Lautan Jemaah Padati Maulid Akbar Kabupaten Bogor 1448 Hijriah, Pesan Persatuan Menggema

Muhammad Ali • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:46 WIB
Suasana Maulid Nabi Muhammad SAW Kabupaten Bogor 1448 Hijriah di Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu, 22 Agustus 2026. (Azis/Radar Bogor)
Suasana Maulid Nabi Muhammad SAW Kabupaten Bogor 1448 Hijriah di Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu, 22 Agustus 2026. (Azis/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Ribuan jamaah memadati kawasan Alun-alun depan Gapura Tri Tangtu Di Buana, tepatnya di samping Masjid Baitul Faizin, Kecamatan Cibinong, saat Maulid Akbar Kabupaten Bogor 1448 Hijriah digelar.

Maulid Akbar tersebut berlangsung meriah dengan menghadirkan Habib Mahdi Assegaf dan Ustadz Semar Mesem. 

Ribuan jamaah dari berbagai wilayah turut mengikuti rangkaian kegiatan sekaligus mendengarkan tausiah yang disampaikan para penceramah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika mengatakan, pemilihan lokasi tersebut menjadi salah satu hal yang membedakan pelaksanaan Maulid Akbar tahun ini.

“Pertama berbeda dari sisi tempat, kita tempatnya memang di alam terbuka. Kebetulan kita punya alun-alun, punya taman, punya gapura, beberapa jamaah juga inginnya posisinya di situ, jadi kita diarahkan di situ,” ujarnya kepada Radar Bogor, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Baca Juga: Tim Futsal Kabupaten Bogor Tumbangkan Kota Bogor 3-1, Lolos 8 Besar

Namun, menurutnya, hal yang paling penting dari pelaksanaan Maulid Akbar tahun ini bukan hanya lokasi, melainkan semangat kebersamaan yang ditunjukkan berbagai elemen masyarakat.

“Yang kedua, memang sekarang agak berbeda karena seluruh elemen, para kiai, ulama, tokoh kelihatannya guyub,” katanya.

Ajat menilai, kebersamaan tersebut menjadi momentum untuk menyatukan berbagai kelompok yang selama ini memiliki latar belakang berbeda.

“Biasanya kan kelompok A, kelompok B, sekarang mau bersatu,” imbuhnya.

Ia menegaskan, persatuan menjadi kekuatan penting dalam membangun Kabupaten Bogor. Karena itu, semangat guyub yang terlihat dalam Maulid Akbar diharapkan dapat terus dipertahankan.

“Alhamdulillah kita persatukan karena hakikatnya kekuatan pokok memang harus bersatu,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ajat berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak berhenti pada kemeriahan acara. 

Ia menjelaskan, momentum tersebut harus mampu meningkatkan kecintaan masyarakat kepada Rasulullah sekaligus mendorong pengamalan ajaran yang dibawa Nabi.

“Mungkin model-model lain jika bisa kita tambahkan tahun depan, jadi ada pendekatan-pendekatan yang berbeda di harapan ke depan,” tuturnya.

Ia menambahkan, salah satu nilai penting yang perlu diperkuat adalah aspek sosial yang diajarkan Rasulullah SAW, nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

“Apa yang diperlihatkan, dipertontonkan itu kebaikan Rasulullah. Bagaimana kita merayakan kemeriahannya, tapi juga nilai-nilainya yang seharusnya kita bisa amalkan,” pungkasnya. (Cr1)

Editor : Eka Rahmawati
maulid akbar bogor