Alun-Alun Jonggol Bogor Disiapkan Naik Kelas hingga Jadi Jonggol Town Square

Muhammad Ali • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:11 WIB
Ilustrasi: Tugu Perjuangan Jonggol di Alun-Alun Jonggol, Kabupaten Bogor. (Muhammad Ali/Radar Bogor)
Ilustrasi: Tugu Perjuangan Jonggol di Alun-Alun Jonggol, Kabupaten Bogor. (Muhammad Ali/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Alun-Alun Jonggol, Kabupaten Bogor, digagas untuk naik kelas menjadi kawasan ruang publik yang lebih representatif, wacana tersebut muncul melalui rencana menjadikan kawasan itu sebagai Jonggol Town Square (Jotos).

Camat Jonggol Andri Rahman mengatakan rencana pembangunan Jotos menjadi salah satu upaya untuk mempercepat sekaligus mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah Jonggol.

“Kita sangat mendukung, mudah-mudahan usulan Jonggol Town Square ini cepat terealisasi,” ujar Andri kepada Radar Bogor, Kamis, 20 Agustus 2026.

Menurutnya, peningkatan fasilitas publik di Jonggol tidak cukup hanya berfokus pada kawasan alun-alun, infrastruktur jalan juga perlu mendapat perhatian untuk menunjang akses masyarakat terlebih ada dukungan Mulyadi selaku anggota DPR RI.

Baca Juga: Bukan Sekadar Penghijauan, Jalan Bomang Bogor Kini Disulap Jadi Kawasan Pertanian Terpadu

“Bukan hanya alun-alun saja, tetapi jalan tembusan juga di pertigaan Dayeuh, kemudian di sebelum kecamatan juga dapat dibebaskan, jadi jalan itu cukup besar, itu maksudnya,” ungkapnya.

Andri menegaskan, Pemerintah Kecamatan Jonggol mendukung berbagai rencana pembangunan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sebelumnya, Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kabupaten Bogor sekaligus putra daerah, Mulyadi, mengungkapkan gagasannya untuk mengubah Alun-Alun Jonggol menjadi Jonggol Town Square atau Jotos.

Politikus Partai Gerindra tersebut menilai Alun-Alun Jonggol memiliki nilai sejarah yang kuat, kawasan itu disebut memiliki kaitan dengan perjalanan sejarah dan perjuangan masyarakat sejak masa kemerdekaan.

“Ke depan, saya punya satu obsesi lagi, Alun-Alun Jonggol itu bersejarah, saya ingin menjadikannya sebagai Jotos atau Jonggol Town Square,” kata Mulyadi.

Rencana tersebut sekaligus diharapkan dapat memberikan wajah baru bagi kawasan pusat Jonggol, kehadiran ruang publik yang lebih representatif dinilai dapat mendukung berbagai aktivitas masyarakat sekaligus mendorong perkembangan wilayah.

Secara historis, Alun-Alun Jonggol memiliki keterkaitan dengan perjalanan pemerintahan di wilayah tersebut. Pada masa kolonial Belanda, pusat pemerintahan Kawedanan Jonggol sebelumnya berada di Kampung Pojok Salak atau Rawa Jaha sebelum kemudian berpindah.

Jonggol juga memiliki catatan dalam sejarah perjuangan kemerdekaan. Bahkan, wilayah ini pernah menjadi perhatian nasional karena sempat dicalonkan sebagai lokasi ibu kota baru Indonesia pada era Orde Baru. 

Mulyadi membayangkan Jotos nantinya dapat menjadi pusat aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan olahraga, kegiatan sosial hingga ruang pemberdayaan masyarakat.

“Impian saya, bangunannya dibuat tiga lantai dan dilengkapi basement untuk tempat parkir, gudang, serta toilet. Dengan begitu, masyarakat bisa berkegiatan sosial di lantai atas,” ungkapnya. (Cr1)

Editor : Eka Rahmawati
Jonggol Town Square bogor alun-alun jonggol