RADAR BOGOR - Pembangunan sport center nasional di Rancabungur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, turut mendorong rencana pembangunan akses jalan baru sepanjang sekitar delapan kilometer. Infrastruktur tersebut diproyeksikan memperkuat konektivitas menuju kawasan Bogor Barat sekaligus mendukung mobilitas menuju kompleks olahraga nasional.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan bahwa akses baru tersebut akan menghubungkan kawasan Akademi Olahraga Nasional, Pusat Pelatihan Tim Nasional, serta berbagai fasilitas latihan dengan jaringan jalan utama.
"Rencana pemerintah pusat itu akan ingin membuat bukaan langsung ke lokasi itu, kalau misalnya ini proyek strategis nasional pasti akan ada pintu khusus," ujar Ajat dalam keterangannya di laman resm Pemerintah Kabupaten Bogor.
Baca Juga: Mahasiswa Malaysia Kunjungi Sekolah Birrul Waalidain Bogor, Tukar Budaya
Berdasarkan kajian aksesibilitas kawasan, kondisi jalan menuju lokasi pengembangan tahap I, II, dan III saat ini masih menghadapi sejumlah kendala. Akses dari Jalan Raya Pabuaran, Jalan Raya Rancabungur, Jalan Parung Hijau, hingga Jalan H. Miing dinilai belum memadai untuk mendukung mobilitas dalam skala besar.
Beberapa ruas jalan lingkungan menuju kawasan juga memiliki lebar yang terbatas dan semakin menyempit di sejumlah titik. Kondisi tersebut berpotensi menyulitkan kendaraan berukuran besar, seperti bus maupun truk, untuk keluar-masuk kawasan pembangunan.
Sebagai solusi, pemerintah merencanakan pembangunan jalan utama berbentuk boulevard dengan panjang sekitar delapan kilometer. Jalur tersebut nantinya diarahkan agar dapat terhubung dengan jaringan Tol Lingkar Bogor sehingga akses menuju kawasan sport center menjadi lebih mudah.
Menurut Ajat, pembangunan sport center nasional juga dapat mempercepat realisasi rencana konektivitas yang sebelumnya telah disiapkan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam jangka panjang. Salah satunya adalah pembangunan Jalan Rancabungur-Leuwiliang yang dirancang untuk terhubung dengan Kemang dan sejumlah jaringan jalan lain di wilayah Bogor Barat.
Rencana tersebut dinilai semakin relevan setelah pemerintah pusat menyiapkan akses menuju kawasan sport center dengan trase yang disebut memiliki kemiripan dengan rencana jalan daerah. Kondisi itu memungkinkan pemerintah daerah memanfaatkan pembangunan tersebut untuk mempercepat konektivitas antarwilayah.
Dengan terbukanya jalur Rancabungur-Leuwiliang, akses dari Leuwiliang menuju Kemang akan semakin mudah. Jalur tersebut juga berada di sekitar koridor Bojonggede-Kemang (Bomang) yang saat ini tengah dikembangkan Pemkab Bogor.
Pemkab Bogor juga berupaya mempertahankan sejumlah trase jalan yang telah direncanakan agar tidak terganggu oleh pembangunan infrastruktur lainnya. Salah satunya adalah rencana perpanjangan Tol Lingkar Bogor menuju kawasan Dramaga.
Untuk proyek jalan tol tersebut, pemerintah daerah masih menunggu informasi dari pemerintah pusat terkait jadwal pembebasan lahan karena proses tersebut menjadi kewenangan pemerintah pusat.
Selain akses dari wilayah Bogor, jalur pendukung pembangunan sport center juga direncanakan dari arah BSD-Serpong melalui kawasan Agrinas. Pemkab Bogor bahkan mengusulkan agar pembukaan boulevard menuju kawasan olahraga tersebut dapat lebih dahulu dilakukan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).
Kawasan sport center nasional sendiri direncanakan memiliki luas sekitar 500 hektare. Jika digabung dengan kawasan pengembangan yang berkaitan dengan fasilitas Kementerian Pertahanan, total areanya mencapai kurang lebih 750 hektare yang tersebar di Rancabungur dan sebagian wilayah Rumpin.
Kementerian Pemuda dan Olahraga sebelumnya memperkirakan pembangunan Akademi Olahraga Nasional dan Pusat Pelatihan Tim Nasional membutuhkan anggaran sekitar Rp5 triliun. Pekerjaan fisik dijadwalkan berlangsung pada 2027-2028 dan seluruh fasilitas ditargetkan rampung pada awal 2029.
Kompleks tersebut nantinya tidak hanya menjadi pusat latihan atlet nasional. Kawasan juga akan dilengkapi sekolah khusus atlet dari jenjang SD hingga SMA, pusat penelitian olahraga, asrama, serta fasilitas latihan untuk 21 cabang olahraga unggulan nasional.
Dengan pembangunan fasilitas olahraga berskala nasional sekaligus penguatan jaringan jalan, kawasan Rancabungur dan wilayah Bogor Barat berpotensi menjadi salah satu pusat baru aktivitas olahraga sekaligus pertumbuhan kawasan di Kabupaten Bogor.
Editor : Eka Rahmawati