat direalisasikan. Fasilitas ini mampu mengolah sekitar 4.000 sampai 6.000 liter air setiap jamnya,” jelasnya.

Dengan kapasitas tersebut, fasilitas pengolahan air diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan air bersih sekitar 3.000 warga Kampung Bojong Engsel, Desa Tarikolot.

Dari sisi kualitas, warga juga menyambut baik air yang dihasilkan dari fasilitas tersebut.

Asep Syafei, Ketua RT 01/08 Desa Tarikolot, menilai air hasil pengolahan sudah terlihat jernih dan tidak lagi menimbulkan aroma tidak sedap seperti kondisi air sungai sebelumnya.

“Alhamdulillah, hasil pengolahannya sangat baik. Airnya terlihat jernih dan sejauh ini tidak tercium bau yang mengganggu,” ungkap Asep Syafei.

Hal senada disampaikan M Jajang Khairudin, Ketua RW 08 Desa Tarikolot. Ia mengaku bersyukur program penyediaan air bersih tersebut dapat direalisasikan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Baca Juga: Peringatan Penting untuk KPM PKH Plus BPNT agar Saldo Rp600.000 Tidak Hangus Kembali ke Kas Negara

Ia menilai fasilitas yang diberikan LAZ Rabbani cukup memuaskan karena mampu menyediakan air yang lebih bersih untuk kebutuhan warga.

“Kami tentu bersyukur program ini bisa terlaksana dengan baik. Hasilnya juga cukup memuaskan karena air yang tersedia sudah bersih dan sangat membantu masyarakat,” tuturnya.

Kehadiran fasilitas pengolahan air melalui program Rabbani Water for Life diharapkan menjadi solusi bagi warga Desa Tarikolot yang selama ini menghadapi keterbatasan air bersih.

Program tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian dalam membantu masyarakat mendapatkan akses terhadap air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

LAZ Rabbani berharap dukungan dari para donatur dapat terus menghidupkan berbagai program kemanusiaan, termasuk penyediaan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.

Setiap bantuan yang diberikan diharapkan menjadi kebermanfaatan yang terus mengalir sekaligus amal jariah bagi para donatur.

Masyarakat juga diajak untuk bersama-sama menyebarkan kebaikan dan mendukung keberlanjutan program Rabbani Water for Life. (***)

Editor : Yosep Awaludin
bogor LAZ Rabbani Desa Tarikolot air bersih