RADAR BOGOR - Kondisi pagar pembatas SDN Padurenan, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat membuat orang tua siswa resah.
Struktur pagar yang berada tepat di sisi jalan raya terlihat miring ke arah luar, dan hingga kini masih ditahan menggunakan tali serta kawat yang diikatkan ke sejumlah pohon.
Kondisi tersebut, menjadi perhatian karena pagar berada di lokasi yang setiap hari dipadati aktivitas siswa, orang tua, pedagang, hingga kendaraan yang melintas di depan sekolah.
Pagar Ditahan Tali dan Kawat
Berdasarkan pantauan di sekitar sekolah, sejumlah tiang pagar besi dan bagian tembok pembatas tampak tidak lagi berdiri tegak.
Beberapa bagian bahkan terlihat condong ke arah jalan.
Baca Juga: Update Bansos Beras 21 Agustus 2026: Bantuan Tambahan Pangan Kembali Disalurkan
Untuk mengantisipasi pagar roboh, warga bersama pihak sekolah memasang tali tambang dan kawat yang dihubungkan ke pohon di sekitar lokasi.
Upaya sementara itu, dilakukan karena pagar berada cukup dekat dengan jalur kendaraan.
Penjaga SDN Padurenan, Kudu, mengatakan kondisi pagar miring tersebut telah berlangsung cukup lama.
Ia mengaku, khawatir struktur pagar sewaktu-waktu roboh dan membahayakan pengguna jalan maupun warga sekolah.
"Sudah sekitar setahun. Belum lepas karena diikat. Ini sudah lama, mungkin sekitar dua tahunan," ujar Kudu.
Menurut dia, kekhawatiran terhadap potensi pagar roboh juga membuat aktivitas pedagang di sekitar sekolah dipindahkan menjauh dari pagar.
"Takut roboh. Tadi banyak pedagang yang dagang di sini, sudah dipindahkan ke sana karena khawatir roboh," katanya.
Orang Tua Siswa Minta Segera Diperbaiki
Kekhawatiran juga dirasakan Ani, salah satu orang tua siswa SDN Padurenan.
Ia mengaku, kondisi pagar tersebut sudah terlihat bermasalah sejak anaknya duduk di kelas 1 hingga kini telah berada di kelas 3A.
Baca Juga: Update Pencairan BPNT Tahap 3: Bansos Rp600 Ribu Cair Hari Ini, Cek Nama Penerima
"Anak saya sekarang sudah kelas 3. Sejak masuk kelas 1, kondisinya sudah seperti ini," kata Ani kepada Radar Bogor, Kamis 20 Agustus 2026.
Ani berharap, pemerintah daerah segera memberikan perhatian terhadap kondisi pagar sekolah tersebut.
Menurutnya, keselamatan siswa dan masyarakat sekitar harus menjadi prioritas sebelum terjadi kejadian yang tidak diinginkan.
Ia juga mengaku, telah menyampaikan persoalan tersebut kepada pihak sekolah.
Dari informasi yang diterimanya, perbaikan pagar telah diajukan melalui mekanisme penganggaran yang sesuai.
"Saya sudah pernah menyampaikan ke wakil kepala sekolah. Katanya sudah dalam pengajuan. Bapak Camat juga sudah berkunjung, tetapi sampai sekarang belum ada realisasi," ujarnya.
Ani juga menyebut, pihak sekolah menjelaskan bahwa Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) tidak dapat digunakan untuk seluruh kebutuhan perbaikan pagar tersebut karena memiliki peruntukan lain.
Masuk Prioritas Musrenbang Kabupaten
Kepala SDN Padurenan, Heni Herliani membenarkan, pihak sekolah masih menunggu realisasi bantuan untuk perbaikan fasilitas tersebut.
Menurut Heni, kebutuhan perbaikan pagar telah masuk dalam usulan pembangunan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Bogor.
"Sekarang tinggal menunggu bantuan turun. Sudah masuk antrean pertama hasil Musrenbang Kabupaten. Mudah-mudahan awal 2027 sudah terealisasi," ujar Heni kepada Radar Bogor.
Warga Berharap Tak Menunggu Sampai Roboh
Lokasi SDN Padurenan berada di Kampung Poncol, Desa Curug, Kecamatan Gunungsindur.
Bangunan sekolah berdiri tepat di sisi jalan yang setiap harinya dilalui kendaraan bermotor.
Situasi tersebut membuat kondisi pagar menjadi perhatian serius.
Baca Juga: Hujan Lokal Mengintai Jawa Barat Sore Ini, Simak Wilayahnya
Jika struktur yang sudah miring itu roboh, bukan hanya siswa dan warga sekolah yang berpotensi terdampak, tetapi juga pengguna jalan yang melintas di depannya.
Warga dan para orang tua murid pun berharap pemerintah daerah serta dinas terkait dapat mempercepat penanganan pagar SDN Padurenan.
Perbaikan dinilai penting dilakukan sebelum kerusakan semakin parah dan menimbulkan risiko keselamatan. Sebab, bagi orang tua, menunggu pagar benar-benar roboh tentu bukan pilihan yang diharapkan. (sir)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim