Parung Bogor Jadi Surganya Pecinta Ikan Hias hingga Tembus Pasar Mancanegara

Septi Nulawam Harahap • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48 WIB
Pengunjung Pasar Ikan Hias di Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kamis (20/8/2026). Pasar Ikan Hias Parung merupakan pasar ikan terbesar di Asia Tenggara Didirikan pada tahun 2010, pasar ini telah berkembang dari pedagang pinggir jalan menjadi pusat perdagangan ikan hias terbesar. Dengan lebih dari 200 pedagang, menyediakan berbagai jenis ikan hias, mulai dari yang murah hingga langka. Foto : Hendi Novian / Radar Bogor
Suasana Pasar Ikan Hias di Parung, Kabupaten Bogor dan merupakan pasar ikan terbesar di Asia Tenggara. (Hendi Novian/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Pasar Ikan Hias Parung yang berlokasi di Jalan Pasar Parung, Desa Waru, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor menjadi surga bagi para pecinta ikan hias. 

Tidak hanya menasional, bahkan penjualannya telah menembus pasar mancanegara sehingga dinobatkan sebagai pasar ikan hias terbesar se-Asia Tenggara.

Selain menawarkan harga yang lebih murah, Pasar Ikan Hias Parung juga memiliki koleksi ikan hias yang lengkap.

Untuk air tawar, pengunjung bisa menemukan ikan hias seperti ikan cupang, arwana, koi, guppy, dan ratusan jenis ikan lainnya. Koleksi ikan hias air asin juga beragam seperti ikan nemo, damselfish, hingga kuda laut.

Baca Juga: Mengenal Sosok Nancy, Perempuan di Balik Aroma Kopi Bah Sipit, Kopi Legendaris dari Bogor

Syarif Hidayat, salah seorang penjual ikan hias di Pasar Ikan Hias Parung menuturkan, bahwa banyak konsumen yang datang dari Jabodetabek, hingga daerah lain seperti Sukabumi, Bandung, hingga Lampung. Pemesanan dari luar negeri pun cukup banyak di antaranya dari Filipina, Tiongkok, hingga Arab Saudi.

"Baik supplier maupun penghobi datang untuk membeli ikan ke sini, karena memang di sini murah dan lengkap," ujar Syarif kepada Radar Bogor.

Syarif sendiri mengaku sudah berjualan ikan hias selama 19 tahun di Pasar Ikan Hias Parung. Dari yang sebelumnya hanya berjualan di lapak sederhana pinggir jalan, hingga dibangunnya pasar tersebut pada 2014 silam.

Tidak hanya pengunjung, tetapi Syarif mengaku nyaman dengan kondisi Pasar Ikan Hias Parung yang sekarang terlebih memiliki fasilitas lengkap.

"Awalnya kumuh, ngampar pakai karung di pinggir jalan, keamanan tidak terjamin, banyak penjual yang tidak jelas. Sekarang sudah lebih baik, sudah lebih nyaman baik pedagang dan konsumen," bebernya.

Sementara pedagang ikan hias di Pasar Ikan Hias Parung didominasi berasal dari wilayah sekitar, Ciseeng, Rancabungur, Kota Bogor, bahkan ada pula yang dari Sukabumi.

Sophian, pengelola Pasar Ikan Hias Parung menceritakan awal mula orang tuanya mendirikan pasar tersebut pada 2004 lalu. 

Awalnya, pasar tersebut hanya diisi oleh beberapa pedagang hingga saat ini terdapat lebih dari 200 lapak.

"Sejarah awalnya waktu zaman ikan Lou Han booming, orang tua saya berjualan ikan hias di lokasi ini yang dulunya kebun. Kemudian dikelola dari 2004 sampa 2011 itu gratis untuk yang berjualan," tutur Sophian.

Saat ini, kata dia, perputaran uang di Pasar Ikan Hias Parung mencapai rata-rata Rp100 juta per hari, meskipun jadwal operasional hanya buka Senin, Kamis, dan Sabtu.

Sementara jam operasional Pasar Ikan Hias Parung mulai pukul 04.00 WIB - 17.00 WIB.

Menurut Sophian, pasarnya mengedepankan kenyamanan bagi pengunjung dan pedagang, hal itulah yang menjadi modal utama sehingga pasarnya terus berkembang hingga ke Mancanegara.

Asep, salah seorang pengunjung asal Kota Bogor, mengaku cukup rutin membeli ikan hias di Pasar Ikan Hias Parung, selain hobi, dia juga berbisnis sebagai supplier ikan hias.

"Di sini lengkap ikannya, dan murah, harapannya sih bisa buka setiap hari," tandasnya.(cok)

Editor : Eka Rahmawati
Ikan hias bogor parung pasar