Pemkab Bogor Kaji Kereta Gantung di Puncak, Alternatif Atasi Kemacetan dan Dukung Pariwisata

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:10 WIB
Ilustrasi kereta gantung di kawasan Puncak Bogor.
Ilustrasi kereta gantung di kawasan Puncak Bogor.

RADAR BOGOR – Pemkab Bogor mulai mengkaji opsi transportasi baru kereta gantung untuk kawasan Puncak guna memperkuat konektivitas sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan di jalur wisata tersebut.

Rencana pembangunan kereta gantung tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkab Bogor dalam mengembangkan sistem transportasi di kawasan Puncak.

Selain kereta gantung, pemerintah daerah sebelumnya juga mendorong pengembangan transportasi berbasis bus listrik.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengatakan rencana pembangunan kereta gantung merupakan salah satu arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk menghadirkan pilihan moda transportasi alternatif bagi masyarakat dan wisatawan.

Menurut Ajat, keberadaan moda transportasi berbasis kabel diharapkan dapat membantu meningkatkan konektivitas antartitik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi yang selama ini menjadi salah satu faktor kepadatan lalu lintas di kawasan Puncak.

“Kereta gantung sedang dipertimbangkan sebagai alternatif transportasi untuk memperkuat konektivitas di kawasan Puncak sekaligus membantu mengurangi beban lalu lintas pada jalur utama,” ujar Ajat.

Baca Juga: Cek Tarif Listrik PLN 24-30 Agustus 2026, Berikut Daftar Harga per kWh dan Token Listrik

Kereta Gantung Puncak Bisa Hubungkan Titik Strategis

Dalam konsep awalnya, kereta gantung tersebut akan diarahkan untuk menghubungkan sejumlah lokasi strategis di kawasan Puncak.

Dengan adanya pilihan moda transportasi tersebut, masyarakat maupun wisatawan nantinya diharapkan memiliki alternatif perjalanan selain menggunakan kendaraan pribadi.

Tak hanya berfungsi sebagai sarana mobilitas, pembangunan kereta gantung juga dinilai berpotensi memberikan efek positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat di sekitar kawasan Puncak.

Ajat menyebut pengembangan transportasi tersebut dapat diintegrasikan dengan berbagai potensi wisata dan aktivitas ekonomi lokal, termasuk keberadaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Manfaat yang diharapkan bukan hanya dari sisi transportasi. Kereta gantung juga berpotensi mendukung perkembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat, termasuk UMKM serta berbagai destinasi wisata di Puncak,” jelasnya.

Pemkab Bogor Masih Kaji Kelayakan

Meski rencana tersebut mulai dikaji, Ajat menegaskan pembangunan kereta gantung di Puncak belum masuk tahap pelaksanaan.

Pemkab Bogor masih harus melakukan kajian secara menyeluruh untuk memastikan rencana tersebut dapat diterapkan dengan memperhatikan aspek teknis maupun tata kelola kawasan.

Sejumlah hal yang perlu dikaji meliputi penentuan trase, kapasitas angkutan, standar keselamatan, dampak terhadap lingkungan, kesesuaian dengan tata ruang, kebutuhan lahan, hingga integrasi dengan moda transportasi yang sudah tersedia.

Selain itu, pemerintah juga perlu melihat aspek kelayakan investasi sebelum menentukan langkah pembangunan.

“Masih diperlukan kajian komprehensif. Tidak hanya menyangkut aspek teknis dan keselamatan, tetapi juga lingkungan, tata ruang, kebutuhan lahan, integrasi dengan moda transportasi lainnya, serta kelayakan investasi,” tutur Ajat.

Baca Juga: Melihat Keseruan Bar Battle Kalistenik di Sempur Bogor, Adu Cepat Push Up hingga Pull Up

Ia menambahkan, pengembangan transportasi di kawasan Puncak diharapkan tidak berhenti sebagai upaya mengurai kemacetan.

Menurutnya, berbagai moda transportasi yang dikembangkan nantinya harus menjadi bagian dari penataan kawasan wisata secara terpadu sehingga mobilitas masyarakat, aktivitas pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi lokal dapat berjalan beriringan.

Dengan konsep tersebut, pengembangan transportasi di Puncak diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan aksesibilitas sekaligus mendukung penataan kawasan wisata yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. (***)

Editor : Yosep Awaludin
puncak pemkab bogor kereta gantung