Kereta Api Bogor Barat Disiapkan, Parung Panjang-Jasinga Jadi Trase yang Direkomendasikan

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:15 WIB
Suasana Flyover Tenjo. Saat ini tengah disiapkan pembangunan jalur kereta api ke Bogor Barat.
Suasana Flyover Tenjo. Saat ini tengah disiapkan pembangunan jalur kereta api ke Bogor Barat.

RADAR BOGOR – Pengembangan transportasi massal di Kabupaten Bogor terus diperluas. Wilayah Bogor Barat diproyeksikan memiliki jalur kereta api yang menghubungkan Jasinga dengan Tenjo atau Parung Panjang.

Rencana pembangunan jalur kereta api itu menjadi bagian dari upaya Pemkab Bogor memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus membuka akses transportasi massal bagi masyarakat di kawasan Bogor Barat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan pengembangan sejumlah moda transportasi tersebut merupakan arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk membangun sistem transportasi yang saling terhubung dan mampu menjangkau lebih banyak wilayah.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur transportasi tidak semata-mata ditujukan untuk mengurangi kemacetan.

Konektivitas yang semakin baik juga diharapkan membuka peluang pertumbuhan ekonomi di kawasan yang selama ini membutuhkan akses transportasi lebih memadai.

“Pengembangan transportasi ini kami arahkan untuk memperkuat hubungan antarwilayah. Jadi perhatian tidak hanya tertuju pada Puncak, tetapi juga Bogor Barat melalui rencana pembangunan jalur kereta Tenjo-Jasinga,” ujar Ajat.

Baca Juga: Pemkab Bogor Kaji Kereta Gantung di Puncak, Alternatif Atasi Kemacetan dan Dukung Pariwisata

Ada Dua Alternatif Jalur Kereta Bogor Barat

Berdasarkan dokumen rencana pengembangan infrastruktur transportasi berbasis rel Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, terdapat dua opsi trase yang dipersiapkan untuk kawasan Bogor Barat.

Kedua alternatif tersebut yakni Tenjo-Jasinga dan Parung Panjang-Jasinga. Untuk trase Tenjo-Jasinga, panjang jalur yang direncanakan mencapai sekitar 18,6 kilometer.

Jalur tersebut dilengkapi tiga titik stasiun dan akan melewati wilayah Kecamatan Tenjo serta Jasinga.

Sejumlah titik yang masuk dalam rencana jalur tersebut antara lain Tenjo, Kampung Singabraja, Pangaur hingga Jasinga.

Sementara itu, alternatif Parung Panjang-Jasinga memiliki panjang trase sekitar 26,5 kilometer dengan enam titik stasiun.

Jalur tersebut dirancang melintasi sejumlah wilayah, yakni Parung Panjang, Rumpin, Cigudeg, Jasinga dan Tenjo.

Pengembangan jalur kereta Bogor Barat nantinya diarahkan tidak hanya sebagai moda transportasi bagi masyarakat setempat, tetapi juga sebagai penghubung atau feeder menuju jaringan transportasi yang sudah ada.

Kereta tersebut diproyeksikan dapat mengantarkan penumpang menuju Stasiun Tenjo maupun Stasiun Parung Panjang sehingga masyarakat Bogor Barat memiliki akses lebih mudah ke jaringan KRL Commuter Line Jabodetabek.

Kereta Bogor Barat Didorong Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Wilayah yang menjadi sasaran pengembangan jalur kereta tersebut memiliki karakter penggunaan lahan yang cukup beragam.

Mulai dari kawasan permukiman, pertanian, perkebunan, industri hingga ruang terbuka hijau tersebar di wilayah yang masuk dalam rencana pengembangan.

Baca Juga: Cek Tarif Listrik PLN 24-30 Agustus 2026, Berikut Daftar Harga per kWh dan Token Listrik

Sementara itu, wilayah Jasinga, Tenjo dan Parung Panjang tercatat memiliki pertumbuhan penduduk sekitar 0,91 persen.

Ajat mengatakan keberadaan transportasi kereta diharapkan memberikan alternatif mobilitas bagi masyarakat sekaligus menghubungkan Bogor Barat dengan jaringan transportasi yang lebih luas.

“Prinsipnya, transportasi harus menjadi bagian dari strategi pengembangan wilayah. Konektivitas yang semakin kuat akan meningkatkan mobilitas masyarakat, mendorong munculnya pusat-pusat ekonomi baru, dan membuat manfaat pembangunan lebih merata,” tuturnya.

Parung Panjang-Jasinga Lebih Direkomendasikan

Dalam kajian awal yang dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Bogor pada 2025, trase Parung Panjang-Jasinga mendapat rekomendasi lebih tinggi untuk dikembangkan.

Rekomendasi tersebut diperoleh setelah kedua alternatif dibandingkan menggunakan 15 kriteria yang mencakup aspek teknis, ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Dalam kajian teknis, jalur Parung Panjang-Jasinga dirancang menggunakan konstruksi at grade atau berada di permukaan tanah dengan jenis rel heavy rail.

Panjang trase berdasarkan kajian tersebut mencapai sekitar 27,26 kilometer. Jalur ini direncanakan memiliki enam stasiun baru serta memanfaatkan satu stasiun eksisting yang berada di Parung Panjang.

Waktu perjalanan kereta diperkirakan hanya sekitar 24 menit. Infrastruktur pendukungnya juga direncanakan mencakup enam perlintasan sebidang dan 17 jembatan.

Sementara itu, biaya operasional kereta diperkirakan berada pada kisaran Rp20.000 hingga Rp30.000 per penumpang.

Parung Panjang Diproyeksikan Jadi Kawasan Transit

Pengembangan jalur kereta tersebut juga berkaitan dengan rencana penataan kawasan Parung Panjang sebagai pusat pelayanan kawasan.

Baca Juga: Melihat Keseruan Bar Battle Kalistenik di Sempur Bogor, Adu Cepat Push Up hingga Pull Up

Konsep Transit Oriented Development (TOD) turut menjadi bagian dari arah pengembangan wilayah tersebut, sehingga keberadaan transportasi massal diharapkan dapat terintegrasi dengan pertumbuhan permukiman dan aktivitas ekonomi.

Di sisi lain, kawasan Tenjo diarahkan untuk memiliki peran sebagai lokasi pengembangan stasiun barang sekaligus memperkuat konektivitas jaringan transportasi antarkota.

Dengan adanya rencana tersebut, jalur kereta api Bogor Barat diharapkan tidak hanya menjadi sarana mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari strategi Pemkab Bogor dalam membuka pusat pertumbuhan baru dan memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Bogor. (***)

Editor : Yosep Awaludin
kereta api Tenjo Bogor Barat