Perempuan Terperosok ke Sumur 17 Meter di Parung Bogor, Kapolsek Beberkan Kronologis

Muhammad Nasir Arbain • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:25 WIB
Petugas saat mengevakuasi korban di Parung Bogor.  (Nasir/ Radar Bogor)
Petugas saat mengevakuasi korban di Parung Bogor. (Nasir/ Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Kepanikan menyelimuti Kampung Jabon Mekar, Desa Jabon Mekar, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, pada Minggu (23/8/2026) dini hari.

Seorang perempuan berusia 40 tahun terperosok ke dalam sumur sedalam sekitar 17 meter.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 00.20 WIB.

Korban diduga terpeleset ketika berada di sekitar bibir sumur hingga akhirnya jatuh ke dasar.

Baca Juga: Viral Saldo Bansos Tembus Rp4,19 Juta Masuk KKS, Ternyata Ini Penjelasannya

Laporan mengenai kejadian itu diterima petugas gabungan dari masyarakat sekitar pukul 01.30 WIB.

Tak ingin kondisi korban semakin memburuk, tim penyelamat segera bergerak menuju lokasi.

Tim Rescue Berpacu dengan Waktu

Tim Rescue Gabungan Damkar dan BPBD diberangkatkan dari Mako Cibinong sekitar pukul 02.09 WIB, menggunakan Unit Rescue 01 dengan nomor kendaraan F 9588 G.

Sekitar 31 menit kemudian, tepat pukul 02.40 WIB, petugas tiba di lokasi.

Bersama personel Polsek Parung, tim terlebih dahulu mengamankan area dan memastikan proses evakuasi dapat berlangsung dengan aman.

Situasi di lapangan tidak mudah.

Sumur yang menjadi lokasi korban memiliki diameter sempit dengan kedalaman mencapai 17 meter.

Kondisi tersebut, membuat sirkulasi udara terbatas dan meningkatkan risiko bagi korban maupun petugas yang melakukan penyelamatan.

Saat dilakukan pengecekan, korban ditemukan berada di dasar sumur dalam keadaan lemas dan mengalami sesak napas.

Baca Juga: Bikin Kaget, Bansos Tiba-tiba Gagal Cair Akibat Game Online Terlarang, Ini 2 Cara Ajukan Sanggah

Petugas kemudian menyusun strategi evakuasi dengan mempertimbangkan kondisi ruang yang terbatas.

Gunakan Sistem Hauling untuk Angkat Korban

Peralatan keselamatan disiapkan sebelum petugas masuk ke area sumur.

Tim menggunakan helm, sarung tangan, tripod, tali karmantel, sit harness, serta perlengkapan mountaineering.

Teknik hauling system dipilih untuk mengangkat korban secara bertahap dari dasar sumur.

Metode tersebut dinilai lebih aman untuk kondisi sumur yang sempit.

Danru Tim Rescue, M. Ridwan menjelaskan, proses evakuasi harus dilakukan dengan penuh perhitungan karena kesalahan kecil dapat membahayakan korban maupun petugas.

"Evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati karena kondisi medan cukup sempit dan berisiko," kata M. Ridwan.

Proses penyelamatan berlangsung menegangkan.

Petugas bekerja secara terkoordinasi untuk memastikan setiap tarikan tali dan pergerakan korban tetap terkendali.

Setelah sekitar 25 menit, perjuangan tim akhirnya membuahkan hasil.

Pada pukul 03.05 WIB, korban berhasil diangkat dari dasar sumur ke permukaan dalam kondisi selamat.

Korban Langsung Mendapat Penanganan Medis

Sesaat setelah berhasil dievakuasi, korban mendapat penanganan medis awal. Korban diketahui mengalami luka ringan dan kondisi lemas.

Selanjutnya, korban dibawa oleh tim medis untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan kondisi kesehatannya setelah berada di dalam sumur selama proses evakuasi.

Baca Juga: Kebakaran Rumah di Indraprasta Bogor, 3 Orang Luka Bakar dan 2 Motor Hangus

"Alhamdulillah korban selamat. Kami hanya menjalankan tugas kemanusiaan dengan tetap mengutamakan keselamatan korban dan personel," ujar salah satu anggota tim penyelamat di lokasi.

Kapolsek Parung, Kompol Maman Firmansyah mengatakan, seluruh kegiatan penyelamatan berakhir sekitar pukul 04.00 WIB.

Menurutnya, setelah korban berhasil dievakuasi dan dibawa untuk mendapatkan pemeriksaan medis, kondisi di lokasi dinyatakan aman dan kondusif.

"Sinergi kuat antara semua pihak mampu menyelamatkan nyawa korban. Terima kasih kepada seluruh petugas yang terlibat," kata Maman.

Personel Terlatih Dikerahkan dalam Evakuasi

Komandan Damkar Sektor Parung, Suherman Kosasih menyampaikan, proses penyelamatan dilakukan oleh personel yang memiliki kemampuan dan pengalaman dalam penanganan kondisi darurat.

Adapun personel yang terlibat dalam operasi tersebut yakni M. Ridwan selaku Danru, Dhafi Athala, Azryl M. R., Iqbal, Erwin Zulpian Nur selaku Danru, Muhammad Zaenal selaku Dantim Rescue, Muhammad Rifky Fauzan, Ali Ibrahim, M. Hizba Syahriandro, dan Ahmad Bagas Alfazli.

Baca Juga: Bansos Susulan Cair Lagi, PIP hingga Atensi Yatim Piatu Ikut Disalurkan

Peristiwa di Jabon Mekar itu akhirnya berakhir dengan kabar baik.

Di tengah suasana dini hari ketika sebagian besar warga terlelap, sejumlah petugas justru berpacu dengan waktu untuk membawa seorang perempuan kembali ke permukaan.

Bagi warga setempat, penyelamatan tersebut bukan sekadar operasi evakuasi dari sumur sedalam 17 meter.

Ada harapan yang ikut ditarik ke permukaan bersama korban, di tengah situasi paling genting sekalipun, pertolongan masih datang melalui kerja sama dan keberanian orang-orang yang bertugas. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
bogor parung sumur