Polisi Gunakan AI untuk Atur Lalu Lintas Puncak Bogor, Bisa Prediksi Kepadatan hingga 1 Jam ke Depan

Septi Nulawam Harahap • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:24 WIB
Petugas Sat Lantas Polres Bogor saat menunjukan data hasil AI di Pos Gadog Hoegeng. Penggunaan teknologi AI ini untuk memprediksi situasi jalur Puncak sebelum menerapkan kebijakan rekayasa lalu lintas. Foto: Septi Nulawam/Radar Bogor
Petugas Sat Lantas Polres Bogor saat menunjukan data hasil AI di Pos Gadog Hoegeng. Penggunaan teknologi AI ini untuk memprediksi situasi jalur Puncak sebelum menerapkan kebijakan rekayasa lalu lintas. Foto: Septi Nulawam/Radar Bogor

RADAR BOGOR – Rekayasa lalu lintas di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, kini semakin mengandalkan teknologi. Sat Lantas Polres Bogor mulai memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) untuk membaca kondisi arus kendaraan dan memprediksi kepadatan hingga satu jam ke depan.

Teknologi tersebut diterapkan di Pos Gadog Hoegeng Bogor sejak Juli 2026. Kehadiran sistem berbasis AI ini diharapkan membantu petugas mengambil langkah antisipasi lebih cepat ketika terjadi peningkatan volume lalu lintas kendaraan di Puncak.

Kasat Lantas Polres Bogor AKP Afif Widhi Ananto mengatakan, sistem AI tersebut mampu memperkirakan jumlah kendaraan yang akan melintasi jalur Puncak dalam satu jam berikutnya.

Baca Juga: Bawa Kambing ke Panggung hingga Dangdutan, Begini Serunya Warga Cibuluh Bogor Rayakan HUT RI

“Fungsi dari aplikasi ini dapat memperkirakan jumlah kendaraan yang akan melintas di Jalur Puncak selama satu jam ke depan, sehingga petugas dapat mengantisipasi apabila terjadi lonjakan arus kendaraan lebih awal,” ungkap Afif.

Tak hanya memprediksi volume kendaraan, sistem AI juga memanfaatkan data Google Maps secara real time untuk mengetahui kondisi perjalanan dari Exit Tol Ciawi menuju Puncak Pass.

Data waktu tempuh tersebut kemudian menjadi salah satu indikator bagi kepolisian dalam menentukan langkah rekayasa lalu lintas.

Jika waktu perjalanan melebihi kondisi normal atau mencapai lebih dari satu jam, petugas dapat melakukan intervensi di sejumlah titik rawan kepadatan.

Baca Juga: Erling Haaland Ubah Gaya Rambut, Warganet Beri Komentar Begini

Beberapa lokasi yang menjadi perhatian antara lain Simpang Pasir Muncang, Simpang Megamendung, hingga kawasan Pasar Cisarua.

“Dengan adanya aplikasi AI ini, petugas di lapangan, dan juga petugas di Traffic Management Center di Pos Gadog, dapat melihat secara real time, dengan variabel yang lebih banyak dibandingkan sebelumnya, yang hanya memperhatikan traffic counting dan pantauan petugas di lapangan,” jelas Afif.

Menariknya, sistem tersebut tidak hanya membaca kondisi lalu lintas saat ini. AI juga mempelajari pola perjalanan di jalur Puncak berdasarkan data tiga tahun terakhir.

Baca Juga: KPK Masih Sisir Dugaan Korupsi di Pemkab Bogor, Kasus Upah Pungut hingga Pengadaan Barang

Data yang dianalisis mencakup jumlah kendaraan, titik-titik hambatan, hingga tingkat okupansi hotel di kawasan Puncak. Informasi tersebut kemudian digunakan untuk membuat prediksi kondisi lalu lintas, terutama saat libur nasional maupun akhir pekan panjang.

Meski memiliki tingkat akurasi lebih dari 85 persen, Afif menegaskan hasil prediksi AI bukan menjadi satu-satunya dasar dalam menentukan kebijakan rekayasa lalu lintas.

“Ketepatannya lebih dari 85 persen, namun tidak menjadi mutlak dasar penentuan kebijakan yang kita terapkan. Hanya sebagai salah satu instrumen penting kami,” tandasnya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
bogor ai puncak lalu lintas