RADAR BOGOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berencana menghubungkan Jalan Tegar Beriman dengan jalur Bojonggede-Kemang (Bomang) melalui pembangunan flyover yang ditargetkan mulai dikerjakan pada 2027.
Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarkawasan, khususnya akses dari Bojonggede dan Kemang menuju pusat pemerintahan Kabupaten Bogor di Cibinong.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan bahwa pembangunan Flyover Bomang dijadwalkan dimulai pada 2027 dan diarahkan hingga tersambung dengan simpang empat Bomang.
Menurut Rudy, keberadaan flyover akan menjadi solusi atas terputusnya konektivitas jalan akibat adanya lintasan rel Kereta Rel Listrik (KRL) rute Bogor-Jakarta.
Baca Juga: Tim Angklung SDN Cibatok 03 Diganjar Bupati Bogor Jalan-Jalan ke Taman Safari Usai HUT ke-81 RI
Infrastruktur tersebut nantinya juga memungkinkan masyarakat dari kawasan Bojonggede dan Kemang memperoleh akses yang lebih langsung menuju Jalan Tegar Beriman.
Berdasarkan dokumen detail engineering design (DED), kebutuhan anggaran untuk membangun Flyover Bomang diperkirakan mendekati Rp150 miliar.
Sebelum proyek konstruksi dilaksanakan, Pemkab Bogor akan menyelesaikan sejumlah persiapan, termasuk penetapan lokasi, proses appraisal, serta pembebasan lahan yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
Untuk mempercepat realisasi proyek, pembangunan Flyover Bomang telah dimasukkan ke dalam sekitar 10 proyek strategis yang direncanakan untuk tahun anggaran 2027.
“Ada sekitar sepuluh pekerjaan yang akan dilakukan tender dini pada tahun ini untuk pelaksanaan tahun anggaran 2027,” ujar Rudy.
Proses tender dini terhadap sejumlah proyek tersebut akan dilakukan pada penghujung 2026 sehingga pekerjaan dapat segera dimulai ketika memasuki tahun anggaran berikutnya.
Dua Jembatan Disiapkan Lebih Dulu
Selain mempersiapkan pembangunan flyover, Pemkab Bogor terlebih dahulu menargetkan penyelesaian dua infrastruktur jembatan penting di jalur Bomang, yakni Jembatan Sitanggerang dan Jembatan Pesanggrahan.
Jembatan Sitanggerang dirancang sebagai salah satu jembatan dengan bentang terpanjang di jalur tersebut. Sementara Jembatan Pesanggrahan diproyeksikan memperkuat konektivitas menuju kawasan yang nantinya terhubung dengan Flyover Bomang.
Rudy berharap seluruh jaringan infrastruktur tersebut dapat terintegrasi sehingga masyarakat dari wilayah Bojonggede, Kemang, hingga Parung memiliki jalur yang lebih praktis menuju Cibinong. Dengan konektivitas baru tersebut, masyarakat tidak lagi harus mengambil rute memutar melalui Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) maupun Sentul.
Setelah akses tersebut terbuka, Pemkab Bogor juga berencana melanjutkan penataan kawasan Parung. Salah satu fokusnya adalah penataan pedagang kaki lima (PKL) dengan menyediakan lokasi relokasi yang memadai agar aktivitas perdagangan tetap berjalan.
Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan sekitar dua hektare di kawasan sekitar pasar untuk menjadi salah satu opsi lokasi penataan. Area tersebut juga dipersiapkan untuk mendukung rencana pembangunan pasar ikan yang terintegrasi dengan kegiatan ekonomi masyarakat.
Rudy menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dan penataan kawasan harus tetap mempertimbangkan keberlangsungan usaha masyarakat.
Pemerintah daerah, menurutnya, tidak ingin pembangunan justru menghilangkan mata pencaharian warga, sehingga proses penataan diharapkan dapat dilakukan secara bersama-sama dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal.
“Semua harus ditata bersama agar berdampak positif bagi ekonomi masyarakat,” kata Rudy.
Editor : Eka Rahmawati