Cegah Kerugian Rp229 Triliun, Mahasiswa KKNT IPB University Hadirkan GEMPAR WARU di Desa Tegal Waru 

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 11:40 WIB
Kegiatan edukasi dan pendampingan UMKM oleh mahasiswa KKNT IPB University di Desa Tegal Waru, Ciampea, Kabupaten Bogor,
Kegiatan edukasi dan pendampingan UMKM oleh mahasiswa KKNT IPB University di Desa Tegal Waru, Ciampea, Kabupaten Bogor,

RADAR BOGOR - Penyakit akibat pangan yang tidak aman diperkirakan memicu kerugian ekonomi bagi Indonesia hingga mencapai Rp229 triliun setiap tahunnya. 

Angka kerugian masif ini sebelumnya telah disoroti oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar, pada acara pelepasan mahasiswa KKN Tematik IPB University awal Juli 2026 lalu. 

Kerugian tersebut kerap berawal dari masalah sederhana, seperti inkonsistensi praktik higiene dan produk pangan yang belum memiliki legalitas memadai.

Merespons persoalan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University menghadirkan GEMPAR WARU (Gerakan Edukasi dan Pendampingan Partisipatif dalam Peningkatan Keamanan Pangan bagi UMKM dan Masyarakat Desa Tegal Waru). 

Program pengabdian ini dipusatkan di Desa Tegal Waru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, sebagai wujud nyata kolaborasi antara BPOM dengan perguruan tinggi.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya berhenti pada tahap penyuluhan. 

Baca Juga: KKS BRI Tahun Berapa yang Cair Bansos BPNT Rp600 Ribu? Cek di Sini

Mahasiswa bertindak langsung sebagai fasilitator yang mendampingi UMKM dan masyarakat desa agar mampu menerapkan praktik keamanan pangan secara berkelanjutan.

GEMPAR WARU sendiri difokuskan pada tiga pilar utama, yaitu: produksi, kelembagaan, dan konsumsi.

Pada sisi produksi, program ini menghadirkan 'Waru SIGAP' yang mendampingi UMKM melalui bimbingan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik, observasi higiene dan sanitasi, serta memfasilitasi pengajuan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan SPP-IRT tanpa dipungut biaya. 

Sementara itu, pada sisi kelembagaan, digagas program 'Waru KARSA' yang bertujuan membentuk kader-kader keamanan pangan dari kalangan PKK, Posyandu, hingga komunitas sekolah agar edukasi tetap berlanjut.

Dari sisi konsumen, masyarakat didorong menjadi lebih kritis melalui edukasi kampanye CEK KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa).

Seluruh rangkaian program pendampingan ini mencapai puncaknya pada festival CFD bertajuk "Gempar Waru". 

Acara yang dikemas secara menarik ini memadukan jalan santai, senam, lomba anak, pos edukasi, serta bazar UMKM. 

Bazar tersebut dirancang sebagai ruang bagi UMKM binaan untuk memperkenalkan produk amannya sekaligus mendapatkan respons langsung dari konsumen.

Program KKN Tematik Keamanan Pangan ini merupakan bagian dari payung besar KKNT Inovasi IPB University yang menerjunkan 3.679 mahasiswa ke 450 desa/kelurahan sejak 6 Juli hingga 14 Agustus 2026. 

Khusus untuk program kolaborasi keamanan pangan bersama BPOM, IPB University menjalankan inisiatif ini di 20 lokus yang tersebar di Kabupaten Bogor. 

Baca Juga: OTT KPK, 2 Wakil Rektor Unsoed Ikut Diamankan

Secara nasional, kolaborasi Batch 1 ini telah melibatkan lebih dari 600 mahasiswa di sekitar 45 desa.

Bagi mahasiswa KKNT IPB University, Gempar Waru bukan sekadar rangkaian acara seremonial, melainkan sebuah fondasi untuk membangun ekosistem keamanan pangan yang menghubungkan produsen, konsumen, dan masyarakat desa secara utuh. 

Diharapkan, pengetahuan, semangat kader, serta kebiasaan baik di Desa Tegal Waru akan tetap hidup dan berlanjut meskipun mahasiswa telah kembali ke kampus. (***)

Editor : Yosep Awaludin
ipb university pangan Mahasiswa KKNT