RADAR BOGOR - Mahasiswa Unpak Bogor mendorong warga Desa Malasari mengubah limbah tak berguna menjadi pupuk cair.
Hal itu menjadi salah satu misi Kelompok I KKN Unpak yang dituangkan dalam program Fermentasi Organik untuk Ketahanan Tanaman (Fermenta).
Ketua Kelompok Keigo Rafif Febrihantoro menjelaskan sasaran program tersebut adalah kelompok tani, ibu rumah tangga dan warga yang punya pekarangan.
Program Fermata sendiri tercetus setelah kelompoknya melakukan observasi lapangan. Mereka masih menemukan prilaku pembakaran sampah organik.
“Kemudian masih ditemukan warga belum terbiasa mengolah sampah organik meskipun sarana dan pelatihan sebenarnya sudah tersedia,” jelasnya.
Sebelum diterapkan kepada warga, tim KKN lebih dulu melakukan uji coba pembuatan pupuk organik cair (POC) secara mandiri pada 11 Juli 2026.
Baca Juga: BRI Group Raih 6 Penghargaan Internasional, Hery Gunardi Dinobatkan Best CEO 2026
POC tersebut kemudian berhasil dipanen beberapa hari berikutnya atau pada 25 Juli 2026 dan diujicobakan pada tanaman tomat di lokasi KKN.
“Uji coba ini kami lakukan terlebih dahulu secara mandiri. Hasilnya cukup baik ketika diaplikasikan pada tanaman tomat, sehingga menjadi dasar keyakinan kami untuk melaksanakan program ini kepada warga,” jelas Keigo.
Pelaksanaan program diawali dengan sosialisasi secara door to door kepada warga di wilayah Sijagur. Sebanyak 11 warga mengikuti kegiatan tersebut dari awal hingga akhir.
Kegiatan diawali dengan pengisian daftar hadir dan pretest untuk mengukur pemahaman awal peserta.
Selanjutnya, dijelaskan materi mengenai pengertian FERMENTA dan POC, kandungan unsur hara serta zat bioaktif, manfaat POC sebagai alternatif pupuk kimia, karakteristik, cara penyimpanan, hingga kelebihan dan kekurangannya.
“Jadi kami tidak hanya memberikan praktik pembuatan POC, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai apa itu POC, kandungan di dalamnya, manfaat, karakteristik, sampai cara penyimpanannya,” Keigo
Setelah pemaparan materi, peserta diajak praktik langsung membuat POC yang dipandu Wini Winarti dan Keigo Rafif Febrihantoro.
Warga juga mendapatkan leaflet berisi panduan pembuatan FERMENTA sebagai bahan referensi untuk dipraktikkan secara mandiri.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengisian postest, pembagian POC yang sudah jadi maupun yang baru berusia 10 hari, serta pengisian angket tanggapan peserta.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan.
Baca Juga: Stasiun Bogor Bakal Direvitalisasi, KAI dan Pemkot Siapkan Juga Pengembangan LRT dan Tram
Rata-rata nilai pretest yang sebelumnya sebesar 77,27 meningkat menjadi 90,73 pada postest atau naik 13,45 poin.
“Dari hasil pretest dan postest terlihat ada peningkatan pemahaman. Seluruh peserta atau 100 persen mengalami peningkatan nilai setelah mengikuti kegiatan,” jelas Keigo.
Selain peningkatan pemahaman, kegiatan tersebut juga mendapat tanggapan positif dari peserta.
Berdasarkan angket yang diisi 11 peserta dengan 15 item pernyataan, diperoleh rata-rata skor keseluruhan sebesar 4,42 dari skala 5 dan masuk kategori sangat baik.
Keigo berharap program tersebut tidak berhenti selama pelaksanaan KKN. Warga Kampung Legok Heulang dan Kampung Sijagur diharapkan dapat melanjutkan pembuatan dan penggunaan POC secara mandiri.
“Harapannya warga bisa mulai menerapkan pembuatan dan penggunaan pupuk organik cair secara mandiri. Selain lebih ramah lingkungan, ini juga bisa menjadi alternatif pupuk yang lebih ekonomis dan membantu memanfaatkan limbah organik rumah tangga,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin